Zainol Huda

Alumnus Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo dan Dosen STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep.

Memahami Fatwa (10): Syarat-Syarat Mujtahid

fatwa

Artikel ini melanjutkan pembahasan sebelumnya tentang syarat-syarat mujtahid. Uraian sebelumnya telah mengulas syarat mujtahid yang pertama dan kedua, yakni menguasai gramatika bahasa Arab dan menguasai ilmu-ilmu Al-Qur’an. Syarat berikutnya akan diulas secara detail dalam artikel ini. Ketiga, menguasai ilmu-ilmu hadis. Jika dibuat kategori penguasaan tentang ilmu yang terkait dengan hadis dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian: (a) mengetahui ilmu seputar riwayat …

Read More »

Memahami Fatwa (9): Syarat-syarat Mujtahid

fatwa

Dalam beberapa artikel sebelumnya telah diulas tentang kriteria seorang mufti. Para ilmuwan Islam berpandangan bahwa mufti haruslah seorang mujtahid, mufti tidak lain dan tidak bukan adalah mujtahid itu sendiri. Satu person dengan fungsi yang berbeda. Namun, sekelompok pakar yang lain mempunyai pandangan yang berbeda. Menurut kelompok ini, mufti tidak harus dari kalangan mereka yang bergelar mujtahid dengan tetap memperhatikan kriteria …

Read More »

Memahami Fatwa (8): Kepribadian Mufti Menurut Ahmad Bin Hambal

fatwa

Seorang mufti menjadi corong dan mediator penyampai aturan-aturan syariat terutama yang terkait dengan hukum Islam. Ia berposisi sebagai wakil Tuhan layaknya seorang rasul, serta melanjutkan misi risalah Nabi. Dengan begitu, seorang mufti dituntut tidak hanya memiliki kualitas keilmuan yang memadai, namun ia juga harus mempunyai kepribadian yang utuh, karena hal ini menyangkut persoalan agama yang transendental. Kriteria kredibilitas dan kepribadian …

Read More »

Memahami Fatwa (7): Bolehkah Selain Mujtahid Berfatwa?

fatwa

Artikel ini melanjutkan ulasan sebelumnya tentang pandangan ulama dalam menyikapi soal mufti apakah harus mencapai level mujtahid (baca kembali haruskah mufti seorang mujtahid). Mayoritas kalangan Syafi’iyah mensyaratkan mufti haruslah berstatus seorang mujtahid. Pendapat kelompok pertama ini telah diuraikan lengkap dengan tingkatan mujtahid di artikel tersebut. Sedangkan pendapat kedua akan dibahas dalam artikel ini. Golongan ulama kedua menyatakan bahwa mufti dapat …

Read More »

Memahami Fatwa (6): Haruskah Mufti Seorang Mujtahid?

fatwa

Pada artikel sebelumnya telah diulas soal kriteria seorang mufti (baca kembali unsur-unsur fatwa dan kriteria seorang mufti). Salah satu kriteria yang menyangkut kemampuan mufti dalam memberikan fatwa adalah harus menguasai hukum-hukum syariat. Syarat ini meniscayakan seorang mufti harus paham ushul fikih, kaidah fikih, dan tujuan-tujuan pokok syariat (maqashidus syari’ah). Lalu sejauh mana pemahaman yang dibutuhkan oleh seorang mufti terkait syarat …

Read More »

Memahami Fatwa (5): Unsur-unsur Fatwa dan Kriteria Seorang Mufti

fatwa

Keberadaan entitas apapun di alam raya ini tidak lepas dari unsur-unsur yang menjadi bagian terpenting dari eksistensinya. Elemen yang menjadi bagian tak terpisahkan tersebut dalam bahasa agama dikenal dengan rukun. Setiap perbuatan apapun dalam syariat Islam harus memenuhi rukun agar menjadi absah, tak terkecuali fatwa. Terbentuknya sebuah fatwa harus memenuhi unsur-unsur yang menjadi rukun fatwa. Unsur-unsur Fatwa Rukun fatwa terdiri …

Read More »

Memahami Fatwa (4): Hukum Berfatwa dan Situasi yang Melingkupinya

fatwa

Kehadiran fatwa di tengah-tengah masyarakat muslim yang dihadapkan dengan berbagai problematika kehidupan menjadi semacam guide yang akan menuntun mereka agar tetap melangkah di jalur syariat yang benar. Dengan demikian, fatwa merupakan menu yang dinanti-nanti oleh mereka saat membutuhkan sikap, arah, langkah yang akan diambil dalam menyikapi sebuah persoalan yang sedang terjadi dan membutuhkan sebuah keputusan hukum yang sesuai dengan syariat …

Read More »

Memahami Fatwa (3): Syariat dan Urgensitas Fatwa

fatwa

Keberadaan fatwa menjadi solusi bagi umat Islam dalam menghadapi persoalan-persoalan baru yang membutuhkan penyelesaian terkait dengan sikap, status hukum, dan langkah-langkah yang harus ditempuh sesuai prosedur syariat Islam. Terkait dengan hal tersebut, Islam melegalkan aktifitas fatwa. Legalitas fatwa menjadi penting agar menjadi acuan yang benar-benar kokoh dan dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya secara syariat. Artinya, Islam mensyariatkan fatwa melalui dukungan sumber-sumber …

Read More »

Memahami Fatwa (2): Perbedaan Fatwa, Keputusan Hakim (Qada’), dan Fikih

fatwa

Islam mengatur semua aspek kehidupan umat manusia, sejak bangun tidur di pagi hari hingga istirahat kembali di malam hari. Segala tindak-tanduk dan perilaku orang mukallaf (orang yang cakap hukum) senantiasa berada dalam sorotan aturan syariat, baik yang berhubungan dengan Allah (‘ubudiyah), dengan makhluk hidup, maupun dengan alam (mu’amalah). Aturan-aturan tersebut dalam Islam kemudian dikenal dengan istilah syariat. Syariat adalah segala …

Read More »

Memahami Fatwa (1): Mengenal Apa Itu Fatwa

fatwa

Artikel memahami fatwa ini akan terbit secara berkala dalam bentuk serial hingga tuntas pembahasan seputar fatwa. Secara sederhana fatwa dapat dipahami sebagai ungkapan yang mengandung penjelasan tentang keputusan hukum terhadap berbagai problematika kehidupan umat Islam. Fatwa menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tugas kerasulan. Setiap rasul yang diutus oleh Allah mengemban tugas untuk menjelaskan hukum syariat yang berlaku bagi ummatnya. …

Read More »

Nikah Beda Agama dalam Pandangan Fikih

pernikahan beda agama

Manusia dihadirkan di muka bumi oleh Allah untuk tujuan memakmurkan bumi, mengatur kehidupan, dan keberlangsungan alam semesta. Misi ini mengharuskan manusia untuk selalu eksis hingga dunia mencapai puncak kepunahan dan kehancurannya. Sudah maklum bahwa usia manusia sangat terbatas dibanding usia planet bumi, maka dibutuhkan tunas-tunas generasi penerus khalifatullah fil ardl. Manusia harus beranak-pinak, mempunyai keturunan agar bumi tidak kosong. Oleh …

Read More »

Kaidah Fikih: Menjilat Air Ludah Sendiri

ludah sendiri

Sebuah pepatah mengatakan air ludah yang sudah keluar tak mungkin dijilat kembali. Pepatah ini mengandung makna bahwa apa yang telah keluar dari mulut seseorang berupa ucapan tidak mungkin ditarik kembali dan dilakukan ralat. Tentu hukum ini berlaku terhadap ungkapan yang mengandung hak dan kewajiban yang terkait dengan dirinya dan orang lain. Apapun yang telah menjadi keputusan yang melibatkan kehadirannya, bahkan …

Read More »

Belajar kepada Anjing

memelihara anjing

Tak ada kebenaran sejati dalam dunia ini. Untaian kata penuh dengan filosofis ini patut dijadikan sebagai pedoman dalam menghadapi situasi yang tak menentu dan dunia yang penuh dengan retorika dan manipulatif seperti saat ini. Bahwa sejatinya kebenaran yang mengemuka tak berarti kebenaran mutlak tanpa sisi buram dan celah hitam. Sebaliknya, apa yang kita anggap sebagai kesalahan, tak seutuhnya adalah kesalahan …

Read More »

Kaidah Fikih: Senjata Makan Tuan

senjata makan tuan

Pepatah yang terdapat pada judul artikel ini sangatlah populer. Senjata seharusnya menjadi pelindung diri dari ancaman dan serangan musuh. Justeru yang terjadi adalah sebaliknya, ia membahayakan dan menjerumuskan tuan si empunya. Itulah yang disebut senjata makan tuan. Dalam realitas sosial dapat dijumpai ungkapan-ungkapan ataupun cemoohan yang pada awalnya ditujukan untuk menyerang lawan, namun malah berbalik justeru menjadi celah kelemahan yang …

Read More »

Barang yang Sudah Dibeli Tidak Dapat Dikembalikan

barang yang sudah dibeli

Kalimat yang tertera pada judul artikel ini sangat familiar dalam dunia bisnis, terutama yang bergerak di bidang perdagangan barang, mulai dari pakaian, alat bangunan, forniture, dan peralatan rumah tangga. Dalam keseharian klausul tersebut dengan mudah dapat ditemukan dalam struk pembelanjaan di mini market atau super market yang menjamur di Indonesia seperti Alfamart, Indomart, ataupun sebagian market lokal. Sepintas lalu klausul …

Read More »

Kaidah Fikih: Yang Tersembunyi Menjadi Tampak

kaidah fikih

Tak ada yang mampu menyelam dan memahami hati dan pikiran seseorang. Pikiran, niat, bisikan hati hanya diketahui oleh pemiliknya, dia dan Tuhan. Perilaku dan tindakan yang tampak terkadang tak mewakili apa yang terbersit dalam hati. Namun demikian, setiap tindakan mempunyai motif tersendiri yang bisa terbaca melalui analisis terhadap indikator-indikator tertentu. Seorang sosiolog berkebangsaan Jerman, Max Weber membagi tipe tindakan sosial …

Read More »

Mengapa Harus Berdoa, Jika Takdir Telah Ditetapkan?

Allah mengabulkan doa

Pada tahun 1998 jagat pertelevisian Indonesia dihebohkan dengan lirik sebuah lagu yang dilantunkan oleh aktris populer Desy Ratnasari yang menjadi soundtrack sinetron “Takdir”. Pasalnya, judul lagu yang sama dengan judul sinetron tersebut pada bait refrain terdapat lirik, “takdir memang kejam”.  Sontak saja lagu ini menuai protes keras, terutama dari MUI yang berakhir dengan merevisi lirik tersebut menjadi, “kasihku yang hilang”. …

Read More »

Kaidah Fikih: Keterbatasan Sebuah Pengakuan

kaidah ungkapan

Kodrat alam menyatakan bahwa perjalanan kehidupan dunia adalah pertarungan dua kutub yang berlawanan, min-plus. Kehidupan akan berjalan dinamis jika dua elemen ini saling berpacu dan mengisi satu sama lain. Sesekali butuh gesekan untuk memercikkan semangat juang dan memperjelas posisi masing-masing. Dari titik itu lalu perjuangan dimulai dan kehidupan dapat dimaknai. Min-plus akan terus eksis selama kehidupan masih berlangsung. Tak terkecuali …

Read More »

Fikih Shalat Sunah (9): Shalat Witir Wajib, Kok Bisa?

shalat witir

Sebagian umat Islam mengenal shalat witir pada bulan Ramadan, karena shalat sunah ini menjadi rangkaian ibadah shalat tarawih yang dilakukan dalam rangka menghidupkan malam-malam di bulan yang penuh barakah tersebut. Mungkin saja sebagian kecil kalangan umat Islam mengira shalat witir hanya ada di bulan Ramadan. Atau meskipun toh tahu mungkin tak banyak yang mengerjakan, kecuali hanya di bulan Ramadan. Padahal …

Read More »

Kaidah Fikih: Fungsi Saksi dan Sumpah dalam Sebuah Sengketa

saksi dan sumpah

Seseorang yang memiliki prinsip terkategorikan sebagai orang yang kuat dan berkarakter. Prinsip menentukan sikap dan keteguhan seseorang. Dengan prinsip, seseorang akan mudah mendapatkan trusty di mata orang lain. Orang yang tak berpendirian atau yang dikenal dengan sebutan plinplan mempunyai karakter yang lemah, bahkan dapat dibilang tidak memiliki karakter. Prinsip adalah nilai-nilai yang mendasar, sehingga berposisi kuat dan mengakar. Islam telah …

Read More »

Fikih Shalat Sunah (8): Mau Shalat Tahajud, Ini yang Harus Dilakukan

shalat tahajud

Tak dapat dibayangkan betapa istimewa dan bahagianya saat seorang penduduk negara yang tak memiliki jabatan dan posisi apapun dalam pemerintahan mendapat undangan dari seorang presiden. Tentu perasaan dalam hatinya berdebar-debar. Apalagi waktu yang ditentukan dalam pertemuan itu sangat khusus dan tidak sembarang orang mendapatkan kesempatan tersebut. Rasa bahagia tiada tara dan tanda tanya bercampur aduk menjadi satu. Ia membayangkan akan …

Read More »

Kaidah Fikih: Asas Praduga tak Bersalah

praduga tak bersalah

Masih segar dalam ingatan sekitar 20 tahun yang lalu saat Gus Dur menjabat sebagai orang nomor wahid di negeri ini. Beliau pernah melontarkan gagasan tentang asas pembuktian terbalik. Dengan sistem pembuktian terbalik, seseorang yang diduga menilep uang negara wajib membuktikan dirinya bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sontak saja gagasan ini membuat pihak-pihak yang terancam merasa geram dan berusaha sekuat …

Read More »

Fikih Shalat Sunah (7): Shalat Tahajjud, Tradisi Orang-orang Saleh

shalat tahajud

Sudah menjadi sunnatullah, kodrat alam bahwa segala sesuatu yang ada di dunai ini tercipta berpasang-pasangan. Ada baik-buruk, hitam-putih, laki-laki perempuan, pasang-surut, susah-senang, besar-kecil, terang-gelap, siang-malam, dan masih banyak yang lainnya. Sesungguhnya pada kejadian tersebut terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang mau merenung. Pergantian dan perputaran siang dan malam sengaja Allah sediakan untuk mengatur aktifitas manusia secara alami. Siang dipersiapkan …

Read More »

Fikih Shalat Sunah (6): Shalat Tasbih Media Penghapus Dosa

shalat tasbih

Manusia adalah makhluk yang sempurna dari sudut pandang penciptaan. Tak ada duanya yang mengungguli kesempurnaan manusia dalam aspek tata letak dan bentuk setiap organ dan anggota tubuhnya. Sangat luar biasa persembahan dari Zat Yang Mahaluar biasa ini dalam men-designe makhluk yang bernama manusia. Namun, di balik kesempurnaannya, manusia begitu lemah. Terbatas dalam bertindak, terbatas dalam berpikir, terbatas dalam menjangkau, serta …

Read More »

Kaidah Fikih: Bukti yang Valid Sama dengan Kenyataan

kaidah tentang bukti

Kaidah asal menyatakan bahwa pada prinsipnya setiap individu terbebas dari segala tanggung jawab, tuduhan, gugatan, dan segala hal yang berupa pembebanan dan ganti rugi. Hukum asal ini akan terus berlangsung secara normal, kecuali ditemukan dalam kenyataan individu tersebut telah melakukan hal-hal yang berakibat berubahnya hukum bara’ah (keterbebasan dari segala bentuk tanggung jawab). Misalnya, secara sah dan nyata seseorang telah melakukan …

Read More »