Cara Terbebas dari Dosa Riba

0
142
Cara terbebas dari Riba

Tidak terlalu berlebihan bila dikatakan bahwa ‘riba’ adalah wabah yang melanda secara massif dalam kehidupan sosial-ekonomi umat. Riba nyaris mencengkram seluruh sendi kehidupan umat. Di bidang usaha, mikro ataupun makro, terkendali dengan riba.

Ingin memiliki rumah idaman harus terbentur jua dengan dana kreditan riba. Bahkan, untuk membayar SPP pun terkadang terbelit dengan rongrongan rentenir. Lalu bagaimanakan Islam melihat fenomena ini? Bagaimana pula pandangan fikih islam soal riba?

Riba berbeda dengan transaksi jual beli. Transaksi jual beli dihalalkan oleh Allah (agama) sementara riba diharamkan. Apa itu riba? Riba menurut bahasa berarti bertambah. Riba menurut fikih adalah salah satu jenis transaksi  dengan system tertentu, namun tidak sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam.  Al-Tadzhib Fi Adillah al-Ghayah wa al-Taqrib, Dr. Mushthafa Dib, 124.

Pelaku riba mendapat kecaman keras dari Allah. Sesuai dengan firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 275

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”.

Menurut Abdul Wahab Khalaf, secara redaksional, Redaksi “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” memiliki dua pemahaman yang berbeda. Pertama, bahwa transaksi jual beli berbeda dengan riba. Redaksi ini sekaligus bantahan telak terhadap orang orang yang mengatakan bahwa transaksi jual beli itu sama dengan riba (baca: ayat al-Baqarah 275). Kedua, hukum transaksi jual beli halal(mubah), sementara hukum riba adalah haram. Ilmu Ushul al-Fiqh, 144.

Baca Juga:  Pentingnya Niat dalam Ibadah

Al-baqarah 275 turun dalam rangka menyangkal sangkaan keliru bahwa jual beli tak ubahnya dengan riba. Anggapan itu memang sengaja diwacanakan oleh orang orang yang sudah puas menikmati riba. Siapa mereka?  Syaikh Thabarsi dan Ibn al-Jauzy mengkisahkan bahwa Abbas dan Khalid Bin Walid lah inisiator pertama riba sekaligus dua orang yang memprakarsai praktik riba di zaman Jahiliyyah. Bagaimana riba yang mereka praktikkan? Mereka menghutangkan sejumlah harta (uang) kepada Bani Tsaqif hingga waktu yang ditentukan tetapi dengan syarat harus melunasi dengan jumlah melebihi dari hutangnya. Transaksi seperti ini dikenal dalam fikih dengan istilah riba al-nasi’ah. Majma’ al-bayan, Syaikh Thabarsi, 2/392. Zad al-Masir, Ibn Jauzy, 1/332.

Menurut Zainuddin al-Malibari riba haram berdasarkan ijma’ Ulama’, bahkan menurutnya riba adalah perbuatan yang tergolong kabair (dosa besar).Irsyad al-Ibad, 1/225.

Lalu bagaimana kehidupan umat di era sekarang yang rupa rupanya sulit terbebas dari cengkraman riba? Bersikukuh dengan tetap mengharamkan riba itu berarti membiarkan umat terjerumus dalam kubangan dosa. Tentang keharaman riba itu adalah ‘harga mati’ tidak bisa ditawar atau diamandemen menjadi halal, namun Zainuddin al-Malibari mencoba memberikan solusi yang cukup bijak agar umat terbebasdari cengkraman riba.

Bagaimana caranya? Caranya, ialahdengan hibah. Artinya sejumlah uang lebih dari jumlah hutang yang terpaksa kita bayarkan kita hibahkan kepada pemberi hutang, (BANK, dll). Contoh, A berhutang 10.000.000 kepada B, namun B minta dilunasi 12.500.000. berarti 2.500.000 itu adalah riba. Nah, saat membayar 2.500.000 itu diucapkan  “saya hibahkan 2.500.000 kepadamu”. Fath al-Muin, Zainuddin al-Malibari, 68.

Apakah tidak terkesan merekayasa hukum?! Riba yang menjamur secara massif di era sekarang, tentu menjadi ujian tersendiri bagi umat yang mustahil untuk menghindarinya. Kemustahilan untuk menghindari riba ini menjadi sebab umat mendapatkan kemudahan hukum (rukhshah). Kemudahan hukumnya berupa melakukan hilah (rekayasa) transaksi seperti yang diberikan oleh Zainuddin al-malibari sesuai dengan kaidah fikih

Baca Juga:  Jagalah Lisan dan Postingan, Hindari Hinaan dan Ejekan

المشقة تجلب التيسير

“Kesulitan bisa menarik kemudahan”


ABDUL WALID, Alumni Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo dan Dewan Asatidz di Pondok Pesantren Nurut Taqwa Cemoro Banyuwangi

Tinggalkan Balasan