Al Farabi seorang filusuf muslim mengatakan bahwa manusia adalah mahluk sosial yang mempunyai kecendrungan alami untuk bermasyarakat karena tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan sendiri tanpa bantuan orang lain Pemikiran Al Farabi ini mengamini gagasan para filusuf Yunani klasik utamanya dari Plato dan Aristoteles yang mengatakan manusia sebagai makhluk sosial zoon politicon Manusia memiliki naluri untuk hidup bersosialisasi Artinya manusia tidak akan hidup sendiri tanpa berinteraksi dengan orang lain Manusia secara naluriah akan mencari kehidupan sosial di mana ia dan yang lain hidup berdampingan dengan sebuah tatanan yang disepakati bersama Ketika seseorang menemukan kesulitan dalam sebuah kehidupan social dengan sendirinya ia akan mencari tempat lain di mana ia memiliki visi dan cita cita yang sama Karakteristik inilah yang membuat manusia selalu ingin berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari hidup yang sesuai dan harmonis tujuannya adalah untuk mencapai sesuatu yang diinginkan Dalam istilah Islam proses perpindahan dari satu daerah ke daerah lain yang lebih menjamin keamanan dan keamanan ini disebut dengan hijrah Dalam sejarah umat manusia ternyata hijrah bukan saja terjadi dalam kisah hijrah nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya dari Makkah ke Madinah Jauh sebelumnya para nabi juga telah melakukan hal yang sama seperti Ibrahim As Musa As Syuaib As dan Luth As Hijrah para Nabi ini dengan meninggalkan tempat kelahirannya menuju suatu tempat tertentu karena dakwah yang diemban di daerah tersebut sulit diterima oleh kaumnya Fenomena hijrah juga terjadi di kalangan manusia biasa yang suka berpindah pindah dari tempat ke tempat lain untuk mencari kehidupan yang layak Setiap hijrah memiliki tujuan yang berbeda beda dan latarbelakang masing masing Jika hijrah para nabi dan rasul karena kepentingan dakwah dengan latarbelakang keamanan dan dakwahnya yang sulit diterima hijrah manusia biasa juga tidak jauh dengan tendensi kehidupan untuk diri dan keluarganya Fenomena hijrah dalam terma modern masih terus terjadi akibat berbagai faktor antara lain ekonomi dan keamanan Para ulama membagi hijrah dalam dua bentuk yaitu bentuk fisik hissi sebagaimana yang dilakukan para nabi dan manusia biasa yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain Kedua hijrah maknawi yang merupakan intisari makna dan hakekat hijrah yaitu meninggalkan sebuah kebiasaan negatif menuju kebiasaan yang positif Lalu apa sebenarnya Hijrah Arti kata Hijrah Kata hijrah berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari tiga huruf yaitu dan yang berarti menjauh atau keluar atau berpindah Kata Hijrah adalah bentuk masdar yang berasal dari kata Hajara Kata ini banyak ditemukan dalam Al Quran dan Hadis Nabi Muhammad Saw misalnya 100 Artinya Barang siapa yang keluar dari rumahnya berhijrah untuk Allah dan rasulnya kemudian menemui ajalnya di perjalanan maka Allah akan memberikan pahala baginya sesungguhnya Allah maha pengampun dan maha pengasih Annisa Artinya Mereka lalu beriman kepada Luth dan mengatakan sesungguhnya saya berhijrah kepada tuhanKu dan sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha bijaksana Hijrah berarti berpindah dari satu tempat ke tempat lain karena ada faktor yang mendorong atau karena suatu tujuan tertentu Hijrah juga bisa berarti menuju ke sesuatu hal seperti hijrah menuju jalan Allah Orang orang Arab dan Afrika yang lari meninggalkan negaranya karena konflik dan masalah ekonomi yang dialami di negerinya juga diistilahkan sebagai orang muhajir orang yang hijrah atau orang orang yang imigran ke Eropa Di Amerika juga mengistilahkan orang orang yang datang dan berdomisili di negaranya baik orang Arab Afrika maupun Asia juga dinamakan muhajir atau mereka yang imigran ke Amerika Hijrah yang dilakukan oleh manusia selama ini cenderung karena motif lain seperti mencari hidup yang lebih baik atau tempat yang paling aman untuk menjalani kehidupannya Sementara hijrah menurut syariat Islam adalah berpindah atau keluar dari satu tempat yang penuh kemunkaran dan kemursyrikan menuju tempat yang lebih aman dan bersih dari kemusyrikan dan kekufuran Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw ketika ia dan sahabat sahabatnya berpindah dari Makkah ke Madinah karena tekanan yang dihadapi dari kaum musyrik dan kafir sehingga harus hijrah ke Madinah dengan adanya keamanan kenyamanan dan kedamaian dalam menjalankan misi yang diemban Hijrah Para NabiNabi Adam As adalah muhajir pertama ke dunia ini Ia dipindahkan oleh Allah dari surga menuju bumi bersama istrinya Hawa karena melanggar aturan dalam surga Adam dan Hawa harus memulai hidup di alam yang baru baginya setelah menikmati berbagai fasilitas yang sempurna di surga Sebagai pendatang baru ia harus mempelajari semua apa yang ada di sekitarnya sehingga dapat memanfaatkan lingkungan sekitar dengan baik Allah mengajarkan kepadanya nama nama benda dan memberikan berbagai pelajaran yang diperoleh dari alam yang ada di sekitarnya Demikian pula nabi Ibrahim As harus meninggalkan daerahnya di Irak menuju Syam karena tidak satupun yang menerima dakwahnya dengan harapan di daerah baru tersebut akan ada yang menerima dakwahnya Ia juga memindahkan istrinya Hajar yang diperoleh dari raja Mesir ke suatu lembah di Makkah yang tidak ditumbuhi satupun pohon Ibrahim berharap Hajar dan anaknya Ismail As nantinya membangun sebuah komunitas baru sesuai izin Allah Proses hijrah nabi Adam ke bumi telah membuka catatan baru bagi kehidupan di alam dunia yang ditandai dengan munculnya satu jenis makhluk berbeda dengan makhluk lainnya Makhluk inilah kemudian menjadi khalifah Allah di muka untuk mengurus dan memakmurkan bumi ini Demikian pula proses hijrah nabi Ibrahim dan istrinya juga terbukti telah menciptakan babak kehidupan baru bagi umat manusia di dunia tengah Ibrahim dan keturunannya telah mengenalkan dan menanamkan nilai nilai ketuhanan bagi manusia di seantero kawasan dunia tengah sehingga menciptakan sebuah peradaban manusia berkat risalah risalah yang disampaikan oleh keturunannya Bukan saja Nabi Ibrahim As nabi Syuaib dan nabi Mousa As juga terpaksa meninggalkan kaumnya dan mencari tempat baru untuk menyampaikan dakwahnya Nabi Syuaib meninggalkan kaumnya sebagaimana halnya nabi Musa yang harus keluar dari kampung halamannya karena kekhawatiran sanksi masyarakat setempat setelah memukul salah satu warga di kampung itu Ketika Mousa meninggalkan kampung halamannya di situlah dia dipertemukan oleh seorang gadis cantik yang kelak menjadi istrinya yang tidak lain adalah putri Nabi Syuaib sendiri Nabi Musa tidak berhenti melakukan perjalanan di situ tetapi ia terus melakukan perjalanan dan berpindah tempat untuk mengemban risalah yang diberikan kepadanya Fenomena hijrah di kalangan nabi adalah sesuatu yang lumrah terjadi bukan saja karena misi yang diemban mendapatkan resistensi kuat dari kaumnya tetapi juga karena tekanan dari penguasa penguasa yang ada pada zamannya Risalah yang dibawa para nabi selalu berbenturan dengan pandangan dan keyakinan yang sudah diyakini oleh para penguasa secara turun temurun sehingga bukan saja pengusiran tetapi juga seringkali mendapatkan ancaman fisik Hampir semua nabi dan rasul mengalami penolakan keras dan ancaman pembunuhan serta penyiksaan jika tidak menghentikan dakwahnya Dalam kondisi seperti itu solusi ideal yang menjadi pilihan bagi mereka adalah hijrah untuk menyelamatkan risalah yang diemban Nabi Muhammad Saw yang datang di kemudian hari dan sebagai penutup para nabi dan rasul juga mengalami nasib yang sama Tantangan rintangan dan ancaman fisik juga ditemukan ketika ia baru saja menyampaikan risalahnya kepada kaumnya sehingga pada akhirnya ia juga memilih alternatif ini untuk menyelamatkan risalah yang diemban Langkah hijrah ini jugalah yang menyebabkan terjadinya sebuah loncatan baru dalam sejarah manusia di kawasan itu Hijrah dalam Sejarah Rasulullah Saw Keputusan Rasulullah Saw untuk hijrah ke Madinah bukan tanpa alas an Faktor faktor yang mendukung untuk meninggalkan Makkah kampung halaman yang sangat dicintai oleh beliau sudah cukup kuat Kaum Quraisy telah memutuskan dalam sidang tertingginya untuk membunuh Muhammad karena dari waktu ke waktu jumlah pengikut beliau terus bertambah Kaum Quraisy menilai Rasulullah sebagai ancaman nyata terhadap otoritas dan elektabilitas mereka serta mengganggu tatanan bisnisnya yang dibangun selama ini Nilai nilai yang diajarkan Nabi Muhammad kepada pengikutnya sangat bertolak belakang dengan pola hidup mereka yang hedonis egoisme anarkis fanatisme dan otoriter bahkan dalam taraf tertentu sudah tidak manusiawi terutama dalam menyikapi setiap perkembangan yang terjadi di tengah tengah masyarakat Sebagai contoh misalnya ketika wisatawan dari suku suku Arab sudah tidak lagi menjadikan Makkah sebagai tujuan wisata mereka langsung menuduh Muhammad adalah biang atas melemahnya usaha bisnis mereka padahal kala itu dakwah Nabi masih terbatas pada kerabatnya saja Karena itu keputusan parlemen kaum Quraisy sepakat untuk mengusir atau membunuh Muhammad sebagai biang permasalahan bisnis dan kondisi sosial di kota Makkah Hijrah pertama yang dilakukan oleh umat Islam adalah hijrah ke negeri Habsyi Ethiopia saat ini Rasulullah meminta sahabatnya agar pergi ke daerah terrsebut untuk mencari perlindungan karena ia yakin bahwa di sana ada seorang raja yang bijaksana walaupun berbeda keyakinan tentang ketuhanan Perjalanan para sahabat ke Habsyi cukup melelahkan bahkan sebagian di antara mereka yang hijrah ke sana sudah tidak bisa lagi kembali ke tanah kelahirannya Hal ini memberikan pelajaran bahwa melakukan hijrah dengan meninggalkan daerah sendiri merupakan tindakan yang sangat berat Bukan saja faktor fisik tetapi juga faktor kejiwaan yang akan mempengaruhi kondisi setiap orang yang akan hijrah Keluarga dan sanak famili serta harta kekayaan yang harus ditinggalkan menjadi pertimbangan saat seseorang memutuskan untuk melakukan hijrah Di sinilah nabi betul betul mempertimbangkan secara matang untuk mengajak semua pengikutnya yang jumlah saat itu mencapai kurang lebih 250 orang untuk hijrah ke Madinah Nabi menyadari bahwa di antara pengikutnya ada dari kalangan wanita tua anak anak dan orang lemah Nabi menyusun strategi untuk keluar dari kota Makkah dan menunjuk seseorang untuk menjadi pemandu selama dalam perjalanan menuju Madinah Memobilisasi 250 pengikutnya bukanlah suatu hal yang mudah apalagi di tengah tengah pengawasan yang ketat dari kaum Quraisy Di tengah kekhawatiran terhadap nasib pengikutnya Allah membimbingnya agar tidak mewajibkan hijrah bagi mereka yang lemah dan kaum wanita Hijrah memang bukan strategi tetapi juga perintah dari Allah Namun dalam perintah tersebut Allah tidak memberatkan bagi mereka yang lemah Ada beberapa hal yang dapat dipetik dari proses hijrah Rasulullah sangat menghargai profesionalisme dalam melakukan sesuatu termasuk ketika ia memilih pemandu jalan yang profesional yaitu Abdullah bin Uraiqith Tidak banyak orang mengenal bahwa Abdullah adalah seorang non muslim Di sini mesti dipahami bahwa dalam hal teknis duniawi tidak perlu mempertimbangkan apakah orang itu seiman atau tidak akan tetapi cukup dengan keahlian yang dimiliki Tidak hanya dalam hijrah saja dalam beberapa kasus tertentu Nabi lebih mengedepankan profesionalitas dan kemampuan dalam urusan dunia Rasulullah pernah mengangkat non muslim untuk mengajar membaca bagi mereka yang belum bisa membaca Di lain cerita Rasul juga mengangkat seorang non muslim untuk mengelola keuangan Madinah saat itu Artinya dalam persoalan dunia aspek profesionalitas dan kemampuan lebih diutamakan dari sekedar keyakinan Hijrah umat Islam ke Madinah merupakan langkah strategis dalam upaya mengembangkan dakwahnya Keputusan tersebut tidak dilakukan begitu saja tetapi karena adanya tekanan musuh yang semakin kuat sementara di satu pihak ada yang sangat menginginkan kehadirannya di tengah tengah masyarakat mereka Sebagaimana diketahui masyarakat Madinah telah terlebih dahulu bertemu dengan Nabi dan memintanya untuk menjadi mediator dalam kondisi Madinah yang selalu diwarnai dengan nuansa sukuisme Lalu kenapa Hijrah ke Madinah menjadi peristiwa monumental dalam sejarah Islam padahal sebelumnya Hijrah telah dilakukan ke Habsyi Jika hijrah sahabat ke Habsyi hanya dilakukan beberapa orang saja tetapi hijrah ke Madinah merupakan gelombang hijrah secara besar besaran dan bertahap Karena itulah hijrah ke Madinah menjadi sebuah pilihan utama umat Islam saat itu sehingga dianggap sebagai sesuatu yang spektakuler dalam sejarah Islam Kaum muslimin yang hijrah ke Madinah bersama nabi yang jumlahnya hampir mencapai 250 orang lebih kemudian menjadi pionir dalam menyebarkan dakwah Islam kemana mana dan menjadu duta duta Islam Hijrah ini pula yang menjadikan Nabi mempunyai komunitas dan otoritas di Madinah Keberhasilan hijrah inilah yang kemudian mendorong Khalifah Umar bin Khattab untuk menjadikan patokan dari kalender tahun Islam Artinya ketika Nabi masih hidup hingga sahabat Abu Bakar istilah tahun hijrah belum dikenal di tengah tengah umat Islam Umar bin Khattab yang yang menjadi peletak pertama tahun hijriyah yang menjadi panduan umat Islam dalam menjalankan ritual ritual ibadahnya seperti puasa dan haji Masihkah Perlu Berhijrah saat ini Rasulullah Saw pernah mengatakan bahwa sudah tidak ada lagi hijrah setelah penaklukan kota Mekkah Rasul juga pernah menjawab pertanyaan seseorang yang datang kepadanya mengenai hijrah Lalu Rasul menjawab bahwa hijrah tidak berakhir akan tetapi hijrah yang dimaksud disini adalah hijrah niat Dari pernyataan Rasulullah di atas dapat dipahami bahwa jika faktor keamanan yang dijadikan sebagai salah satu pendorong dilakukannya hijrah maka setelah penaklukan Makkah sudah tidak ada lagi hijrah karena Makkah sudah menjadi kota yang aman bagi umat Islam Umat Islam dan penduduk Makkah telah sepakat menghentikan permusuhan sehingga umat Islam yang tinggal di Makkah sudah tidak perlu khawatir atas keamanan dirinya dan keluarganya Dalam istilah fuqaha Makkah berubah darul harbi menjadi darussalam Dititik ini umat Islam sudah tidak diwajibkan lagi meninggalkan kota Makkah Jika umat Islam di era moderen ingin berhijrah ke suatu tempat dengan alasan bahwa negaranya bukan Darussalam maka itu suatu kekeliruan Di berbagai negara yang plural hampir semua umat Islam mendapatkan kebebasan untuk menjalankan ritual agamanya dan mendapat perlindungan keamanan dari Negara Selama negara itu memberikan kebebasan dan perlindungan keamanan negeri itu dianggap darussalam Dalam hal ini sudah ada hijrah secara fisik ketika seseorang sudah menemukan tempat yang aman nyaman dan damai dalam menjalankan ibadah dan keyakinannya Inilah sebagaimana yang dirasakan oleh masyarakat Makkah yang sudah menjadi darussalam Lalu apa maksud dari anjuran Nabi tentang hijrah yang tidak ada akhirnya Hijrah yang dianjurkan oleh rasulullah kepada sahabat sahabatnya melalui beberapa pesannya mendorong agar senantiasa memperbahaui imannya setiap saat dan selalu berusaha untuk memperbaiki hidupnya di hari esok Makna dan pesan hijrah seperti ini yang sebenarnya memberikan energi kepada umat Islam kala itu sehingga mereka betul betul menjadi insan yang sempurna Totalitas hidup yang diberikan oleh sahabat sahabat terhadap intisari agamanya dimaknai secara comprehensive kaffah Jika mereka sebelum memeluk Islam sarat dengan kesukuan fanatisme hedonisme dan anarkisme kini setelah mereka hijrah meninggalkan semua kebiasan dan pola lama buruk yang mengkristal dalam dirinya Setiap tahun memanfaaftkan momentum memperingati tahun baru Islam umat Islam diajak untuk hijrah dalam pengertian memperbaharui niat dan energi positif Hijrah seperti inilah yang akan memberikan pengaruh positif terhadap diri setiap orang dan masyarakatnya tanpa batas Energi hijrah ini membuat mereka mampu mengemban amanah secara professional sehingga Islam dapat berkembang tanpa batas identitas suku dan wilayah Inilah yang dimaksud oleh para ulama sebagai hijrah maknawi atau hijrah ruhaniyah dan inilah yang membuat peristiwa hijrah selalu menjadi topik pembahasan setiap saat bagi umat Islam yang tidak mungkin akan dilupakan dan diabaikan

Tinggalkan Balasan