Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh Satu ketika dalam sebuah halaqah salah seorang pemateri yang disebut ustadz mengatakan kepada saya bahwa nasionalisme tidak memiliki dasar dalam Alquran dan hadits Dia menceritakan bahwa nasionalisme adalah konspirasi barat untuk meruntuhkan Islam Umat Islam yang semula merupakan umat yang satu dibawah kekuasaan pemerintahan yang sama harus terpecah belah dalam wadah nasionalisme Dari cerita panjang yang disampaikannya terdapat satu kesimpulan pasti bahwa nasionalisme itu haram diikuti dan dikampanyekan oleh umat Islam Bagaimana ustadz memandang hal ini Wassalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh Sofyan Mahmud BanjarmasinWa alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh Sahabat Sofyan yang diberkahi Allah Terus terang saat mendapat pertanyaan dari anda hati saya berasa pedih Betapa tidak saya pun pernah menyaksikan sendiri dalam sebuah tayangan televisi ada seorang ustadz muda muallaf yang dengan penuh percaya diri menyebut nasionalisme tidak ada dalilnya dalam teks keagamaan Islam Secara sederhana saat itu saya lantas berfikir apakah mungkin para ulama Nusantara di masa revolusi yang berjuang untuk kemerdekaan negeri ini melawan penjajah melakukannya tanpa dalil Apakah mereka juga telah melakukan sebuah bidah karena memperjuangkan kemerdekaan atas nama cinta tanah air nasionalisme Saya tidak menyalahkan pendapat ustadz tersebut karena barangkali ia kurang memahami definisi tentang nasionalisme itu sendiri Biasanya mereka yang menolak nasionalisme hanya memandang bahwa gagasan nasionalisme berasal dari barat untuk memecah belah kesultanan Islam internasional Khilafah Turki pada 1924 Menurut mereka berawal dari konsep nasionalisme inilah bangsa bangsa Arab bersikukuh memisahkan diri dari Kekhilafahan Islam sehingga kekuatan umat Islam terpecah belah berdasarkan garis teritorial Bahasa dan budaya Menurut saya mengkaitkan nasionalisme dengan keruntuhan Kesultanan Turki Utsmani adalah tindakan gegabah dan tidak berdasar Karena hal itu sama dengan melakukan simplifikasi terhadap sebuah masalah Sebagaimana diketahui keruntuhan Turki Utsmani bukan tercipta oleh sebab tertentu Kekhilafahan ini runtuh akibat banyak factor eksternal maupun internal Kepongahan dan salah urus kekhilafahan di masa masa kritisnya menjadi salah satu faktor kehancurannya Korupsi penindasan dan kebijakan kebijakan keliru dari para Sultan menjadi satu dari sekian banyak sebab Betul boleh jadi konsep nasionalisme menjadi salah satu sebab yang mempercepat keruntuhan pemerintahan Islam Internasional ini Tapi sekali lagi nasionalisme bukanlah satu satunya atau hal utama yang menyebabkan runtuhnya kekhalifahan Turki Utmani Untuk lebih jelasnya kiranya sahabat Sofyan dapat kembali merujuk pada referensi sejarah yang objektif dan terpercaya terkait peristiwa yang menorehkan luka bagi umat Islam ini Kembali pada pertanyaan utama mengenai nasionalisme apakah ada dasarnya dalam Alquran maupun hadits Tentu saja harus jujur kita katakan bahwa istilah dan kata nasionalisme itu sendiri tidak ada dalam kitab pedoman umat Islam Alquran Hadits Karena kata ini sendiri merupakan istilah yang baru ada dan dikenal pada abad 20 Masehi Meski demikian ayat Alquran maupun Hadits yang secara tidak langsung menyebut istilah nasionalisme itu dapat kita rasakan kehadirannya di dalam Alquran dan Hadits Muhammad Jamaluddin Al Qasimi dalam tafsir Mahasin At Ta wil memaparkan riwayat latar belakang asbabun nuzul turunnya ayat 144 Surat Al Baqarah tentang perpindahan kiblat umat Islam dari Jerussalem ke Ka bah di Mekah Dalam riwayat itu disebutkan bahwa ketika Rasulullah hijrah ke Madinah beliau shalat menghadap baitul maqdis di Jerussalem Setelah enam belas bulan beliau menghadap ke sana rasa rindu kepada Ka bah dan Mekah makin tak tertahankan Karena Ka bah merupakan kiblat leluhur Ibrahim dan Ismail dan merupakan kebanggaan bangsa Arab terlebih Quraish sebagai asal usul kebangsaan beliau Berkali kali beliau memanjatkan doa agar Allah memberi perkenan agar arah kiblat dipindahkan ke Mekah Sehingga akhirnya Allah pun memberi perkenannya menghadap Ka bah sebagai kiblat lewat turunnya ayat 144 Surat Al Baqarah Sungguh Kami sering melihat wajahmu menengadah ke langit maka sungguh Kami akan memalingkan wajahmu pada arah kiblat yang kamu sukai Palingkanlah wajahmu ke arah masjidil haram QS Al Baqarah 144 Bukan kali itu saja beliau menunjukkan kecintaannya kepada tanah air tempat kelahirannya Enam belas bulan sebelumnya saat beliau melakukan perjalanan hijrah dengan berat langkah beliau menengok ke belakang ke arah kota yang sedang ia tinggalkan Mekah Dalam sebuah riwayat hadits dari At Tirmidzi beliau disebut mengatakan wallahi innaka ahabbu ardhillahi ilayya wa lau anna qaumaka akhrojuunii maa kharajtu Demi Allah sungguh engkau Mekah adalah bumi Allah yang paling kucintai andai pendudukmu tidak mengusirku aku tidak akan keluar darimu Kerinduan Nabi terhadap negeri tanah air dan tumpah darahnya juga sama dirasakan para sahabat Di masa masa awal hijrah dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari Imam Malik dan Imam Ahmad Nabi pernah berdoa agar diberi kecintaan yang sama bahkan lebih terhadap kota Madinah sebagaimana kecintaan terhadap Mekah Allahumma habbib ilaina al Madinah li hubbinaa li makkata wa asyaddu Dari dalil dalil di atas dapat dipahami bahwa nasionalisme dalam arti cinta pada tanah air merupakan salah satu naluri alamiah dari manusia Karena sifatnya yang alamiah maka kehadiran perasaan tersebut tidak dapat ditahan tahan dan dihalang halangi Di dalah ilmu ushul fiqh disebutkan bahwa syariat Islam baik perintah maupun larangan tidak bisa bertentangan dengan hal hal yang bersifat alamiah dan naluriah Karena itu di dalam Alquran maupun hadits tidak pernah ada larangan untuk melakukan makan ataupun hubungan badan misalnya yang ada hanyalah mengendalikan agar makan minum yang diizinkan halal dan hubungan badan yang diperbolehkan pernikahan Dengan demikian mengatakan bahwa cinta tanah air nasionalisme dilarang oleh agama sungguh tidak berdasar karena melanggar hal hal manusiawi dan alamiah itu sendiri Sebagai penutup dua ayat terakhir dalam Surat Al Mumtahanah ayat 8 9 dan Surat Al Baqarah ayat 148 dapat menjadi dasar kuat keberadaan nasionalisme dalam Islam Dalam Surat Al Mumtahanah disebutkan bahwa Allah telah memberi izin kepada umat Islam di suatu negeri untuk melawan segala bentuk penjajahan sebagai wujud cinta negeri Sementara dalam Al Baqarah tersebut Allah mengakui keberadaan bangsa bangsa dan negeri negeri sebagai wujud nasionalisme untuk eksis dalam kehidupan dunia ini Allah hanya berpesan agar para bangsa dan penduduk setiap Negara yang berbeda itu melakukan perlombaan dalam kebajikan Demikianlah

Tinggalkan Balasan