Zainol Huda

Zainol Huda
Alumnus Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo dan Dosen STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep.

Kaidah Fikih: Hasil Tak Mendustai Proses

Kaidah Fikih Proses

Kecenderungan mayoritas manusia hanya melihat kemegahan hasil yang tercapai saat ini, tanpa harus tahu dan peduli terhadap proses apa yang telah dijalani. Budaya instan yang melanda generasi melinial ini tidak hanya berlaku dalam soal makanan yang serba instan. Tak terkecuali dalam menggapai kesuksesan dan cita-cita corak pandang yang digunakan juga menjadi instan. Padahal, sebuah kesuksesan gemilang yang tersemat pada orang …

Read More »

Hukum Nganyari Nikah, Bagaimana?

memperbaharui nikah

Dalam konteks membina mahligai rumah tangga, seringkali perumpamaan yang digunakan untuk menggambarkan sebuah perjalanan dalam mengarungi kehidupan yang melingkupi nikah adalah term bahtera. Sehingga narasi yang terbentuk dan seringkali terdengar yaitu mengarungi bahtera rumah tangga. Hal ini menandakan bahwa rumah tangga dalam perjalanannya akan mengalami hantaman angin dan debur ombak bagai bahtera yang sedang mengarungi lautan luas dan ganas lengkap …

Read More »

Sudah Punya Pasangan Mengaku Jomblo, Hati-hati Jatuh Talak!

Mengaku Jomblo

Dua insan yang terjalin dalam sebuah ikatan pernikahan berada dalam perjanjian yang sakral (mitsaqan ghalidha). Ikatan ini akan terus dijaga agar berlangsung dengan langgeng dan tidak terputus. Kata talak menjadi momok yang menakutkan dan jika terjadi hal demikian merupakan perbuatan halal yang paling dibenci oleh Allah. Oleh sebab itu, kata talak tidak seharusnya dijadikan sebagai bahan guyonan dan main-main, dikhawatirkan …

Read More »

Kaidah Fikih: Tanggung Jawab Berbanding Maslahat

Keseimbangan

Equilibrium mampu mempertahankan keberlangsungan kehidupan dalam berbagai aspek. Kaidah ini merupakan kaidah cabang dari sebelumnya, masih seputar tema keseimbangan. Perbedaan dengan kaidah sebelumnya terletak pada tataran teknis saja. Jika kaidah sebelumnya berbicara tanggung jawab yang tentu mengandung resiko, baru kemudian diimbangi dengan hasil atau manfaat yang diterima. Sebaliknya, kaidah ini berbicara soal manfaat terlebih dahulu, baru sebagai konsekuensi manfaat yang …

Read More »

Shalat: Identitas Muslim Tertinggi

shalat

Shalat berada di peringkat kedua setelah pengucapan dua kalimat syahadat dalam urutan rukun Islam. Itu artinya, setelah berkomitmen bahwa seseorang telah meyakini dengan kesaksian bahwa tuhan yang wajib disembah hanyalah Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya, maka hal pertama dan utama yang harus dipelajari dan diamalkan adalah shalat lima waktu. Shalat menjadi barometer keberagamaan seseorang. Muslim yang baik adalah …

Read More »

Makna Tradisi Berdiri (Qiyam/Marhabanan) Saat Perayaan Maulid

Tradisi Marhabanan

Sebagian golongan menganggap perayaan memperingati kelahiran Nabi Agung Muhammad Saw sebagai perbuatan yang mengada-ada dalam agama. Salah satu yang menjadi fokus perhatian mereka antara lain tradisi berdiri (qiyam) dalam acara perayaan tersebut, yang dikenal dengan istilah marhabanan. Mereka menduga bahwa kaum muslimin yang berdiri saat acara perayaan meyakini bahwa jasad Rasulullah hadir di tengah-tengah mereka. Dugaan semacam ini jika memang …

Read More »

Kaidah Fikih: Keseimbangan antara Manfaat dan Resiko

Keseimbangan

Siklus kehidupan dunia mengikuti dan tunduk terhadap pola keseimbangan. Ekosistem makhluk hidup tidak terlepas dari pola yang sama, yaitu keseimbangan. Jika salah satu komunitas, entah hewan reptil atau jenis hewan lain, mengalami kepunahan akan berimbas pada keseimbangan ekosistem lain yang akan mengancam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Di situlah letak keadilan Tuhan. Antara satu spesies dengan spesies lain terdapat …

Read More »

Mengenal Macam-Macam Syafaat Rasulullah

keturunan rasulullah

Konsensus ulama seratus persen menyatakan bahwa Nabi Muhammad memiliki hak syafaat kelak di akhirat berdasarkan beberapa hadis yang sudah populer. Mayoritas ahli tafsir mengarahkan firman Allah dalam surat al-Duha [93] ayat 5 untuk menguatkan argumentasi tentang hak syafaat tersebut. Secara etimologi syafaat merupakan bentuk kata benda (mashdar) yang bermakna genap (syaf’u), lawan kata dari ganjil (al-witru). Seolah-olah orang yang membutuhkan …

Read More »

Fikih Hutang (4) : Etika bagi yang Berhutang

Hutang Piutang dalam islam

Seperti yang telah diuraikan pada artikel sebelumnya, bahwa etika dan adab bagi orang yang berhutang secara garis besar dibagi dalam dua kategori. Kategori pertama, yakni persiapan sebelum berhutang, telah dibahas. Pada artikel ini akan diulas kategori kedua, yaitu etika dan adab pada saat hutang sudah dilaksanakan hingga pelunasan. Adab tersebut antara lain sebagai berikut: a) Boleh mengajukan dispensasi dan pemutihan …

Read More »

Fikih Hutang (3) : Etika Orang yang Berhutang

Hutang Piutang dalam islam

Ketika dua orang terlibat dalam sebuah kontrak apapun bentuknya, maka komunikasi antar keduanya tentu harus terjalin dengan baik. Islam mengatur hak dan kewajiban mereka masing-masing serta etika yang harus dibangun dalam komunikasi antar kedua belah pihak. Dalam artikel sebelumnya telah dibahas etika dan adab orang yang mengutangkan (muqridl). Pada artikel kali ini juga akan diulas etika dan adab orang yang …

Read More »

Fikih Hutang (2) : Etika bagi Pemberi Hutang

Hutang Piutang dalam islam

Misi kehadiran Islam dengan Risalah Nabi Muhammad adalah dalam rangka menyempurnakan akhlak yang agung dan mulia. Akhlak menjadi tolak ukur dalam interaksi muslim, baik dengan Sang Pencipta, sesama manusia, bahkan dengan lingkungan alam sekitar. Islam selalu mengedepankan akhlak dalam pergaulan dan interaksi sosial. Nabi Muhammad sendiri merupakan representasi akhlak yang agung dalam segala tindak tanduk perilakunya. Al-Qur’an menyatakan dengan tegas …

Read More »

Fikih Hutang (1) : Hukum Hutang Piutang

Hutang Piutang dalam islam

Dalam teori sosial Emile Durkheim, kelompok sosial dibagi menjadi dua, yaitu kelompok sosial yang berdasarkan solidaritas mekanik dan solidaritas organik. Solidaritas mekanik menjadi ciri masyarakat yang masih sederhana dan belum mengenal pembagian kerja. Dalam kelompok masyarakat tipe ini kesadaran kolektif masih kuat dijaga dan dipelihara, sehingga rasa empati dan simpati antar individu sangat tinggi dan kuat. Sedangkan pada masyarakat berdasar …

Read More »

Kaidah Fikih: Siapa Cepat Dia Dapat

Kaidah Yang Cepat

Segala yang ada di muka bumi Tuhan ciptakan untuk kepentingan makhluk yang bernama manusia. Tidak ada satupun yang sia-sia dalam ciptaan-Nya, hanya terkadang manusia belum mampu mengungkap mafaat apa yang terdapat di balik segala yang ada. Al-Qur’an dengan tegas menyatakan dalam surat Ali Imran [3] ayat 191: “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka …

Read More »

Sedang Haid Masih Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an

Haid Mengajar Quran

Seorang pemikir Islam berkebangsaan Mesir, Nasr Hamid Abu Zayd, menyatakan bahwa peradaban Islam merupakan peradaban teks. Al-Qur’an sebagai Kitab Suci umat Islam juga bertumpu pada teks yang berbahasa Arab. Sebagai sebuah pedoman tentu Al-Qur’an menjadi sentral dan urgen untuk dipelajari oleh seluruh umat Islam. Bahkan, dengan membacanya saja sudah dinilai ibadah, sebab kalimat paling baik yang menjadi sebuah ungkapan adalah …

Read More »

Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Gila? Inilah Perspektif Fikih Jinayat bagi Orang Gila

Pelaku Orang Gila

Masyarakat Indonesia dikejutkan oleh berita penusukan orang tak dikenal terhadap Syekh Ali Jaber. Media massa, baik online maupun media cetak, memuat seputar kasus tersebut beberapa hari belakangan ini. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa Syekh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal saat mengisi kajian agama di acara wisuda Tahfidz Al-Quran di Masjid Falahudin, Jalan Tamin, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, Minggu …

Read More »

Hukum Berwudlu’ atau Mandi Besar Menggunakan Air Hangat

Wudhu Air Hangat

Selain air segar yang langsung mengalir dari sumber mata air murni, air hangat juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Sebagian orang menjadikan mandi air hangat sebagai kebiasaan tanpa mengetahui manfaatnya. Mungkin saja di saat cuaca dingin atau di daerah yang memang bersuhu dingin mandi air hangat bertujuan untuk menghangatkan tubuh dari serangan udara dan cuaca dingin. Mandi air hangat …

Read More »

Kaidah Fikih: Boleh Mengambil Harta Orang Lain Asal…

Mengambil Hak

Siapapun tidak dibenarkan secara serampangan mengambil harta milik orang lain. Sebab Islam sangat menghargai hak milik seseorang. Akan tetapi, ada situasi dan keadaan tertentu yang dibenarkan mengambil paksa harta orang lain, meskipun pemiliknya tidak merelakan. Kaidah berikut merupakan cabang dari kaidah sebelumnya tentang menghargai hak orang lain. Jika seseorang tidak diperkenankan mengotak atik harta yang bukan haknya, demikian pula tidak …

Read More »

Hukum Bersalaman dan Mencium Tangan Seorang Tokoh

Mencium Tangan

Berjabat tangan merupakan sebuah tradisi kuno yang sudah dikenal dalam masyarakat dunia. Dalam beberapa artikel tentang sejarah jabat tangan mencatat bahwa orang Romawi kuno menganggap berjabat tangan sebagai tanda kesetiaan, simbol persahabatan dan kepercayaan. Bahkan, gambar tangan yang saling menggenggam muncul di koin Romawi. Dalam perkembangannya jabat tangan mengalami pelebaran makna, hingga yang paling ringan jabat tangan sebagai salam-sapa sehari-hari. …

Read More »

Kaidah Fikih: Instruksi yang Sia-sia

Kaidah Perintah

Sebuah perintah tidak boleh serta merta ditelan secara mentah-mentah. Dalam posisi normal perintah tetaplah harus dikaji dan dipikir secara matang. Apakah mengandung kebaikan atau malah mencelakakan. Tentu tidak boleh gegabah dalam menerima instruksi, sebab jika ternyata perintah tersebut tidak benar maka menjadi batal dan nonsen sebelum dilaksanakan. Kaidah berikut merupakan cabang dari kaidah sebelumnya tentang menghargai hak orang lain. Jika …

Read More »

Jarak antara Dua Kaki Saat Berdiri dalam Shalat

Berdiri Dalam Shalat

Berdiri (al-qiyam) bagi orang yang mampu merupakan salah satu rukun dalam shalat. Berdiri dengan tegak menunjukkan kesiapan seorang hamba yang bersedia menghadap Tuhannya dengan segenap jiwa dan raga. Berdiri menjadi simbol penegakan ibadah shalat. Bahasa yang digunakan dalam perintah melaksanakan shalat juga memakai redaksi aqimu (dirikanlah) yang seakar dengan kata qiyam. Oleh karena itu, qiyam (berdiri) menjadi rukun yang mendominasi …

Read More »

Hukum dan Tata cara Menggendong Anak Saat Shalat

Shalat Menggendong Anak

Masa kanak-kanak adalah fase imitasi, bukan tahapan memahami. Mereka belajar perilaku dari lingkungan dimana ia tumbuh. Pertama dari lingkup yang paling kecil yaitu keluarga inti, kedua orang tua mereka. Kedua orang harus menjadi contoh dan figur terbaik untuk ditiru oleh anak-anak mereka. Perilaku anak akan mencontoh apa yang menjadi kebiasaan kedua orang tuanya. Demikian pula dalam menanamkan perilku religius terhadap …

Read More »

Hukum Berjabat Tangan Setelah Shalat

Jabat Tangan Setelah Shalat

Di samping meraih pahala 27 derajat dibanding shalat sendirian, pada hakikatnya shalat berjamaah memiliki aspek-aspek sosial kemasyarakatan. Dengan berjamaah akan terlihat rukun dan kompak dalam suasan kebersamaan. Melalui media berjemaah antara warga dapat saling bertutur sapa, saling mengenal, bersosialisasi dengan sesama warga di satu lingkungan. Dengan kesibukan masing-masing hingga tak ada kesempatan untuk saling bersua dan bersilaturrahim, berjemaah dapat menjadi …

Read More »