Hijrah Momentum Tinggalkan Adu Domba & Hoax Untuk Keutuhan NKRI

0
40

Jakarta Umat muslim di seluruh dunia baru saja merayakan tahun baru 1440 hijriyah pada hari Selasa 11 9 2018 sekaligus memperingati hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah dalam rangka mengindari penindasan dan membangun peradaban baru yang damai tenteram dan adil Karena itulah peringatan tahun baru 1 muharram harus jadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk meninggalkan hal hal buruk ditengah era kemajuan informasi teknologi seperti adu domba hoax dan ujaran kebencian menuju terciptanya kedamaian kerukunan kemajuan dan keutuhan NKRI Tahun baru hijriah jangan hanya sekadar seremoni tapi harus jadi momentum hijrah dari nilai nilai atau perilaku jahiliyah ke makna hijrah sebenarnya yang diajarkan Rasulullah SAW yaitu menciptakan kedamaian kerukunan kehidupan yang lebih baik dan meninggalkan perilaku merusak seperti mengirim hoax ujaran kebencian dan fitnah di media sosial Ini penting karena akhir akhir ini medsos penuh dengan hoax ujaran kebencian provokasi insinuasi sindiran dan propaganda radikalisme yang bisa mengancam keutuhan NKRI Kita harus tinggalkan itu semua ini untuk memlihara NKRI Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila ujar cendekiawan muslim Indonesia Prof Dr Azyumardi Azra MA CBE di Jakarta Rabu 12 9 2018 Azyumardi menilai perilaku menyebarkan hoax ujaran kebencian adu domba dan lain lain adalah perilaku jahiliyah yang dikuasai nafsu angkara murka Ironisnya perilaku seperti itu kini kembali marak terutama di media sosial Penyakit seperti ini dinilai tidak hanya membahayakan moral anak bangsa tapi bisa memecah belah keutuhan Indonesia dengan Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila Karena itu semua pihak harus menjadikan tahun baru hijriah untuk membuat resolusi kebulatan tekad dalam diri masing masing untuk meninggalkan hal hal jahiliyah diatas menuju kebenaran yang berorientasi penciptaan perdamaian dan kerukunan dalam masyarakat Juga meningatkan rasa saling menghargai satu sama lain terlepas dari perbedaan perbedaan yang ada Rasulullah SAW hijrah dari Mekah ke Madinah itu berjumpa bukan hanya dengan orang muslim tapi juga dengan orang orang Yahudi dan juga ada umat Kristiani Tapi beliau berdamai menciptakan perdamaian dengan hijrahnya itu Jadi meninggalkan nilai nilai kalau dalam konteks sekarang nilai nilai yang bisa menimbulkan kekacauan dalam masyarakat pada nilai nilai keadilan kebenaran keikhlasan itu nilai nilai positif yang harus diisi dalam tahun baru 1440 hijriah terang Guru Besar Sejarah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah ini Azyumardi menjelaskan penetapan tahun baru hijriah dilakukan oleh Khalifah Umar Bin Khattab atas usul Sayyidina Ali dan Sayyidina Utsman enam tahun setelah Rasulullah SAW wafat pada 638 masehi Penetapan hijrah Rasulullah sebagai awal dari almanak islam karena setelah hijrahnya Rasulullah dan menetap di Madinah beliau berhasil membangun negara Madinah yang damai dan adil di tengah perbedaan yang ada Selain itu hijrah juga menjadi awal mula pembentukan masyarakat muslim yang solid dan menyatu dibawah kekuasaan keagamaan dan politik Sejak itu lanjut Azyumardi kaum muslimin menjadi terkonsolidasi sebagai umat dan sebagai nation atau bangsa yang kemudian menjadi bagian dari anggota keluarga dari negara Madinah itu Ia menegaskan bahwa peristiwa hijrah Rasulullah Muhammad SAW menjadi peristiwa yang sangat krusial dan penting karena menjadi titik tolak dari pembentukan umat Islam dari sudut keagamaan maupun juga dari sudut politik Salah satu buktinya adalah dibuatnya Piagam Jakarta Menurut Azyumardi sebagai kepala negara Rasulullah berusaha menciptakan kehidupan yang harmonis sehingga umat muslim bisa hidup berdampingan dengan orang yahudi dan penganut agama lain

Tinggalkan Balasan