Zainol Huda

Alumnus Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo dan Dosen STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep.

Hukum Shalat Idul Fitri

shalat id

Setelah satu bulan lamanya kaum muslimin menunaikan ibadah puasa dengan penuh kesabaran dan ketekunan. Tibalah saatnya untuk merayakan keberhasilan mereka dalam menundukkan keinginan-keinginan hawa nafsu serta perjuangan melawan rasa lapar dan haus. Islam mensyariatkan shalat Idul Fitri sebagai bentuk perayaan rasa syukur kepada Pemilik Jiwa atas keberhasilan melaksanakan ritual latihan membersihkan jiwa untuk mencapai derajat muttaqin, orang-orang yang bertakwa. Ibadah …

Read More »

Fikih Puasa (5) : Mengkaji Ulang Kebolehan Menelan Makanan Saat Adzan Subuh

penyempurna puasa

Sejak awal masuk Bulan Ramadan media sosial banyak disesaki oleh konten-konten yang mempertanyakan soal istilah imsak. Tradisi imsak yang sudah lama dijalankan oleh umat Islam Indonesia mulai ‘diusik’ keabsahannya. Secara masif konten-konten tersebut menguasai media sosial, baik dalam bentuk video ataupun meme yang dikirim melalui pesan berantai dalam WhatAps Group. Bagi mereka yang masih hijau, dengan pemahaman agama yang masih …

Read More »

4 Jalan Meraih Keberkahan Berbuka Puasa

puasa 10 hari dzulhijjah

Bulan Ramadan memang memiliki magnet tersendiri di hati kaum muslimin. Bulan ini begitu sangat istimewa tidak hanya soal obral pahala dan diskon dosa yang dijanjikan. Bagi sebagian masyarakat perantau yang mengais rejeki di negeri orang, Ramadan menjadi bulan yang dirindukan untuk segera istirahat pulang ke kampung halaman berkumpul bersama keluarga dan sanak famili. Beristirahat dari hiruk-pikuk kehidupan kota, dari kepenatan …

Read More »

Menyuguhkan Buka Puasa, Haruskah dengan Menu yang Mewah?

buka bersama

Bulan Ramadan layaknya pendidikan kilat yang bertujuan mencetak insan yang berpredikat muttaqin (manusia yang bertakwa). Segala sarana dan fasilitas yang disediakan di dalamnya difokuskan untuk memberikan pelatihan kepada penggunanya agar di akhir proses benar-benar menjadi manusia yang bertakwa dengan sebenar-benar takwa. Fasilitas yang disuguhkan benar-benar eksklusif, terbukanya kesempatan mendapat pahala dengan kualitas premium, leburnya dosa hingga tak tersisa, merupakan menu …

Read More »

Benarkah Setan Dibelenggu di Bulan Ramadan?

iblis ingin taubat

Selamat datang bulan Ramadan! Bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Bulan yang penuh dengan big sale pahala dan diskon dosa yang tak terhingga. Pintu surga terbuka lebar-lebar, sementara pintu neraka tertutup rapat-rapat. Setan-setan dibelenggu dan diborgol. Kaum muslimin sedikit lega dan terbebas dari gangguan dan rayuan mautnya. Pertnyataan dan informasi tentang diborgolnya setan ini lalu menggelitik alam pikiran sebagian kaum …

Read More »

Sejarah Tahapan Puasa Ramadan

mengqadha' puasa ramadan

Ibadah puasa sudah ada sebelum kedatangan Islam. Semua agama langit memiliki ritual puasa, meskipun dengan tata cara yang berbeda-beda. Bahkan, agama bumi seperti Hindu juga mengenal ritual puasa. Sejarah kewajiban puasa Ramadan dalam Islam terjadi secara bertahap, sebelum akhirnya ditetapkan puasa Ramadan dengan praktik ritual sebagaimana yang dilakukan dan masyhur hingga saat ini. Puasa Ramadan disyariatkan pada bulan Sya’ban tahun …

Read More »

Kaidah Fikih: Faktor Tidak Sengaja Bukanlah Alasan Menggugurkan Tanggung Jawab

tidak sengaja

Pepatah agama menyatakan, manusia tempat salah dan lupa. Disebut manusia yang dalam bahasa Arab adalah al-insan dikarenakan sifat lupa yang melekat kepadanya, summiya al-insan li nisyanih. Sudah menjadi kodrat manusia bahwa salah dan lupa terkadang timbul bukan karena faktor kesengajaan. Akan tetapi, Islam sangat menghargai dan menjunjung tinggi kepemilikan dan hak orang lain. Dalam kaitan ini, Islam mengharamkan tindakan semena-mena …

Read More »

Fikih Pangan (5): Menyembelih Hewan yang Hampir Mati

Makanan Syubhat

Islam menetapkan aturan dan tata cara bagaimana hewan dapat dikonsumsi dengan baik, aman, dan halal. Hewan yang mati tanpa diproses sesuai aturan syariat berstatus ilegal dan tidak halal. Oleh karena itu, Islam mengharamkan mengkonsumsi bangkai hewan. Menurut pandangan Islam, bangkai adalah hewan yang mati tidak dengan cara disembelih secara syar’i, baik mati karena sebab lain, ataupun karena disembelih, tetapi tidak …

Read More »

Fikih Pangan (4): Telur Hewan yang Haram Dimakan

Makanan Syubhat

Perbincangan dan pembahasan soal hewan telah tuntas diurai dalam artikel sebelumnya. Dengan tujuan untuk mempermudah dalam menyematkan status hukum mengkonsumsi hewan, ulama melakukan klasifikasi berdasarkan habitatnya. Sehingga, dijumpai tiga kategori hewan atau binatang, yakni binatang air (al-hayawan al-ma’iy), binatang darat (al-hayawan al-barriy), dan binatang yang hidup di dua alam (al-hayawan al-barma’i). Dari tiga kategori binatang tersebut masing-masing terdapat hewan yang …

Read More »

Kaidah Fikih: antara Pelaku dan Perantara

perantara

Kaidah ini semacam sub-kaidah dari kaidah sebelumnya yang mengunggulkan pihak pelaku sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang diperbuatnya. Jika pada kaidah yang lalu pelaku bersanding dengan pihak yang menyuruh, yang mempunyai gagasan, berbeda dengan kaidah ini di mana pelaku bersanding dengan orang yang menjadi perantara yang menyumbang terhadap terjadinya kasus yang dilakukan pihak eksekutor. Bahkan, menjadi …

Read More »

Fikih Pangan (3): Hukum Hewan yang Hidup di Dua Alam

Makanan Syubhat

Masih seputar status hukum hewan atau binatang yang terklasifikasi berdasarkan habitat kehidupannya. Dalam dua artikel sebelumnya telah dibahas bagian yang pertama dan yang kedua, yaitu binatang air (al-hayawan al-ma’iy) dan binatang darat (al-hayawan al-barriy). Untuk klasifikasi yang terakhir dapat disimak melalui penjelasan berikut.  Bagianketigaadalahhewan yang hidup di dua alam atau dalam fikih dikenal dengan istilah “al-hayawan al-barma’i“. Penggunaan istilah al-barma’i …

Read More »

Fikih Pangan (2): Kriteria Hewan Darat yang Layak Konsumsi dalam Islam

Makanan Syubhat

Artikel ini melanjutkan pembahasan sebelumnya tentang status hukum hewan atau binatang yang diklasifikasi berdasarkan habitat kehidupannya. Dalam ulasan sebelumnya telah dibahas secara detail tentang klasifikasi hewan yang pertama, binatang air (al-hayawan al-ma’iy) dengan berbagai jenisnya disertai hukum mengkonsumsinya. Untuk klasifikasi yang kedua tentang hewan darat (al-hayawan al-barriy), yakni hewan yang habitat kehidupannya di darat. Ia tidak bisa hidup dalam waktu …

Read More »

Fikih Pangan (1) : Kriteria Makanan dalam Islam

Makanan Syubhat

Semua makhluk hidup pasti membutuhkan makan dan minum, tak terkecuali makhluk yang bernama manusia. Hal itu sudah menjadi kodrat alam yang sekaligus juga menjadi ciri-ciri makhluk hidup. Sebagai makhluk yang berakal, manusia tentu tidak akan mengkonsumsi benda-benda yang membahayakan atau bahkan mengancam kehidupannya. Berbeda dengan makhluk lain, terkadang apapun bisa dilahap asal dapat mengenyangkan perutnya, tak peduli apakah mengandung racun …

Read More »

Stop!! Buka Toko di Hari Jumat

Salat Jumat Pandemi 1

Sudah menjadi semacam tradisi yang meluas di kalangan umat muslim Indonesia, bahwa aktifitas di hari Jumat banyak yang diliburkan. Mulai dari kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan pondok pesantren, hingga aktifitas mengais rejeki, semisal pertokoan kelontong, perbengkelan, dan layanan jasa umum milik umat muslim. Mengosongkan aktifitas di hari Jumat merupakan bagian dari bentuk mempersiapkan diri untuk …

Read More »

Kaidah Fikih: Tanggung Jawab Dipundak Pelaku

kaidah fikih

Berani berbuat berani bertanggung jawab, sebuah ungkapan yang lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Suatu perbuatan yang berkonsekuensi hukum jika menimbulkan tanggung jawab, tentu yang logis bertanggung jawab atas semuanya adalah si empunya perbuatan (pelaku). Tak peduli perbuatan itu dilakukan atas inisiatif siapa. Hukum yang didefinisikan dengan titah Allah yang menyasar perbuatan mukalaf, memang menjadikan perbuatan (al-fi’l) sebagai objek. Dengan demikian, …

Read More »

Shalat di Gereja, Fikih Angkat Bicara

shalat Gereja

Semua agama mengajarkan tentang nilai-nilai universal. Agama, apapun namanya, tidak ada satupun yang membenarkan tindakan korupsi, kezaliman, kebohongan, penindasan, dan sederet tindakan lain yang mencederai kemanusiaan. Kehadiran agama untuk mengatur kehidupan manusia agar terarah dan tidak kacau. Dengan agama, tata kehidupan manusia menjadi teratur, hubungan manusia dengan sesama menjadi harmonis, hubungan manusia dengan lingkungan alam sekitarnya menjadi dinamis, sehingga kehidupan …

Read More »

Penggusuran Makam demi Sebuah Proyek dalam Tinjauan Fikih

Penggusuran Makam

Manusia adalah makhluk yang sangat kompleks, memiliki kecerdasan yang luar biasa dan kemuliaan yang tiada tara. Manusia mampu mencapai derajat tertinggi, bahkan melebihi malaikat yang paling mulia. Di satu sisi manusia memiliki sifat bejat yang luar biasa, keserakahan, kerakusan, buas bahkan mengalahkan binatang yang paling buas sekalipun. Itulah kompleksitas manusia dari dua kutub yang saling berseberangan. Oleh karena itu, keimanan …

Read More »

Makam Harus Dibongkar Gara-Gara Ini

Makam Dibongkar

Manusia adalah makhkuk Tuhan yang paling sempurna di antara makhluk lain yang bertebar di muka bumi ini. Kesempurnaan manusia dapat dilihat dari tata letak masing-masing perangkat anggota tubuh yang Tuhan sematkan secara proporsional dan tepat guna. Sekedar contoh, segala aksesoris yang berada di wajah manusia begitu indah dan tersemat di tempat yang pas dengan ukuran yang proporsional dan tata letak …

Read More »

Kaidah Fikih: Legalitas Syariat Menafikan Tanggung Jawab

kaidah fikih

Sesuatu yang dianggap benar dalam dunia ini tidak selalu berbanding lurus dengan kebaikan. Kebenaran tidak selalu berjalan monoton dan ajek. Kebenaran memiliki aspek keliru jika dipotret dari sudut pandang tertentu. Sebaliknya, sesuatu yang dianggap salah dalam konteks tertentu justru mengandung kebaikan. Konsep inilah yang kemudian memunculkan adagium, tak ada kebenaran yang sejati, tak ada kebenaran yang hakiki. Keragaman dan pluralitas …

Read More »

Tidak Berangkat Shalat Jumat Gara-Gara Hujan, Kok Bisa?

hujan

Hari jumat merupakan hari yang istimewa bagi segenap kaum muslimin. Di samping karena terdapat kewajiban melaksanakan shalat jumat, secara khusus hari jumat memang memiliki beberapa keistimewaan. Bahkan, dari segi penamaan harinya saja mengandung beberapa alasan. Antara lain, dinamakan jumat karena pada hari itu manusia berkumpul untuk melaksanakan shalat jumat, juga karena hari tersebut mengandung banyak kebaikan. Konon penciptaan Adam dan …

Read More »

Shalat Mualaf yang Belum Bisa Baca Al-Fatihah

manfaat shalat

Ibadah shalat menempati rukun kedua setelah dua syahadat dalam rangkaian rukun Islam. Artinya, ketika seseorang berikrar dan menyatakan dengan kemantapan hati bahwa tiada Tuhan yang semestinya disembah kecuali Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya, hal pertama yang perlu dipikirkan dan dipersiapkan adalah pelaksanaan shalat. Shalat sebagai perintah wajib menjadi pembuktian pertama sebagai bentuk manifestasi keimanan yang terpatri dalam hati. …

Read More »

Anggota Tubuh Diperban, Bagaimana Cara Berwudu Dan Mandi?

Tubuh Diperban

Dalam pelaksanaan syariat Islam terutama yang terkait dengan ibadah formal (mahdlah, murni), seperti shalat, thawaf, membaca Al-Qur’an dan sebagainya, mensyaratkan seorang ‘abid (orang yang mau melaksanakan ibadah) haruslah suci dari hadas dan benda najis. Persyaratan ini tentu sangat logis dan beralasan, karena beribadah hendak menghadap dan berkomunikasi dengan Zat Yang Mahasuci dengan kepasrahan dan ketundukan yang totalitas serta didasari keimanan. …

Read More »

Shalat bagi Orang yang Tidak Mampu Berdiri

Berdiri Dalam Shalat

Shalat menjadi syiar utama yang memaklumatkan tentang keislaman seseorang. Kewajiban shalat tergolong perkara yang ma’lumun min al-din bi al-dlarurah. Artinya, bahwa shalat itu mutlak hukumnya wajib telah diketahui oleh khalayak umum secara terang benderang, baik di kalangan awam ataupun kelompok eksklusif. Oleh sebab itu, ibadah ini tetap harus dikerjakan dan terlaksana apapun kondisi dan keadaan yang melingkupinya. Selama akal sehat …

Read More »

Tata Cara Berdiri dalam Shalat

Berdiri Dalam Shalat

Ibadah shalat merupakan syiar yang sangat fundamental dalam agama Islam. Shalat menjadi garis pembeda antara muslim dan non-muslim. Shalat menjadi cermin lahiriyah dari kesalihan seseorang. Secara kasat mata, orang yang baik shalatnya, maka dapat dikatakan seluruh tingkah lakunya menjadi baik.  Jika seseorang yang tekun dan sangat menjaga shalatnya, namun berperangai dan berakhlak tidak terpuji, maka perlu diperiksa kembali tentu ada …

Read More »

Kaidah Fikih: Hasil Tak Mendustai Proses

Kaidah Fikih Proses

Kecenderungan mayoritas manusia hanya melihat kemegahan hasil yang tercapai saat ini, tanpa harus tahu dan peduli terhadap proses apa yang telah dijalani. Budaya instan yang melanda generasi melinial ini tidak hanya berlaku dalam soal makanan yang serba instan. Tak terkecuali dalam menggapai kesuksesan dan cita-cita corak pandang yang digunakan juga menjadi instan. Padahal, sebuah kesuksesan gemilang yang tersemat pada orang …

Read More »