ketua dewan pers prof dr ir kh mohammad nuh
ketua dewan pers prof dr ir kh mohammad nuh

Jelang 100 Tahun, NU Harus Optimalkan Populasi Cendikiawannya

JAKARTA – Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) pada bulan Desember pada tanggal 23-25 di Lampung berbagai persiapan dilakukan oleh panitia guna menyukseskan jalannya muktamar, pada momentum muktamar kali ini ada yang spesial karena NU akan mencapai usia 100 tahun.

Menjelang usia 100 tahun banyak sudah yang dilakukan oleh NU dalam upaya turut berkontribusi memajukan bangsa. Dalam era digitalisasi seperti saat ini, NU harus benar-benar mempersiapkan generasi yang mampu membawa NU menjadi satu organisasi yang lebih maju dalam berbagai aspek. Ketua Steering Committee (SC) Prof M Nuh mengatakan, terdapat dua aspek yang dikoordinasikan terkait Mukatamar NU.

“Alhamdulillah persiapan ada dua aspek yang dikoordinasikan dengan Organizing Committee (OC) menyangkut fisik, transportasi, macem-macem, itu sama koordinasikan sebagai Steering Committee menyangkut konten dari muktamar,” kata M Nuh seperti dikutip dari laman republika.co.id Senin (1/11).

Dia melanjutkan, terkait dengan konten sebagai contoh hasil dari Bahtsul Masail untuk mendapatkan legitimasi hukum terkait dengan organisasi dan program. M Nuh mengungkapkan, kali ini ada yang berbeda menyingsing 100 tahun NU.

“Dalam rangka 100 tahun NU ada fenomena menarik. Fenomena pertama dalam populasi cendikiawan NU mengalami mobilisasi vertikal dengan beragam profesi. Tahun 1960-an Doktor NU susah bukan main,” ucap M Nuh.

M Nuh mengatakan, dalam Muktamar NU harus dipikirkan bagaimana organisasi islam ini ke depannya. Populasi NU disebut M Nuh semakin membesar, begitu juga dengan anak-anak NU.

M Nuh pun menjelaskan, era digital membuat PBNU harus menyiapkan rumah besar untuk menyongsong 100 tahun NU.”NU harus siapakan rumah besar, jika profesi beragam di rumah besar itu dan juga harus memanfaatkan betul teknologi digital sebagai suatu keharusan dalam mengelola organisasi dalam menyongsong 100 tahun,” kata dia.

Baca Juga:  HUT Muhamamdiyah, Sekjen NU: Semoga Muhammadiyah Terus Jadi Pilar Pemersatu Bangsa

Dia pun menjelaskan, kepengurusan yang akan datang harus mampu  menjahit seluruh potensi NU yang beragam, sehingga di mana pun jadi kesatuan. Menurut dia, NU pun harus tetap dilihat dari sejarah  tiga pilar NU yakni kebangsaan, keilmuan, kesejahteraan. Dia menjelaskan, tiga pilar ini harus diperkuat untuk 100 tahun ke depan supaya bisa take-off.

 

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

undangan non muslim

Fikih Toleransi (6): Menghadiri Undangan Non Muslim

Toleransi yang sejatinya merupakan ajaran Islam mulai menipis, bahkan dianggap bukan ajaran Islam. Ini terjadi …

toleransi

Khutbah Jumat – Islam dan Toleransi

Khutbah Pertama اَلْحَمْدُ لله الَذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَهَدَانَا إلَى صِرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ صِرَاطِ الَذِيْنَ …