Zainol Huda

Zainol Huda
Alumnus Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo dan Dosen STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep.

Kaidah Fikih: antara Pelaku dan Perantara

perantara

Kaidah ini semacam sub-kaidah dari kaidah sebelumnya yang mengunggulkan pihak pelaku sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang diperbuatnya. Jika pada kaidah yang lalu pelaku bersanding dengan pihak yang menyuruh, yang mempunyai gagasan, berbeda dengan kaidah ini di mana pelaku bersanding dengan orang yang menjadi perantara yang menyumbang terhadap terjadinya kasus yang dilakukan pihak eksekutor. Bahkan, menjadi …

Read More »

Fikih Pangan (3): Hukum Hewan yang Hidup di Dua Alam

Makanan Syubhat

Masih seputar status hukum hewan atau binatang yang terklasifikasi berdasarkan habitat kehidupannya. Dalam dua artikel sebelumnya telah dibahas bagian yang pertama dan yang kedua, yaitu binatang air (al-hayawan al-ma’iy) dan binatang darat (al-hayawan al-barriy). Untuk klasifikasi yang terakhir dapat disimak melalui penjelasan berikut.  Bagianketigaadalahhewan yang hidup di dua alam atau dalam fikih dikenal dengan istilah “al-hayawan al-barma’i“. Penggunaan istilah al-barma’i …

Read More »

Fikih Pangan (2): Kriteria Hewan Darat yang Layak Konsumsi dalam Islam

Makanan Syubhat

Artikel ini melanjutkan pembahasan sebelumnya tentang status hukum hewan atau binatang yang diklasifikasi berdasarkan habitat kehidupannya. Dalam ulasan sebelumnya telah dibahas secara detail tentang klasifikasi hewan yang pertama, binatang air (al-hayawan al-ma’iy) dengan berbagai jenisnya disertai hukum mengkonsumsinya. Untuk klasifikasi yang kedua tentang hewan darat (al-hayawan al-barriy), yakni hewan yang habitat kehidupannya di darat. Ia tidak bisa hidup dalam waktu …

Read More »

Fikih Pangan (1) : Kriteria Makanan dalam Islam

Makanan Syubhat

Semua makhluk hidup pasti membutuhkan makan dan minum, tak terkecuali makhluk yang bernama manusia. Hal itu sudah menjadi kodrat alam yang sekaligus juga menjadi ciri-ciri makhluk hidup. Sebagai makhluk yang berakal, manusia tentu tidak akan mengkonsumsi benda-benda yang membahayakan atau bahkan mengancam kehidupannya. Berbeda dengan makhluk lain, terkadang apapun bisa dilahap asal dapat mengenyangkan perutnya, tak peduli apakah mengandung racun …

Read More »

Stop!! Buka Toko di Hari Jumat

Salat Jumat Pandemi 1

Sudah menjadi semacam tradisi yang meluas di kalangan umat muslim Indonesia, bahwa aktifitas di hari Jumat banyak yang diliburkan. Mulai dari kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan pondok pesantren, hingga aktifitas mengais rejeki, semisal pertokoan kelontong, perbengkelan, dan layanan jasa umum milik umat muslim. Mengosongkan aktifitas di hari Jumat merupakan bagian dari bentuk mempersiapkan diri untuk …

Read More »

Kaidah Fikih: Tanggung Jawab Dipundak Pelaku

kaidah fikih

Berani berbuat berani bertanggung jawab, sebuah ungkapan yang lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Suatu perbuatan yang berkonsekuensi hukum jika menimbulkan tanggung jawab, tentu yang logis bertanggung jawab atas semuanya adalah si empunya perbuatan (pelaku). Tak peduli perbuatan itu dilakukan atas inisiatif siapa. Hukum yang didefinisikan dengan titah Allah yang menyasar perbuatan mukalaf, memang menjadikan perbuatan (al-fi’l) sebagai objek. Dengan demikian, …

Read More »

Shalat di Gereja, Fikih Angkat Bicara

shalat Gereja

Semua agama mengajarkan tentang nilai-nilai universal. Agama, apapun namanya, tidak ada satupun yang membenarkan tindakan korupsi, kezaliman, kebohongan, penindasan, dan sederet tindakan lain yang mencederai kemanusiaan. Kehadiran agama untuk mengatur kehidupan manusia agar terarah dan tidak kacau. Dengan agama, tata kehidupan manusia menjadi teratur, hubungan manusia dengan sesama menjadi harmonis, hubungan manusia dengan lingkungan alam sekitarnya menjadi dinamis, sehingga kehidupan …

Read More »

Penggusuran Makam demi Sebuah Proyek dalam Tinjauan Fikih

Penggusuran Makam

Manusia adalah makhluk yang sangat kompleks, memiliki kecerdasan yang luar biasa dan kemuliaan yang tiada tara. Manusia mampu mencapai derajat tertinggi, bahkan melebihi malaikat yang paling mulia. Di satu sisi manusia memiliki sifat bejat yang luar biasa, keserakahan, kerakusan, buas bahkan mengalahkan binatang yang paling buas sekalipun. Itulah kompleksitas manusia dari dua kutub yang saling berseberangan. Oleh karena itu, keimanan …

Read More »

Makam Harus Dibongkar Gara-Gara Ini

Makam Dibongkar

Manusia adalah makhkuk Tuhan yang paling sempurna di antara makhluk lain yang bertebar di muka bumi ini. Kesempurnaan manusia dapat dilihat dari tata letak masing-masing perangkat anggota tubuh yang Tuhan sematkan secara proporsional dan tepat guna. Sekedar contoh, segala aksesoris yang berada di wajah manusia begitu indah dan tersemat di tempat yang pas dengan ukuran yang proporsional dan tata letak …

Read More »

Kaidah Fikih: Legalitas Syariat Menafikan Tanggung Jawab

kaidah fikih

Sesuatu yang dianggap benar dalam dunia ini tidak selalu berbanding lurus dengan kebaikan. Kebenaran tidak selalu berjalan monoton dan ajek. Kebenaran memiliki aspek keliru jika dipotret dari sudut pandang tertentu. Sebaliknya, sesuatu yang dianggap salah dalam konteks tertentu justru mengandung kebaikan. Konsep inilah yang kemudian memunculkan adagium, tak ada kebenaran yang sejati, tak ada kebenaran yang hakiki. Keragaman dan pluralitas …

Read More »

Tidak Berangkat Shalat Jumat Gara-Gara Hujan, Kok Bisa?

hujan

Hari jumat merupakan hari yang istimewa bagi segenap kaum muslimin. Di samping karena terdapat kewajiban melaksanakan shalat jumat, secara khusus hari jumat memang memiliki beberapa keistimewaan. Bahkan, dari segi penamaan harinya saja mengandung beberapa alasan. Antara lain, dinamakan jumat karena pada hari itu manusia berkumpul untuk melaksanakan shalat jumat, juga karena hari tersebut mengandung banyak kebaikan. Konon penciptaan Adam dan …

Read More »

Shalat Mualaf yang Belum Bisa Baca Al-Fatihah

manfaat shalat

Ibadah shalat menempati rukun kedua setelah dua syahadat dalam rangkaian rukun Islam. Artinya, ketika seseorang berikrar dan menyatakan dengan kemantapan hati bahwa tiada Tuhan yang semestinya disembah kecuali Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya, hal pertama yang perlu dipikirkan dan dipersiapkan adalah pelaksanaan shalat. Shalat sebagai perintah wajib menjadi pembuktian pertama sebagai bentuk manifestasi keimanan yang terpatri dalam hati. …

Read More »

Anggota Tubuh Diperban, Bagaimana Cara Berwudu Dan Mandi?

Tubuh Diperban

Dalam pelaksanaan syariat Islam terutama yang terkait dengan ibadah formal (mahdlah, murni), seperti shalat, thawaf, membaca Al-Qur’an dan sebagainya, mensyaratkan seorang ‘abid (orang yang mau melaksanakan ibadah) haruslah suci dari hadas dan benda najis. Persyaratan ini tentu sangat logis dan beralasan, karena beribadah hendak menghadap dan berkomunikasi dengan Zat Yang Mahasuci dengan kepasrahan dan ketundukan yang totalitas serta didasari keimanan. …

Read More »

Shalat bagi Orang yang Tidak Mampu Berdiri

Berdiri Dalam Shalat

Shalat menjadi syiar utama yang memaklumatkan tentang keislaman seseorang. Kewajiban shalat tergolong perkara yang ma’lumun min al-din bi al-dlarurah. Artinya, bahwa shalat itu mutlak hukumnya wajib telah diketahui oleh khalayak umum secara terang benderang, baik di kalangan awam ataupun kelompok eksklusif. Oleh sebab itu, ibadah ini tetap harus dikerjakan dan terlaksana apapun kondisi dan keadaan yang melingkupinya. Selama akal sehat …

Read More »

Tata Cara Berdiri dalam Shalat

Berdiri Dalam Shalat

Ibadah shalat merupakan syiar yang sangat fundamental dalam agama Islam. Shalat menjadi garis pembeda antara muslim dan non-muslim. Shalat menjadi cermin lahiriyah dari kesalihan seseorang. Secara kasat mata, orang yang baik shalatnya, maka dapat dikatakan seluruh tingkah lakunya menjadi baik.  Jika seseorang yang tekun dan sangat menjaga shalatnya, namun berperangai dan berakhlak tidak terpuji, maka perlu diperiksa kembali tentu ada …

Read More »

Kaidah Fikih: Hasil Tak Mendustai Proses

Kaidah Fikih Proses

Kecenderungan mayoritas manusia hanya melihat kemegahan hasil yang tercapai saat ini, tanpa harus tahu dan peduli terhadap proses apa yang telah dijalani. Budaya instan yang melanda generasi melinial ini tidak hanya berlaku dalam soal makanan yang serba instan. Tak terkecuali dalam menggapai kesuksesan dan cita-cita corak pandang yang digunakan juga menjadi instan. Padahal, sebuah kesuksesan gemilang yang tersemat pada orang …

Read More »

Hukum Nganyari Nikah, Bagaimana?

memperbaharui nikah

Dalam konteks membina mahligai rumah tangga, seringkali perumpamaan yang digunakan untuk menggambarkan sebuah perjalanan dalam mengarungi kehidupan yang melingkupi nikah adalah term bahtera. Sehingga narasi yang terbentuk dan seringkali terdengar yaitu mengarungi bahtera rumah tangga. Hal ini menandakan bahwa rumah tangga dalam perjalanannya akan mengalami hantaman angin dan debur ombak bagai bahtera yang sedang mengarungi lautan luas dan ganas lengkap …

Read More »

Sudah Punya Pasangan Mengaku Jomblo, Hati-hati Jatuh Talak!

Mengaku Jomblo

Dua insan yang terjalin dalam sebuah ikatan pernikahan berada dalam perjanjian yang sakral (mitsaqan ghalidha). Ikatan ini akan terus dijaga agar berlangsung dengan langgeng dan tidak terputus. Kata talak menjadi momok yang menakutkan dan jika terjadi hal demikian merupakan perbuatan halal yang paling dibenci oleh Allah. Oleh sebab itu, kata talak tidak seharusnya dijadikan sebagai bahan guyonan dan main-main, dikhawatirkan …

Read More »

Kaidah Fikih: Tanggung Jawab Berbanding Maslahat

Keseimbangan

Equilibrium mampu mempertahankan keberlangsungan kehidupan dalam berbagai aspek. Kaidah ini merupakan kaidah cabang dari sebelumnya, masih seputar tema keseimbangan. Perbedaan dengan kaidah sebelumnya terletak pada tataran teknis saja. Jika kaidah sebelumnya berbicara tanggung jawab yang tentu mengandung resiko, baru kemudian diimbangi dengan hasil atau manfaat yang diterima. Sebaliknya, kaidah ini berbicara soal manfaat terlebih dahulu, baru sebagai konsekuensi manfaat yang …

Read More »

Shalat: Identitas Muslim Tertinggi

shalat

Shalat berada di peringkat kedua setelah pengucapan dua kalimat syahadat dalam urutan rukun Islam. Itu artinya, setelah berkomitmen bahwa seseorang telah meyakini dengan kesaksian bahwa tuhan yang wajib disembah hanyalah Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya, maka hal pertama dan utama yang harus dipelajari dan diamalkan adalah shalat lima waktu. Shalat menjadi barometer keberagamaan seseorang. Muslim yang baik adalah …

Read More »

Makna Tradisi Berdiri (Qiyam/Marhabanan) Saat Perayaan Maulid

Tradisi Marhabanan

Sebagian golongan menganggap perayaan memperingati kelahiran Nabi Agung Muhammad Saw sebagai perbuatan yang mengada-ada dalam agama. Salah satu yang menjadi fokus perhatian mereka antara lain tradisi berdiri (qiyam) dalam acara perayaan tersebut, yang dikenal dengan istilah marhabanan. Mereka menduga bahwa kaum muslimin yang berdiri saat acara perayaan meyakini bahwa jasad Rasulullah hadir di tengah-tengah mereka. Dugaan semacam ini jika memang …

Read More »

Kaidah Fikih: Keseimbangan antara Manfaat dan Resiko

Keseimbangan

Siklus kehidupan dunia mengikuti dan tunduk terhadap pola keseimbangan. Ekosistem makhluk hidup tidak terlepas dari pola yang sama, yaitu keseimbangan. Jika salah satu komunitas, entah hewan reptil atau jenis hewan lain, mengalami kepunahan akan berimbas pada keseimbangan ekosistem lain yang akan mengancam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Di situlah letak keadilan Tuhan. Antara satu spesies dengan spesies lain terdapat …

Read More »

Mengenal Macam-Macam Syafaat Rasulullah

rasulullah

Konsensus ulama seratus persen menyatakan bahwa Nabi Muhammad memiliki hak syafaat kelak di akhirat berdasarkan beberapa hadis yang sudah populer. Mayoritas ahli tafsir mengarahkan firman Allah dalam surat al-Duha [93] ayat 5 untuk menguatkan argumentasi tentang hak syafaat tersebut. Secara etimologi syafaat merupakan bentuk kata benda (mashdar) yang bermakna genap (syaf’u), lawan kata dari ganjil (al-witru). Seolah-olah orang yang membutuhkan …

Read More »

Fikih Hutang (4) : Etika bagi yang Berhutang

Hutang Piutang dalam islam

Seperti yang telah diuraikan pada artikel sebelumnya, bahwa etika dan adab bagi orang yang berhutang secara garis besar dibagi dalam dua kategori. Kategori pertama, yakni persiapan sebelum berhutang, telah dibahas. Pada artikel ini akan diulas kategori kedua, yaitu etika dan adab pada saat hutang sudah dilaksanakan hingga pelunasan. Adab tersebut antara lain sebagai berikut: a) Boleh mengajukan dispensasi dan pemutihan …

Read More »