Mahmudi Affan Rangkuti
Mahmudi Affan Rangkuti

Jadikan Momentum 1 Muharram Untuk Hijrah Kebangsaan Melawan Pandemi Covid-19 dan Virus Radikalisme dan Politik Identitas

Jakarta – Umat Islam baru saja merayakan Tahun Baru 1 Muharram 1443 Hijriah, yang jatuh pada hari Selasa, 10 Agustus 2021. Tahun Baru 1 Muharram adalah untuk memperingati peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari kota Mekah ke Madinah.

Dari peristiwa hijrah itu, banyak sekali hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik bagi umat manusia di masa sekarang. Salah satunya adalah mengajarkan umat manusia untuk tidak selalu bersikap konfrontatif, ofensif, dan destruktif di kala konflik, tetapi mencari jalan keluar membangun perabadan yang damai dan mempersatukan terutama dalam melawan penyebaran virus Covid-19, radikalisme, dan terorisme.

“Kita harus melakukan hijrah kebangsaan bersama-sama sebagai upaya keluar dari pandemi Covid-19, virus politik identitas yang membelah dan virus radikalisme yang menuju kekerasan,” Ketua Pengurus Besar Al-Washliyah H. Mahmudi Affan Rangkuti, S.Pd.I, MEI, di Jakarta, Rabu (11/8/2021).

Ia menambahkan bahwa momentum 1 Muharram harus dijadikan umat untuk bermuhasabah, dan melakukan intropeksi diri.

 “Artinya kita wajib terus belajar dan mengevaluasi diri, sudah berapa banyak melakukan sesuatu yang berguna bagi diri, bagi lingkungan, lalu meningkat bagi masyarakat dan yang lebih besar lagi tentunya bagi bangsa dan negara. Jadi apa yang sudah kita perbuat dan berguna untuk itu semua,” ujar Affan.

Untuk itu, ia mengajak momentum tahun baru di tengah-tengah masa berperang melawan wabah Covid-19 ini untuk mengevaluasi diri sejauh apa kegunaan seseorang ini hadir di dalam kehidupan sehari-harinya.

 “Setiap manusia itu memang memiliki daya pikir dan pendapat yang berbeda-beda. Tetapi yang harus disikapi adalah bagaimana menjadikan satu irisan perbedaan pendapat ini menjadi satu persamaan pendapat,” ucapnya.

Ia menyebut bahwa tahun baru Islam ini harus bisa menjadi momentum untuk semangat peradaban dengan persaudaraan ke-Islaman dalam menghadapi problematika bangsa dengan melangkah bersama untuk menggapai satu persamaan. Di mana seluruh komponen warga bangsa untuk bersama-sama berkomitmen di dalam mencapai tujuan daripada negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undnag Dasar (UUD) 1945.

Baca Juga:  Mengenang Kemerdekaan Indonesia dan Islam : Kesadaran yang Mengikat, Bukan Menyekat

Dalam UUD 1945 itu sudah dijelaskan tujuan bernegara itu yang pertama adalahh melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Yang kedua adalah membangun kesejahteraan umum, lalu yang ketiga, mencerdaskan kehidupan bangsa; dan yang keempat yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Lebih lanjut, Affan juga menyampaikan bahwa para pejuang dan para founding fathers bangsa ini berasal dari berbagai suku, agama, ras dan kelompok atau golongan  yang berbeda-beda. Dirinya menyebut, bahwa ketika zaman saat ini muncul beberapa pemikiran-pemikiran “yang  mencoba untuk meluluhlantakkan” pemikiran yang sudah ada, maka sebagai warga bangsa yang mengerti tentang sejarah, mengerti tentang peradaban bangsa inilah yang harus berbicara dan menyampaikan kesejarahan sebelum kemerdekaan, setelah kemerdekaan sampai dengan sekarang ini.

“Inilah yang perlu kita gencarkan kepada generasi seterusnya bahwa tidak ada sebenarnya problematika yang harus kita usung sebagai satu persoalan, apalagi dengan mengcover perbedaan-perbedaan antar SARA,” ucapnya.

 Menurutnya, semangat hijrah inilah yang harus didorong dan dimaknai sebagai evaluasi diri ketika Nabi Muhammad SAW berhijrah dari Mekah menuju ke Madinah dalam membangun suatu peradaban baru. Di mana Madinah adalah peradaban baru yang mulanya dari gelap menuju terang.

“Bahkan Nabi Muhammad SAW sendiri pada saat di Madinah juga  membuka ‘kran’ untuk melakukan interaksi sosial kepada siapa pun. Tidak hanya kepada sesama umat Islam, tetapi juga kepada umat lainnya seperti Yahudi Nasrani dan lain-lain baik itu dalam dalam bidang perdagangan, politik, sosial dan bahkan budaya,” terangnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Serah terima bantuan rumah dari Laznas Baitulmaal Muamalat kepada mantan pengikut aliran Hakekok Balakasuta

Laznas Baitulmaal Muamalat Serahkan Rumah Harapan Untuk Mantan Penganut Hakekok Balaksuta

Pandeglang – Masih ingat dengan penganut aliran kepercayaan Bakekok Balakasuta yang pernah menghebohkan Pandeglang dengan …

20210923170611

Taliban Akan Kembali Berlakukan Hukum Potong Tangan

KABUL – Pasca berhasil menguasai Afganistan, Taliban selalu menjadi perbincangan, berbagai spekulasi dan analisis diutarakan oleh …