Zainol Huda

Alumnus Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo dan Dosen STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep.

Fikih Shalat Sunah (6): Shalat Tasbih Media Penghapus Dosa

shalat tasbih

Manusia adalah makhluk yang sempurna dari sudut pandang penciptaan. Tak ada duanya yang mengungguli kesempurnaan manusia dalam aspek tata letak dan bentuk setiap organ dan anggota tubuhnya. Sangat luar biasa persembahan dari Zat Yang Mahaluar biasa ini dalam men-designe makhluk yang bernama manusia. Namun, di balik kesempurnaannya, manusia begitu lemah. Terbatas dalam bertindak, terbatas dalam berpikir, terbatas dalam menjangkau, serta …

Read More »

Kaidah Fikih: Bukti yang Valid Sama dengan Kenyataan

kaidah tentang bukti

Kaidah asal menyatakan bahwa pada prinsipnya setiap individu terbebas dari segala tanggung jawab, tuduhan, gugatan, dan segala hal yang berupa pembebanan dan ganti rugi. Hukum asal ini akan terus berlangsung secara normal, kecuali ditemukan dalam kenyataan individu tersebut telah melakukan hal-hal yang berakibat berubahnya hukum bara’ah (keterbebasan dari segala bentuk tanggung jawab). Misalnya, secara sah dan nyata seseorang telah melakukan …

Read More »

Fikih Shalat Sunah (5): Shalat Hajat untuk Meraih Harapan

shalat hajat

Manusia ideal tentunya memiliki berbagai rencana dan seabrek cita-cita untuk meraih masa depan yang terbaik. Dalam rangka meraih cita-cita tentunya akan diupayakan step by step langkah dan strategi yang harus ditempuh. Segala kalkulasi dan perhitungan matang telah dipersiapkan guna menempuh langkah demi langkah yang menjadi sarana dan perantara menuju harapan besar yang akan diraih. Namun, manusia tetaplah manusia dengan segala …

Read More »

Fikih Shalat Sunah (4): Shalat Menghormati Masjid

tahiyyatal masjid

Salah satu unsur penting dalam institusi agama adalah tempat ibadah. Tempat ibadah menjadi simbol agama yang sangat urgen. Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat Islam, sehingga keberadaan masjid menjadi simbol yang sangat diagungkan dan dikeramatkan. Dari segi penamaan, masjid berarti tempat sujud, karena kegiatan inti yang diselenggarakan dalam masjid adalah shalat yang di dalamnya terkandung sujud. Sujud merupakan simbol penghambaan …

Read More »

Kaidah Fikih: Menyikapi Tindak-Tanduk Hewan

tindakan hewan

Objek yang menjadi perhatian dalam hukum adalah perilaku manusia (fi’i al-mukallaf). Di luar perilaku tidak tersentuh oleh hukum, meskipun masih berhubungan dengan manusia. Karena secara definisi dalam syariat Islam, hukum adalah titah Tuhan yang berhubungan dengan perilaku manusia berupa tuntutan untuk mengerjakan atau meninggalkan serta pilihan di antara keduanya. Oleh karena itu, jika terdapat perintah yang mengandung hukum, tetapi berhubungan …

Read More »

Fikih Shalat Sunah (3): Benarkah Shalat Dhuha adalah Shalat Ekonomi?

shalat dhuha

Terdapat rumor dan anggapan dalam masyarakat bahwa shalat Dhuha merupakan shalat yang berfungsi untuk mendatangkan kemurahan rejeki. Bahkan ada yang memberinya label dengan sebutan ‘shalat ekonomi’. Sehingga, mereka berkesimpulan orang yang istikamah dan rajin shalat Dhuha akan mendapatkan kekayaan ekonomi dalam hidupnya. Lalu bagaimana sebenarnya fadilah shalat Dhuha? Benarkah shalat sunah ini dapat menjadikan pelakunya sebagai orang kaya? Adakah rahasia …

Read More »

Fikih Shalat Sunah (2): Kesunahan dan Tata Cara Shalat Dhuha

shalat dhuha

Dalam pembagian shalat sunah (nawafil), shalat Dhuha termasuk bagian dari shalat sunah ratibah yang terikat dengan waktu. Waktu shalat ini dimulai sejak matahari naik sekitar ukuran satu tombak dalam pandangan mata telanjang hingga masuk waktu shalat Zuhur, yaitu saat matahari tergelincir ke arah barat. Ukuran matahari naik sekitar satu tombak jika dikonversi menjadi jam, kurang lebih berjarak sekitar 30 menit …

Read More »

Kaidah Fikih: Kriteria Tindakan yang Beresiko

kaidah resiko

Ketika terjadi sebuah insiden, pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, sebisa mungkin ingin terbebas dari tanggung jawab. Bahkan, terkadang saling tuding satu sama lain, seolah mau melempar tanggung jawab. Dalam kondisi tidak menguntungkan terkadang manusia memang cenderung menghindar, meskipun terkait dengan tanggung jawabnya kepada orang lain. Tidak hanya pihak pelaku, dari sisi korban terkadang juga menggunakan kesempatan aji mumpung, yang awalnya …

Read More »

Fikih Shalat Sunah (1): Mengenal Ragam Shalat Sunah

shalat sunah

Shalat merupakan media berkomunikasi dan ruang bertamu hamba bersama Tuhannya. Secara formal media dan ruang komunikasi ini oleh agama diwajibkan selama lima kali dalam sehari semalam. Setidaknya, seorang hamba memiliki kesempatan lima kali dalam 24 jam untuk bermunajat bersama Rabb-nya. Lima kali adalah batas minimal dalam menyambung rohani dan berkomunikasi. Agama menyediakan ruang ini agar seorang hamba tidak putus komunikasi …

Read More »

Kaidah Fikih: Faktor Kesengajaan Menjadi Tolok Ukur

kaidah fikih kondisi dinamis

Agama Islam begitu detail dan hati-hati dalam menghargai hak sesama manusia. Di satu sisi Islam sangat menghargai dan menjunjung tinggi kepemilikan harta dan jiwa orang lain. Namun, di sisi lain Islam tetap memperhatikan secara proporsional terhadap hak-hak pribadi masing-masing manusia. Dengan demikian, Islam tidak serta-merta dan semena-mena membebankan tanggung jawab kepada seseorang yang terlibat dalam aksi kerusakan, baik harta maupun …

Read More »

Hukum Shalat Idul Fitri

shalat id

Setelah satu bulan lamanya kaum muslimin menunaikan ibadah puasa dengan penuh kesabaran dan ketekunan. Tibalah saatnya untuk merayakan keberhasilan mereka dalam menundukkan keinginan-keinginan hawa nafsu serta perjuangan melawan rasa lapar dan haus. Islam mensyariatkan shalat Idul Fitri sebagai bentuk perayaan rasa syukur kepada Pemilik Jiwa atas keberhasilan melaksanakan ritual latihan membersihkan jiwa untuk mencapai derajat muttaqin, orang-orang yang bertakwa. Ibadah …

Read More »

Fikih Puasa (5) : Mengkaji Ulang Kebolehan Menelan Makanan Saat Adzan Subuh

WhatsApp Image 2020 04 16 at 11.33.46 1

Sejak awal masuk Bulan Ramadan media sosial banyak disesaki oleh konten-konten yang mempertanyakan soal istilah imsak. Tradisi imsak yang sudah lama dijalankan oleh umat Islam Indonesia mulai ‘diusik’ keabsahannya. Secara masif konten-konten tersebut menguasai media sosial, baik dalam bentuk video ataupun meme yang dikirim melalui pesan berantai dalam WhatAps Group. Bagi mereka yang masih hijau, dengan pemahaman agama yang masih …

Read More »

4 Jalan Meraih Keberkahan Berbuka Puasa

berbuka puasa

Bulan Ramadan memang memiliki magnet tersendiri di hati kaum muslimin. Bulan ini begitu sangat istimewa tidak hanya soal obral pahala dan diskon dosa yang dijanjikan. Bagi sebagian masyarakat perantau yang mengais rejeki di negeri orang, Ramadan menjadi bulan yang dirindukan untuk segera istirahat pulang ke kampung halaman berkumpul bersama keluarga dan sanak famili. Beristirahat dari hiruk-pikuk kehidupan kota, dari kepenatan …

Read More »

Menyuguhkan Buka Puasa, Haruskah dengan Menu yang Mewah?

buka bersama

Bulan Ramadan layaknya pendidikan kilat yang bertujuan mencetak insan yang berpredikat muttaqin (manusia yang bertakwa). Segala sarana dan fasilitas yang disediakan di dalamnya difokuskan untuk memberikan pelatihan kepada penggunanya agar di akhir proses benar-benar menjadi manusia yang bertakwa dengan sebenar-benar takwa. Fasilitas yang disuguhkan benar-benar eksklusif, terbukanya kesempatan mendapat pahala dengan kualitas premium, leburnya dosa hingga tak tersisa, merupakan menu …

Read More »

Benarkah Setan Dibelenggu di Bulan Ramadan?

taubat iblis

Selamat datang bulan Ramadan! Bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Bulan yang penuh dengan big sale pahala dan diskon dosa yang tak terhingga. Pintu surga terbuka lebar-lebar, sementara pintu neraka tertutup rapat-rapat. Setan-setan dibelenggu dan diborgol. Kaum muslimin sedikit lega dan terbebas dari gangguan dan rayuan mautnya. Pertnyataan dan informasi tentang diborgolnya setan ini lalu menggelitik alam pikiran sebagian kaum …

Read More »

Sejarah Tahapan Puasa Ramadan

mengqadha puasa ramadan

Ibadah puasa sudah ada sebelum kedatangan Islam. Semua agama langit memiliki ritual puasa, meskipun dengan tata cara yang berbeda-beda. Bahkan, agama bumi seperti Hindu juga mengenal ritual puasa. Sejarah kewajiban puasa Ramadan dalam Islam terjadi secara bertahap, sebelum akhirnya ditetapkan puasa Ramadan dengan praktik ritual sebagaimana yang dilakukan dan masyhur hingga saat ini. Puasa Ramadan disyariatkan pada bulan Sya’ban tahun …

Read More »

Kaidah Fikih: Faktor Tidak Sengaja Bukanlah Alasan Menggugurkan Tanggung Jawab

tidak sengaja

Pepatah agama menyatakan, manusia tempat salah dan lupa. Disebut manusia yang dalam bahasa Arab adalah al-insan dikarenakan sifat lupa yang melekat kepadanya, summiya al-insan li nisyanih. Sudah menjadi kodrat manusia bahwa salah dan lupa terkadang timbul bukan karena faktor kesengajaan. Akan tetapi, Islam sangat menghargai dan menjunjung tinggi kepemilikan dan hak orang lain. Dalam kaitan ini, Islam mengharamkan tindakan semena-mena …

Read More »

Fikih Pangan (5): Menyembelih Hewan yang Hampir Mati

makanan syubhat

Islam menetapkan aturan dan tata cara bagaimana hewan dapat dikonsumsi dengan baik, aman, dan halal. Hewan yang mati tanpa diproses sesuai aturan syariat berstatus ilegal dan tidak halal. Oleh karena itu, Islam mengharamkan mengkonsumsi bangkai hewan. Menurut pandangan Islam, bangkai adalah hewan yang mati tidak dengan cara disembelih secara syar’i, baik mati karena sebab lain, ataupun karena disembelih, tetapi tidak …

Read More »

Fikih Pangan (4): Telur Hewan yang Haram Dimakan

makanan syubhat

Perbincangan dan pembahasan soal hewan telah tuntas diurai dalam artikel sebelumnya. Dengan tujuan untuk mempermudah dalam menyematkan status hukum mengkonsumsi hewan, ulama melakukan klasifikasi berdasarkan habitatnya. Sehingga, dijumpai tiga kategori hewan atau binatang, yakni binatang air (al-hayawan al-ma’iy), binatang darat (al-hayawan al-barriy), dan binatang yang hidup di dua alam (al-hayawan al-barma’i). Dari tiga kategori binatang tersebut masing-masing terdapat hewan yang …

Read More »

Kaidah Fikih: antara Pelaku dan Perantara

perantara

Kaidah ini semacam sub-kaidah dari kaidah sebelumnya yang mengunggulkan pihak pelaku sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang diperbuatnya. Jika pada kaidah yang lalu pelaku bersanding dengan pihak yang menyuruh, yang mempunyai gagasan, berbeda dengan kaidah ini di mana pelaku bersanding dengan orang yang menjadi perantara yang menyumbang terhadap terjadinya kasus yang dilakukan pihak eksekutor. Bahkan, menjadi …

Read More »

Fikih Pangan (3): Hukum Hewan yang Hidup di Dua Alam

makanan syubhat

Masih seputar status hukum hewan atau binatang yang terklasifikasi berdasarkan habitat kehidupannya. Dalam dua artikel sebelumnya telah dibahas bagian yang pertama dan yang kedua, yaitu binatang air (al-hayawan al-ma’iy) dan binatang darat (al-hayawan al-barriy). Untuk klasifikasi yang terakhir dapat disimak melalui penjelasan berikut.  Bagianketigaadalahhewan yang hidup di dua alam atau dalam fikih dikenal dengan istilah “al-hayawan al-barma’i“. Penggunaan istilah al-barma’i …

Read More »

Fikih Pangan (2): Kriteria Hewan Darat yang Layak Konsumsi dalam Islam

makanan syubhat

Artikel ini melanjutkan pembahasan sebelumnya tentang status hukum hewan atau binatang yang diklasifikasi berdasarkan habitat kehidupannya. Dalam ulasan sebelumnya telah dibahas secara detail tentang klasifikasi hewan yang pertama, binatang air (al-hayawan al-ma’iy) dengan berbagai jenisnya disertai hukum mengkonsumsinya. Untuk klasifikasi yang kedua tentang hewan darat (al-hayawan al-barriy), yakni hewan yang habitat kehidupannya di darat. Ia tidak bisa hidup dalam waktu …

Read More »

Fikih Pangan (1) : Kriteria Makanan dalam Islam

makanan syubhat

Semua makhluk hidup pasti membutuhkan makan dan minum, tak terkecuali makhluk yang bernama manusia. Hal itu sudah menjadi kodrat alam yang sekaligus juga menjadi ciri-ciri makhluk hidup. Sebagai makhluk yang berakal, manusia tentu tidak akan mengkonsumsi benda-benda yang membahayakan atau bahkan mengancam kehidupannya. Berbeda dengan makhluk lain, terkadang apapun bisa dilahap asal dapat mengenyangkan perutnya, tak peduli apakah mengandung racun …

Read More »

Stop!! Buka Toko di Hari Jumat

salat jumat pandemi 1

Sudah menjadi semacam tradisi yang meluas di kalangan umat muslim Indonesia, bahwa aktifitas di hari Jumat banyak yang diliburkan. Mulai dari kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan pondok pesantren, hingga aktifitas mengais rejeki, semisal pertokoan kelontong, perbengkelan, dan layanan jasa umum milik umat muslim. Mengosongkan aktifitas di hari Jumat merupakan bagian dari bentuk mempersiapkan diri untuk …

Read More »

Kaidah Fikih: Tanggung Jawab Dipundak Pelaku

kaidah fikih kondisi dinamis

Berani berbuat berani bertanggung jawab, sebuah ungkapan yang lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Suatu perbuatan yang berkonsekuensi hukum jika menimbulkan tanggung jawab, tentu yang logis bertanggung jawab atas semuanya adalah si empunya perbuatan (pelaku). Tak peduli perbuatan itu dilakukan atas inisiatif siapa. Hukum yang didefinisikan dengan titah Allah yang menyasar perbuatan mukalaf, memang menjadikan perbuatan (al-fi’l) sebagai objek. Dengan demikian, …

Read More »