jefri 210224044838 938
jefri 210224044838 938

Jalan Berliku Jeffry Gunawan, Jadi Mualaf

JAKARTA – Hidayah Islam bisa Allah berikan kepada siapa saja yang dikehendakinya dan dengan melalui berbagai macam cara, ada yang mendapatkan kehidupan melalui mendengarkan adzan atau ada pula yang menjadi mualaf karena melihat akhlaq seorang muslim.

Seperti yang dialami oleh seorang mualaf bernama Jefry Gunawan (29 tahun) pria yang lahir dan menghabiskan masa kecil di kota Pahlawan Surabaya ini, awalnya mula dia mengenal islam justru ketika pergi merantau ke daerah NTT.

Koh Jefry begitu dia biasa disapa, merupakan penganut agama yang taat dengan agama sebelumnya. Dia menempuh pendidikan di satu yayasan yang sama hingga kelas dua smp. Di saat itu, keluarganya memutuskan untuk menyekolahkannya di NTT tepatnya Sumba Barat. Seperti dikutip dari laman republika. Rabu (24/2).

Di perantauan inilah, Koh Jeff pertama kali mengenal Islam melalui akhlak teman dan keluarganya ketika kelas dua SMK.  “Dulu saya diizinkan untuk mengendarai motor sehingga saya sering membonceng teman saya, antar jemput,” jelas dia.

Sama seperti dia, teman, sebut saja Anto dan keluarganya juga adalah perantauan asal Malang. Rutinitasnya bertemu dengan Anto dan keluarganya menjadikan dia memiliki pandangan yang berbeda dengan sebuah keluarga. Hal yang tak pernah dia lakukan dengan kedua orang tuanya selama 17 tahun, mencium tangan dan pamit saat berangkat dan pulang sekolah. 

Bahkan ibunya tak segan untuk menawarinya makan siang dan menganggapnya seperti anak sendiri. Koh Jeff akui, dia bukanlah anak yang patuh dan terkesan bandel. Perhatian Ibu Anto membuatnya tersentuh.  

Ini kali pertama Koh Jeff melihat kesantunan seorang Muslim dan keharmonisan keluarga. Namun kisah ini tak cukup kuat untuk dia menjadi Muslim.  Selain akrab dengan teman sekolah, Koh Jeff juga tetap taat beribadah meski jauh dari rumah.

Dia diajak temannya untuk aktif ke gereja, namun berbeda dari agamanya. Dia didaulat sebagai pemusik khususnya drumer dan komposer. Tak hanya di tempat ibadah, keahlliannya pun dia manfaatkan untuk mendapatkan uang saku.  

Banyak panggilan untuknya bermain musik hingga lintas kabupaten. Belakangan bermain musik kemudian menjadi profesi baginya. Karena sangat mencintai hobi dan profesinya, tubuhnya pun dipenuhi dengan lukisan tatto tentang musik dan peralatan musik lainnya.   

Setelah lulus sekolah, tepatnya  pada 2010, Koh Jeff hijrah ke Labuan Bajo. Sebelumnya dia sempat berpindah ke Bali. “Pekerjaan sebelumnya membawa saya ke dunia hitam dan gelap, saya jenuh dan saya berpikir harus berubah. Saya tidak ingin setengah-setengah, karena dalam hidup saya tidak ada abu-abu. Jika ingin berubah maka harus putih dan lepas dari hitam,” tutur dia. 

Baca Juga:  Dulu Tidak Percaya Adanya Tuhan, Karima Kini Jadi Mualaf

Akhirnya dia memutuskan untuk pindah ke Lombok. Di sana dia tak lagi bermain musik. Koh Jeff beralih pekerjan menjadi tukang bangunan. Dia membangun rumah dan kostan milik seorang tokoh disana, dia mengenalnya dengan panggilan Pak Haji Rahmat.   

Bagi dia yang merupakan non-Muslim ada satu hal yang dianggap aneh olehnya. Pak Haji Rahmat, menambahkan empat kran air di depan rumahnya. Ternyata kran rumah itu disediakan gratis bagi jamaah yang akan sholat di masjid tak jauh dari rumah Pak Haji Rahmat. Dia berpikir saat itu, tindakan pemilik rumah adalah hal bodoh, karena boros listrik dan air juga rumahnya jadi kotor karena banyak orang berlalu lalang di depan rumahnya.  

Koh Jeff sempat bertanya kepada Pak Haji Rahmat, dia pun membiarkannya dan tidak menjelaskan apapun kepadanya. Satu hal yang membuatnya penasaran ini, justru membuatnya terus memperhatikan orang yang datang berwudhu hingga dia hafal tata cara berwudhu setelah memperhatikan mereka, terutama saat istirahat bekerja. 

Menjadi tukang bangunan tentu mendapat upah harian. Saat itu dia dibayar Rp 50 ribu per hari dan dibayarkan saat akhir pekan. Setelah tiga pekan bekerja,  di hari Jumat, tiba-tiba Pak Haji Rahmat menegurnya karena sudah tiga kali berturut-turut tidak melaksanakan sholat Jumat. “Saya kemudian menjawab kalau saya bukan Muslim, dan beliau meminta maaf kepada saya,”ujar dia. 

Setelah itu, anehnya setiap mendapat upah, dia selalu mendapat lebih, kadang Rp 400 ribu atau Rp 450 ribu. Begitu seterusnya hingga pekerjaan selesai. Koh Jeff pun menanyakan alasan tambahan upah, dan ternyata ini karena kejujuran dan kerajinannya melebihi teman-temannya yang lain. Nasihat keluarga memang tidak pernah salah ketika giat bekerja dan jujur maka rezeki akan datang. 

Karena sering berinteraksi dengan pemilik rumah, dan pengalamannya bersama temannya di NTT. Koh Jeff memutuskan untuk bersyahadat. Dia memutuskan kembali hijrah ke Labuan Bajo dan bersyahadat di daerah tersebut disaksikan seorang Ustazd. Tepat pada Maret 2013  dia bersyahadat.  

Baca Juga:  Pengajian Ustaz Firanda di Aceh Dibubarkan Massa

“Namun saat itu menjadi mualaf sangat sulit karena saya tidak mendapatkan pendampingan dan tuntunan sebagai Muslim yang baik,” jelas dia.  

Meski menjadi Muslim Koh Jeff tidak bisa sholat dan kewajiban-kewajiban lainnya. Ujian pertama menjadi seorang Muslim pun datang.  Niat awalnya ingin berhijrah menjadi lebih baik namun ternyata dia kembali salah pergaulan dan terperosok. Akhirnya dia memutuskan untuk merantau ke tempat lain.  

Sebelum pergi dia sempat dimimpikan untuk pergi ke arah timur. Dan di sana dia melihat kubah yang besar.  Dia pun kemudian memutuskan untuk pergi ke Ambon di tahun 2015. Dia menjual semua alat musik dan perabotan selama di Labuan Bajo.  

Hanya bermodalkan uang hasil penjualan dan buku kuning tuntunan sholat pemberian kepala tukangnya dahulu dia pergi menggunakan kapal. Ujian kembali mendatanginya. Tas tempatnya menaruh uang disobek dan uangnya hilang. “Saya hanya punya Rp. 75 ribu sisa ongkos dan makan selama perjalanan, sisanya sebesar Rp 4.800.000 raib,”ujar dia. 

Koh Jeff kemudian memutuskan menghubungi kenalannya seorang anak buah kapal yang dekat dengan omnya. Namun ujian kembali datang kali ini adalah fitnahan dari keluarga.  

Adik ibunya itu menghubungi kenalannya tersebut dan menceritakan bahwa Koh Jeff pergi karena mencuri uangnya hingga puluhan juta. Namun alasan apapun yang diberikan dia tidak percaya dan mengusirnya pergi setelah menginap tiga hari. Meski diusir, dia masih memberikan sebuah t-shirt bergambar komodo yang disukai paman kenalannya itu.  

Meskipun dia berbeda agama, dia masih mau menampungnya apalagi Jeff seorang mualaf. Ambon pun ketika itu masih sering terjadi konflik agama. Kemudian dia memutuskan menginap di penginapan namun dia hanya sanggup bayar satu malam. Tetapi pengurusnya mengijinkan untuk menginap satu malam lagi.  

Setelah itu tanpa uang, dia hanya bisa tinggal di masjid. Penginapan tersebut tak jauh dari Masjid Raya Al Fatah. Saat itu dia membaca buku tuntunan sholat, dan dia membaca ada sholat tahajud untuk memohon pertolongan dan mengabulkan keinginan. Jeff mengakui saat itu hanya sholat tahajud yang baru dia bisa dan hanya itu yang dilakukannya tanpa sholat lima waktu. Baru setelah bermalam di masjid dia ikut berjamaah.

Selama tiga hari, dia tak makan dan hanya minum air wudhu saja. Tidur pun di teras masjid. Hingga dia bertemu seseorang yang membantunya. “Pak Rahmat, seorang pegawai negeri kemudian mengajak saya untuk mencarikan kostan dan pekerjaan,”jelas dia. 

Baca Juga:  Seorang Wanita Di AS Diberikan Hidayah Melalui Putranya

Kenalannya yang memiliki rumah makan ternyata memiliki kostan dan membutuhkan pekerja. Jeff pun bekerja disana menjadi tukang katering. Dari sinilah kariernya terus meningkat, dia kemudian dapat menjalin hubungan dengan banyak orang dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di sebuah perusahaan.

Ujian kembali hadir, kali ini bukan ujian kesulitan tetapi ujian kenikmatan. Dahulu dia meminta dengan harap kepada Allah SWT soal dunia, setelah mendapatkannya dia menjadi lupa diri. 

Jeff kembali meninggalkan sholat dengan alasan lingkungan pekerjaannya tidak mendukung. Kemudian satu ketika dia menghadiri kajian di masjid tanpa ada niat sebelumnya, saat itu tema kajian adalah azab, ujian, dan istidraj.   

“Saya langsung tertampar, karena khawatir apa yang sedang saya rasakan ini adalah istidraj, diberikan kesenangan terus menerus meski tidak menjalankan kewajiban,”ujar dia. 

Saat itu juga, dia berdiskusi dengan sahabatnya untuk segera keluar dari pekerjaannya. Sahabatnya mencegahnya, bagaimanapun seorang Muslim harus kuat secara finansial. 

Namun pekerjaannya tak mendukungnya sebagai seorang Muslim. Kemudian dia berpikir untuk kembali berhijrah. Sahabatnya pun menghubungi kakaknya yang berada di Toli-Toli, Sulawesi Tengah.  

Dia pun akhirnya hijrah ke daerah tersebut dan fokus belajar Islam. Tak lama, Agustus 2018, dia menikah dengan kakak sahabatnya dan menetap di Palu. Beberapa waktu menikah, gempa mengguncang Palu, rumahnya dua kilometer dari Palu. Namun ujian apapun kini terus disyukuri olehnya. Meski sempat bersitegang dengan keluarga hingga ijazah ditahan. Kini hubungan mereka baik-baik saja. 

Sejak awal, Jeff pun selalu berhubungab baik dengan ibunya dan menghormati keputusannya untuk memeluk Islam. Hanya saja di awal memang ayahnya tidak menerimanya, namun melihat akhlak dan pribadinya yang semakin baik, keluarganya pun lebih senang dengan sosok Jeff saat ini. 

Dia kemudian bergabung dengan Mualaf Center Indonesia cabang Palu dan menjadi ketuanya. Kini dia menjabat sebagai Ketua Mualaf Center Indonesia cabang Sulawesi Tengah.  

Tak hanya berdakwah, untuk kebutuhan sehari-hari kini dia membuka usaha jual beli kendaraan bermotor. Kini dia juga disibukkan  menjadi relawan bagi korban bencana di beberapa daerah.  

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH saat RDP dengan Komisi III DPR RI Rabu September

Anggota MIT Tambah Jadi 12 Orang, Kepala BNPT: Ada 17 Desa di Poso Penceramahnya Dukung Ali Kalora

Jakarta – Jumlah anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang semua tinggal 6 orang, …

Komjen Boy Rafli Amar

BNPT Tanggapi Positif Peringatan Jepang Terkait Potensi Aksi Terorisme di Tempat Ibadah

Jakarta – Jepang mengeluarkan peringatan potensi ancaman terorisme di Indonesia dan lima negara ASEAN yaitu …