Tag Archives: belajar fikih

Hukum Berwudlu’ atau Mandi Besar Menggunakan Air Hangat

Wudhu Air Hangat

Selain air segar yang langsung mengalir dari sumber mata air murni, air hangat juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Sebagian orang menjadikan mandi air hangat sebagai kebiasaan tanpa mengetahui manfaatnya. Mungkin saja di saat cuaca dingin atau di daerah yang memang bersuhu dingin mandi air hangat bertujuan untuk menghangatkan tubuh dari serangan udara dan cuaca dingin. Mandi air hangat …

Read More »

Kaidah Fikih: Boleh Mengambil Harta Orang Lain Asal…

Mengambil Hak

Siapapun tidak dibenarkan secara serampangan mengambil harta milik orang lain. Sebab Islam sangat menghargai hak milik seseorang. Akan tetapi, ada situasi dan keadaan tertentu yang dibenarkan mengambil paksa harta orang lain, meskipun pemiliknya tidak merelakan. Kaidah berikut merupakan cabang dari kaidah sebelumnya tentang menghargai hak orang lain. Jika seseorang tidak diperkenankan mengotak atik harta yang bukan haknya, demikian pula tidak …

Read More »

Kaidah Fikih: Instruksi yang Sia-sia

Kaidah Perintah

Sebuah perintah tidak boleh serta merta ditelan secara mentah-mentah. Dalam posisi normal perintah tetaplah harus dikaji dan dipikir secara matang. Apakah mengandung kebaikan atau malah mencelakakan. Tentu tidak boleh gegabah dalam menerima instruksi, sebab jika ternyata perintah tersebut tidak benar maka menjadi batal dan nonsen sebelum dilaksanakan. Kaidah berikut merupakan cabang dari kaidah sebelumnya tentang menghargai hak orang lain. Jika …

Read More »

Kaidah Fikih: Mempertahankan Lebih Mudah dari pada Memulai

kaidah fikih mempertahankan

Sebuah pepatah yang begitu populer menyatakan bahwa mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan atau memulai. Pepatah ini acapkali mendapatkan pembenaran aplikatif dalam dunia bisnis, terutama di bagian marketing ataupun dalam menjalin hubungan bahtera rumah tangga dan hubungan yang serius menuju singgasana pelaminan. Dalam dunia marketing ketika sebuah produk sudah berhasil menempati alam pikir obyek target pasarnya, tugas selanjutnya bagaimana mereka bisa …

Read More »

Kaidah Fikih: Menularkan Hukum

Kaidah Hukum Yang Sama

Serupa tapi tak sama, sebuah peribahasa yang menggambarkan dua entitas yang terlihat sama, tetapi memiliki hal-hal yang berbeda, ciri, karakter, dan atribut yang menyertainya. Contoh sederhana dua anak yang terlahir kembar. Mereka memiliki raut wajah yang mirip dan serupa. Cara berpakaian dan kesukaan sama, namun terkadang sifat dan karakter berbeda, yang satu cengeng, yang lain tangguh. Realiatas seperti ini juga …

Read More »

Kaidah Fikih: Satu Obyek, Beda Status

Kaidah Makna Benda

Dalam kehidupan sosial tak jarang dijumpai perilaku yang berbeda atas obyek yang sama berdasarkan pemaknaan sosial individu terhadap situasi yang melingkupi lingkungannya. Dalam kajian teori sosial perilaku demikian berada pada ranah kajian teori interaksionisme simbolik. Interaksionisme simbolik merupakan salah satu teori yang acap kali digunakan dalam sebuah penelitian sosial. Teori ini terkait erat dengan pemikiran Max Weber yang mengatakan bahwa …

Read More »

Kaidah Fikih: Isyarat yang Penuh Makna

Bahasa Isyarat

Keberagaman adalah sunnatullah, hukum alam yang mustahil dinafikan. Keberagaman menjadi penanda yang membatasi garis demarkasi antara Sang Pencipta dan yang diciptakan (makhluk). Dari berbagai segi seluruh makhluk sangatlah beragam. Demikian pula yang terjadi pada makhluk yang bernama manusia. Mulai dari fisik, pikiran, kecenderungan, hoby, semua tidak tunggal. Seolah menegaskan bahwa ke-tunggalan hanyalah milik Yang Maha Tunggal. Dari cara berkomunikasi, berekspresi, …

Read More »

Fikih Fashion (2) : Ternyata Nabi menganjurkan Nail Art

Nail Art

Mendengar berita ini tentu yang paling  sangat amat bahagia adalah makhluk Tuhan yang bernama wanita sebab yang suka berhias dan berdandan adalah kaum hawa. Pria jarang bahkan boleh dibilang tidak ada yang senang berhias untuk meperelok tubuhnya. Salah satu yang menjadi perhatian serius wanita adalah memperindah kuku, apalagi yang masih ABG. Generasi millenial menyebutnya “nail art”. Memperindah atau menghias kuku. …

Read More »

Kaidah Fikih : Tulisan Sepadan dengan Ucapan

Tulisan Dan Ucapan

Dunia yang dilipat, sebuah judul buku yang ditulis oleh Yasraf Amir Piliang terbit pertama pada tahun 1998. Realitas dunia semakin ke sini semakin ‘mengkerut’. Dunia telah memasuki realitas baru yang tercipta akibat pemadatan, pemampatan, peringkasan, pengecilan, dan percepatan. Sehingga dunia seperti sebuah lipatan kecil yang bisa dijangkau dalam hitungan menit. Makanan siap saji dalam hitungan menit dapat kita santap di …

Read More »

Kaidah Fikih: Dahan Pohon yang Tetap Kokoh Tanpa Akar

Kaidah Dahan Pohon

Kaidah berbicara tentang eksistensi cabang yang tetap diperhitungkan walaupun asalnya sudah tidak ada. Ibarat sebuah pohon dengan akar yang menghunjam ke tanah, di saat akar tercerabut pohon menjadi tumbang dan ranting pun ikut tumbang. Ibarat sebuah bangunan di saat pondasi ambruk tembok pun ikut roboh. Itulah hukum alam yang berjalan sesuai koridor normalnya. Namun, jika terjadi berkebalikan dengan hukum normalnya, …

Read More »

Kaidah Fikih: Gagal Satu Gagal Semua

Kaidah Satu Gagal Gagal Semuanya

Kaidah ini merupakan penjabaran dari kaidah, idza saqatha al-ashl saqatha al-far’u (apabila asal telah gugur, maka cabang pun menjadi gugur). Ruang lingkup aplikasinya lebih spesifik. Topik pembahasan masih seputar asal dan cabang (al-far’u), cuma istilah yang digunakan sedikit berbeda. Kaidah ini menggunakan istilah kandungan atau cakupan (al-dlimn) untuk menggantikan istilah cabang. Penjelasan lebih lengkap seperti berikut ini: اِذَابَطَلَ الشَّيْءُ بَطَلَ …

Read More »

Kaidah Fikih: Mengunggulkan Sisi Negatif

halal dan haram

Kaidah ini berbicara apabila bercampur antara halal dan haram, maka haram dimenangkan, sehingga semua dihukumi haram. Dalam dunia bisnis dikenal istilah area hitam dan putih. Area hitam merupakan bisnis yang bergerak di dunia hitam, dunia terlarang, baik barang ilegal (black market) ataupun barang-barang terlarang, seperti narkoba dan semacamnya. Area putih adalah bisnis yang jelas halalnya, mulai dari proses hingga transaksinya. …

Read More »

Kaidah Fikih: Menimbang Dua Hal Yang Kontradiktif

Kaidah Tentang Kontradiksi

Kaidah ini berbicara tentang cara menimbang dua hal yang kontradiktif atau bertentangan. Mana kira-kira yang didahulukan? Kontradiksi adalah hukum alam (sunnatullah) yang sengaja diciptakan agar terjadi dialektika demi keberlangsungan alam itu sendiri. Dialektika dalam dunia filsafat merupakan teori Hegel yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang terdapat di alam semesta merupakan hasil dari pertentangan antara dua hal yang memunculkan hal baru, …

Read More »

Kaidah Fikih: Ketika Badai telah Berlalu

Kaidah Badai

Kaidah kali ini tentang hukum yang terhalangi pemberlakuannya karena ada rintangan. Ketika penghalang itu sudah tidak ada, hukum dapat diberlakukan kembali. Idealisme selalu menempel pada tataran konsep. Karena konsep merupakan hasil pemikiran yang ideal. Pada tataran praktik akan berhadapan dengan berbagai macam persoalan. Demikian juga dengan hukum, pada tataran konsep sangat ideal dan sempurna, namun praktik di lapangan akan mengalami …

Read More »

Kaidah Fikih: Jangan Salah Mengartikan Diam

kaidah fikih diam

Kaidah berikut menerangkan tentang kondisi diam yang penuh dengan makna. Jangan salah mengartikan sikap diam. Diam itu emas, diam itu hikmah. Diam itu menandakan lemahnya iman di dada, diam itu pengecut. Masih banyak lagi kata mutiara yang menyoroti tentang makna diam. Diam bagaikan dua mata pisau yang dapat difungsikan untuk menyelamatkan atau bahkan mencelakakan. Suatu sikap yang kadang mendapat pujian …

Read More »

Kaidah Fikih: Pengikut Yang Belum Mandiri

pengikut yang belum mandiri

Kaidah ini berbicara tentang status hukum pengikut yang belum mandiri. Kemandirian dalam segala hal merupakan impian setiap manusia. Mulai dari lingkup kecil seperti keluarga hingga lingkup yang lebih luas semisal negara. Kemandirian adalah kemerdekaan dalam bersikap dan berdaulat. Founding fathers bangsa Indonesia mencita-citakan agar negara ini berdikari, berdiri di atas kaki sendiri. Artinya, sebagai sebuah negara yang bercita-cita agar rakyatnya …

Read More »

Kaidah Fikih: Pemakluman Terhadap Pengikut

pemakluman hukum

Kaidah ini berbicara tentang barang atau seseorang yang berposisi sebagai sebagai tabi’, akan mendapatkan toleransi atau pemakluman hukum yang tidak bisa didapatkan ketika ia berposisi sebagai matbu’. Dinamika kehidupan harus berjalan mengikuti rumus keseimbangan. Keseimbangan merupakan sunnatullah yang harus dipatuhi oleh semua makhluk apapun di muka bumi ini. Jika terdapat pihak-pihak yang melawan rumus keseimbangan dengan melakukan upaya-upaya yang bertentangan, …

Read More »

Kaidah Fikih: Kesetiaan Seorang Pengikut

kesetiaan pengikut

Kaderisasi dalam sebuah organisasi itu penting. Keberlangsungan sebuah organisasi ditentukan oleh bagaimana merekrut dan merawat kader. Kaderisasi yang mengacu pada kualitas akan lebih efektif dari pada kaderisasi yang hanya mementingkan kuantitas. Tidak perlu banyak orang, yang terpenting adalah militansi dan loyalitas terhadap organisasi. Loyalitas dan militansi kader yang akan banyak berperan dalam menghidupkan roh organisasi. Oleh karena itu, membangun mental …

Read More »

Konsultasi Syariah: Darah Haid Nempel Sulit Dihilangkan, Najiskah?

darah haid

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Bagaimana hukum darah haid yang menempel kuat dan tidak bisa dihilangkan di kain; sarung atau baju. Bolehkah dipakai untuk shalat. Terima kasih jawabannya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yuni, Karyawati Surabaya Walaikum salam warahmatullahi wabarakatuh Saudari Yuni yang semoga berbahagia, berbicara tentang darah. Imam Qurthubi berkata di kalangan Ulama’ (ahli Fikih) sepakat mengatakan bahwa darah itu hukumnya haram. Haram …

Read More »