Penceramah ilustrasi
Penceramah ilustrasi

Jelang Ramadan, PBNU: Waspadai Penceramah Radikal

Jakarta – Menjelang bulan suci Ramadan 1443 H Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penceramah radikal. Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU, KH Nurul Badruttamam dalam siaran persnya, Kamis (31/3/2022).

“Sempat viral di berbagai media tentang ciri dan strategi penceramah radikal namun sebenarnya hal itu memberi rambu-rambu bagi masyarakat untuk mewaspadai penceramah yang terindikasi radikal,” ujar Nurul.

Ia lantas mengingatkan kembali tentang ciri-ciri penceramah radikal yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), yang disepakati Badan Penanggulangan Ektremisme dan Terorisme MUI awal Maret lalu.

Dia menguraikan kembali lima ciri penceramah radikal. Pertama, mengajarkan ajaran yang anti-Pancasila dan pro ideologi khilafah transnasional. Kedua, mengajarkan faham takfiri yang mengkafirkan pihak lain yang berbeda paham maupun berbeda agama.

Ketiga, menanamkan sikap antipemimpin atau pemerintahan yang sah, dengan sikap membenci dan membangun ketidakpercayaan (distrust) masyarakat terhadap pemerintahan maupun negara melalui propaganda fitnah, adu domba, ujaran kebencian (hate speech), dan sebaran hoaks.

Keempat, memiliki sikap eksklusif terhadap lingkungan maupun perubahan serta intoleransi terhadap perbedaan maupun keragaman (pluralitas). Kelima, biasanya memiliki pandangan antibudaya ataupun antikearifaan lokal keagamaan.

Ia juga memandang perlu masyarakat untuk memahami konteks radikal sebagai segala sesuatu yang menyalahi konstitusi, di antaranya anti terhadap Pancasila, anti terhadap NKRI, anti terhadap keberagaman, dan anti terhadap UUD NRI Tahun 1945.

“Apapun yang bertentangan dengan konsensus yang ditetapkan para pendiri bangsa yakni Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945, dapat dikatakan radikal,” kata Nurul.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Konbes NU 2022 Lahirkan 19 Peraturan untuk Perkuat Landasan Jam'iyah Optimalisasi Khidmah

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

KH Sholahuddin Al Aiyub

Radikalisme dan Liberalisme Distorsi Pemahaman Agama, Islam Wasathiyah Solusinya.

Jakarta – Radikalisme dan liberalism agama telah mendistorsi pemahaman agama. Karena itu, Islam wasathiyah menjadi …

maulid nabi

Khutbah Jumat – Hubbun Nabi

Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ …