Amirsyah Tambunan
Amirsyah Tambunan

Tanggapi Presiden Terkait Penceramah Radikal, MUI Malah Pertanyakan Arti Radikal

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan empat pesan bagi jajaran TNI dan Polri, pada pembukaan Rapat Pimpinan TNI-Polri 2022 di Markas Besar TNI pada Selasa (1/3/2022). Salah satunya presiden meminta TNI-Polri, terutama ibu-ibu tidak mengundang penceramah radikal dalam kegiatan pengajian.

Menanggapi pernyataan itu, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan malah mempertanyakan penceramah radikal yang disinggung Presiden Joko Widodo. Amirsyah berharap ada penjelasan lebih lengkap agar isu ini tidak simpang siur.

“Seperti apa radikal yang dimaksud presiden, sehingga jelas subjeknya pada penceramah yang radikal terhadap keluarga TNI Polri,” kata Amirsyah dikutip dari laman tempo.co, Kamis (3/3/2022).

Menurut Amisyah, radikalisme adalah istilah yang digunakan pada akhir abad ke-18 untuk pendukung gerakan radikal. Dalam sejarah, kata dia, gerakan yang dimulai di Britania Raya ini meminta reformasi sistem pemilihan secara radikal.

Gerakan ini, kata dia, awalnya menyatakan dirinya sebagai partai kiri yang menentang partai kanan.

“Dalam konteks Indonesia harus dijelaskan apakah radikal kanan atau kiri?” ujarnya.

Untuk itu, Amirsyah berharap ada klarifikasi dari pimpinan TNI Polri yang lebih paham terkait masalah penceramah radikal yang dimaksud ini. Itu penting agar tidak simpang siur, karena jangan sampai jadi beban presiden, karena tugas presiden sangat berat dalam pemulihan ekonom nasional di masa pandemic.

Di sisi lain, Amirsyah tetap berharap pimpinan TNI Polri dapat melakukan pencegahan terhadap paham radikal yang mengarah pada tindakan ekstrim dan terorisme. Sebab kalau tidak dicegah sejak dini, kata dia, akan mengganggu stabilitas nasional menuju Pemilu 2024.

Menurut Amirsyah, sebelum ini memang belum pernah ada diskusi antara pimpinan TNI Polri untuk meminta masukan MUI terkait pengisian ceramah ini. Akan tetapi, dia menyebut pihaknya akan sangat terbuka bila memang nanti kedua institusi ingin membuka dialog. MUI, kata Amirsyah, akan terus melakukan pelayanan kepada umat dan bermitra dengan pemerintah.

Baca Juga:  Awas, Teroris dan Eks HTI Masih Jadi Ancaman Nyata

“Di antaranya terus melakukan dialog guna mencerdaskan umat dan bangsa termasuk pencegahan soal radikalisme, ektrismisme dan terorisme,” ujar Amirsyah.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

buya syafii maarif

Mengenang Buya Syafii Maarif : Tokoh Sederhana yang Teguh Memegang Prinsip Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan

Sejatinya, teramat sulit untuk menuliskan judul tentang sosok inspiratif Buya Syafii Maarif. Bukan karena kekurangan …

akhlak karimah

Khutbah Jumat – Menyelamatkan Generasi Muda Dari Virus Radikalisme

Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ …