Siapa Kapolri Baru Pilihan Presiden Jokowi

Kapolri Baru Harus Mampu Redam Masalah Agama, Radikalisme, Separatisme, dan Terorisme

Jakarta – Hari ini, Rabu (13/1/2021), Presiden Joko Widodo rencananya akan mengirimkan nama Kapolri baru ke DPR RI. Sebelumnya empat nama calon Kapolri telah diusulkan Kompolnas yaitu Wakapolri Komjen Gatot Eddy Eddy Pramono, Kabareksrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Kabaharkam Komjen Pol Agus Andrianto, dan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar.

Menanggapi hal tersebut, Indonesia Police Watch (IPW) melihat tantangan yang dihadapi Polri ke depan cukup berat, mengingat dampak pandemi Covid 19 sudah menimbulkan banyak persoalan baru, baik di bidang sosial, ekonomi, budaya maupun politik. Sementara Polri sendiri harus menghadapi berbagai persoalan internal yang tak kalah berat. Misalnya adanya sejumlah ketentuan yang diskriminatif.

“Saat ini bangsa Indonesia sangat berat menghadapi isu ideologi, agama, radikalisme, separatisme dan terorisme. Artinya, sikap, perilaku, kinerja, dan strategi jajaran kepolisian jangan sampai menimbulkan masalah baru, yang bisa menjadi penghambat kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,”kata Ketua Presidium IPW Neta S. Pane di Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Oleh karena itu dia berharap, siapa pun Kapolri baru yang menjadi pilihan presiden harus mampu menjawab what, why, how, dan menerapkan strategi terbaik dalam memimpin 400.000 personil Polri dan meredam isu pertentangan agama, radikalisme, separatisme, dan terorisme.

“Bagaimana pun bangsa ini memerlukan Kapolri yang mampu wewujudkan harapan masyarakat dan bukan hanya mampu mewujudkan keinginan satu orang, satu golongan atau kelompok tertentu,” tegas Neta

Selain itu kata dia, Kapolri baru perlu konsisten dalam menegakkan sikap Promoter Polri dan konsisten menerapkan kontrol terhadap bawahan langsung oleh masing masing atasan, sehingga semua jajaran kepolisian terkendali kinerja, mentalitas maupun moralitasnya.

“Di eksternal, jajaran kepolisian harus menghadapi kian meluasnya narkoba yang meracuni generasi muda. Ini patut menjadi prioritas. Lalu berkembangnya radikalisme, masih bercokolnya potensi terorisme, dan kondisi sosial ekonomi yang memicu berbagai aksi kriminal juga perlu menjadi fokus perhatian agar tidak meresahkan masyarakat,” bebernya.

Baca Juga:  CEO Ryan Air Kobarkan Islamofobia Dengan Menyebut Teroris Adalah Muslim

Neta melihat hal tersebut sepintas sederhana tapi permasalahan yang dihadapi Polri bukan permasalahan sederhana. Sebab itu berbagai masalah yang dihadapi harus dapat diidentifikasi Kapolri baru dan jajarannya dengan tiga pendekatan, yakni what, why dan how, sehingga strategi penyelesaian masalah bisa tepat dan cepat.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About redaksi

Avatar