Tidak hanya di ruang nyata ruang maya ternyata menjadi tempat masyarakat untuk bersosialisasi Media sosial saat ini telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat dalam berinteraksi dan berkomunikasi Namun hampir masyarakat lupa dan kadang abai pergaulan di media sosial harus mempunyai aturan dan etika layaknya berbicara dalam kehidupan sehari hari Islam telah memberikan panduan bagaimana kaum muslimin berinteraksi dan bergaul dalam kehidupan sehari hari Sebenarnya pergaulan sosial di dunia maya juga memiliki kesamaan karena di situlah manusia saling berinteraksi Berkata yang baik tidak saling menghujat mengedepankan sopan dan perkataan lembut merupakan ciri berkomunikasi dalam Islam Lalu bagaimana dengan lingkungan sosial di dunia maya Bagaimana Islam memberikan panduan terhadap pergaulan di media sosial Pertama mempunyai niat untuk menggapai ridho allah agar semua yang dilakukan mendapatkan pahala Dalam sebuah Hadits dinyatakan sesungguhya seluruh perbuatan itu harus dengan niat Niat yang akan menentukan perilaku selanjutnya Jika niat kita dalam bermedia sosial untuk pamer apalagi untuk menjatuhkan yang lain tentu saja itu juga merupakan perbuatan yang dilarang Karena itulah bersihkan niat sebelum bermedia sosial Kedua jangan lupa bahwa setiap tindakan manusia selalu diminta pertanggungjawaban di sisi Allah Karena itulah menulis adalah amanah yang juga akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat maka celaka yang besar bagi mereka akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri QS Al Baqarah 79 Jangan sampai menulis menjadi penyebab kita yang menghantarkan ke neraka Mungkin kita tidak sadar apa yang kita posting bakal menjadi bencana bagi masyarakat luas Maka harus diingat apapun tulisan kita akan dimintai pertanggungjawab di hadapan Allah Ketiga selalu merasa diawasi Allah ketika menulis status mengupload dan mendownload serta men share apapun di media sosial Media sosial memang tanpa batas Tetapi jangan pernah merasa perilaku di dunia maya tidak diawasi Sungguh banyak malaikat yang selalu mengawasi kalian para malaikat itu selalu mencatat perbuatan perbuatan kalian mereka mengetahui semua perbuatan kalian QS al Infithar 10 12 Mungkin kita lepas dari pengawasan aturan dan amatan orang tetapi sesunggungnya Allah Maha Mengetahui semua tindakan hambanya termasuk di media sosial Keempat menyebarkan hal yang bermanfaat dan mempunyai tujuan baik berupa ilmu amar maruf nahi munkar dan nasehat Media sosial jangan dijadikan sarana untuk menebar bencana terhadap yang lain Tetapi media sosial bagi umat Islam harus menjadi sarana menebar manfaat kepada yang lain Ada dua prinsip bagi umat Islam dalam menyebarkan apapun di media sosial Sebarkan yang bermanfaat dan ucapkan dengan perkataan yang baik Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain Serta berkatalah yang baik kepada manusia QS al Baqaarah 83 Kelima jangan menulis status yang tidak bermanfaat Jangan ceritakan sesuatu yang tidak berguna seperti keluar rumah makan siang karena hal tersebut membuang waktu kita dan waktu pembaca Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat HR Tirmidzi no 2317 Ibnu Majah no 3976 Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih Keenam jangan jadikan medsos sarana takabbur dan riya yang dapat merusak keikhlasan Jauilah menulis dan memposting yang menimbulkan sikap sombong dan ingin dipuji Barang siapa ingin didengar orang Allah jadikan didengar orang dan di akhirat tidak mendapatkan apa apa Demikian pula barang siapa ingin dilihat orang Allah mewujudkannnya dan di akhirat tidak dapat apa apa Shohih Bukhori juz 5 hal 2383 Ketujuh mengecek kebenaran berita sebelum menyebarkan berita bohong atau hukum syariat yang belum pasti Jangan menyebar setiap berita yangg didapat apabila belum jelas kebenarannya Menyebar berita bohong sama saja dengan mengumbar keburukan Cukuplah seseorang itu berbohong jika menceritakan semua yang ia dengar Dalam bermedia sosial umat Islam hendaknya menerapkan kaidah dalam ilmu hadis tentang majhul tidak diketahui Siapa yang disebut majhul bagaimana berinteraksi dengan majhul Majhul Ain tidak diketahui namanyaMajhul Hal tidak diketahui keadaannnya Apapun yang anda dapatkan dari orang orang majhul tidak diterima keterangannya dan perkataannya Kedelapan memilih siapa yang kita ikuti Sebagaimana dalam lingkungan sosial memilih teman juga harus hati hati Menjadi follower teman atau anggota group dari sebuah kebathilan adalah haram Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya Sedangkan pandai besi bisa jadi percikan apinya mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap HR Bukhari 5534 dan Muslim 2628 Hadist ini merupakan peringatan sekaligus ajaran bagi umat Islam untuk berhati hati dalam memilih teman termasuk teman di media sosial Teman akan menentukan manfaat dan bencana bagi kita Kesembilan jangan terburu buru menyalahkan pendapat orang lain atau mengomentari sesuatu yang belum dipahami dari maksud penulisnya Dalam bermedia sosial harus mengedepankan pra sangka baik agar tidak mudah jatuh dalam provokasi dan hasutan Takutlah kalian akan berprasangka karena berprasangka adalah ucapan bohong besar Janganlah kalian saling iri saling hasut saling membenci dan saling membelakangi dan jadilah kamu sekalian hamba Allah yang bersaudara HR Bukhari Kesepuluh berhati hatilah memilih kata Umat Islam harus selalu menggunakan kata kata yang baik lembut dan sopan walaupun berhadapan degan orang yang tidak sepedapat atau orang yang kita benci Wahai Rasulullah Saw tunjukkan kepadaku amal perbuatan yang membuatku masuk surga Beliau menjawab sesungguhnya hal yang pasti mendapat ampunan adalah orang yang mengucapkan salam dan perkataan yang baik dan sopan al Na jam Kabir juz 22 hlm 180

Tinggalkan Balasan