Mendadak pembakaran bendera mirip ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia HTI yang dilakukan oleh Banser pada peringatan Hari Santri Nasional HSN menjadi viral 22 10 Reaksi spontan banser yang diprovokasi oleh oknum yang mengibarkan bendera tersebut dibelokkan menjadi narasi penghinaan dan pelecehan simbol agama yang berpotensi membenturkan antar ormas Islam Isu seperti ini memang kerap dieksploitasi untuk membenturkan persaudaraan sesama muslim dan berbangsa Untung pihak Kepolisian bergerak cepat dengan mencari dan menetapkan US 20 tahun sebagai tersangka karena terbukti memprovokasi dan menggangu rapat umum Tersangka membenarkan membawa bendera HTI yang didapatkan dari pembelian secara online Ia juga menerangkan mengaku senang dengan bendera HTI tersebut Reaksi telah terlanjur meledak dengan pengerahan massa yang menyatakan diri membela Tauhid Ribuan konten dan sebaran informasi yang mencoba mengadu domba bertebaran Persaudaraan sesama muslim dicabik dengan peristiwa yang belum jernih dan akibat provokasi Inilah sebenarnya potensi konflik yang mudah meledak akibat adu domba Alhamdulillah puji syukur kepada Allah yang selalu merawat persaudaraan muslim Wakil Presiden Yusuf Kalla merespon dengan bijak dengan mengumpulkan para tokoh agama dan ormas Islam di Istana Negara Tentu saja pertemuan tersebut jauh dari hiruk pikuk yang memanas seperti narasi para kelompok yang sering mengadu domba Hadir dalam pertemuan yang menyejukkan tersebut Ketua MUI Ma ruf Amin Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir Ketua PBNU Said Aqil maupun Ketua Syarikat Islam Hamdan Zoelva Kemudian Imam Besar Masjid Istiqlal Nazarudin Umar Sekjen MUI Anwar Abbas Sekjen PB NU Helmy Faishal Wakil Ketua MUI Zainud Tauhid Cendekiawan Muslim Azzyumardi Azra serta Dewan Penasihat Pimpinan Pusat Persatuan Islam Indonesia Persis Maman Abdurahman maupun Din Syamsudin Ada beberapa poin penting yang bisa dicatat dalam pertemuan tersebut Ormas Islam selalu mengdepan musyawarah saling pengertian dan menjaga persatuan dalam menyelesaikan persoalan Menjaga suasana damai meredam situasi bukan mengandalkan pengerahan massa yang berpotensi menimbulkan hal yang tidak diinginkan Ormas Islam juga sepakat untuk bergandengan tangan menolak segala bentuk upaya adu domba dan pecah belah Mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri agar tidak lagi memperbesar masalah Berikut Isi lengkap Pertemuan Ormas Islam tersebut 1 Para pemimpin ormas islam mengingatkan bahwa bangsa Indonesia dalam mengatasi berbagai masalah bangsa selalu diselesaikan dengan musyawarah dan saling pengertian serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan dengan kearifan dan nilai luhur bangsa 2 Para pimpinan ormas islam yang hadir menyesalkan terjadinya pembakaran bendera di kec Limbangan Kab Garut dan sepakat untuk menjaga suasana kedamaian serta berupaya meredam situasi agar tidak terus berkembang ke arah yang tidak diinginkan 3 Dalam upaya menyelesaikan dan mengakhiri masalah ini oknum yang membakar dan membawa bendera telah menyampaikan permohonan maaf Pimpinan GP Anshor dan Nahdlatul Ulama menyesalkan peristiwa tersebut dan telah memberikan sanksi atas perbuatan yang melampaui prosedur yang telah ditetapkan dan berharap tidak terulang kembali 4 Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bergandengan tangan menolak segala bentuk upaya adu domba dan pecah belah Mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri agar tidak lagi memperbesar masalah Khususnya kepada segenap Umat Islam marilah kita bersama sama mengedepankan dakwah Islam yang bil hikmah wal mauidzatil hasanah 5 Apabila terdapat pelanggaran hukum di dalam peristiwa ini diserahkan kepada Polri untuk menyelesaikan berdasarkan hukum yang berlaku Inilah yang menjadi ciri khas Islam dan ormas Islam di Indonesia Ormas Islam yang telah memberikan kontribusi penting dalam sejarah bangsa ini tidak ingin merusak persatuan dan persaudaraan ini karena kasus pembakaran bendera yang disulut kesalahpahaman Budaya musyawarah menjadi karakter ormas Islam Indonesia untuk tidak jatuh dalam adu domba dan provokasi Mendepankan dakwah bil hikmah wal mauidzatil hasanah menjadi pilihan dari pada memprovokasi umat dengan berbagai aksi yang dikhawatirkan jatuh dalam perpecahan dan adu domba antar umat Islam

Tinggalkan Balasan