Khutbah Pertama Hadirin Sidang Jumat yang dimuliakan Allah SWT Marilah pada kesempatan jumat yang mulia ini kita bersama sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta mengucapkan rasa syukur atas segala nikmat yang telah Allah karuniakan berupa kesehatan hingga kita dapat melaksanakan sholat jumat bersama sama Shalawat serta salam kita haturkan kepada baginda Nabi Muhammad Saw yang telah membawa kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang yaitu Addinul Islam Hadirin sidang jumat yang dimuliakan Allah SWTIslam merupakan agama perdamaian Islam hadir di muka bumi menjadi rahmat bagi seluruh alam yang berarti bukan hanya untuk kaum muslimin saja Maka oleh karena itulah marilah kita semua berlomba lomba dalam kebaikan janganlah sampai kita membuat Allah murka dengan membuat kerusakan karena sungguh Allah tidak akan meridhoi orang yang suka berbuat kerusakan di muka bumi Saat ini banyak sekali narasi yang dikembang oleh sebagian kelompok bahwa Islam seolah olah agama yang tidak atau sekurang kurangnya tidak menghargai agama lain padahal jauh sebelum orang berbicara demokrasi dan berbicara tentang Hak Asasi Manusia HAM Islam telah mengajarkan tentang saling hormat menghormati dan menghargai pendapat maupun perbedaan agama yang dianut oleh umat manusia HAM dalam perspektif Islam dilihat bahwa manusia merupakan mahluk yang memiliki derajat paling tinggi bahkan Allah memberikan penghargaan kepada manusia melebihi mahluk lainya Setiap manusia dalam perspektif Islam sama satu derajat tidak memandang warna kulit ras maupun nasabnya Yang menjadi penentu kwalitas manusia dihadapan Allah hanyalah kwalitas keimanan dan ketakwaanya Allah SWT berfirman dalam surah al isra Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak anak Adam Kami angkut mereka di daratan dan di lautan Kami beri mereka rezeki dari yang baik baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan QS al Isra 70 Baca juga Etika Menasehati PemimpinSidang jumat yang dimuliakan Allah SWTAgama Islam telah memberikan kebebasan sepenuhnya kepada manusia untuk menentukan jalan hidupnya terutama dalam persoalan memilih keyakinan agama Ada sebuah kisah menarik yang dapat kita jadikan pelajaran terjadi di masa Khalifah Umar bin Khattab ra Waktu itu ketika umat Islam berhasil menduduki Jerusalem pada tahun 638 M Khalifah Umar mengirimkan surat kepada penduduk kota Jerusalem yang berbunyi Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Ini adalah pesan tertulis dari Umar bin Khattab untuk para penduduk Rumah Suci Bait al Maqdis Kalian dijamin kehidupanya dan rumah rumah ibadahnya yang tidak boleh diduduki atau dihancurkan selama kalian tidak memulai suatu hal yang membahayakan keselamatan umum Hadatsan amman Surat Khalifah Umar bin Khattab menjelaskan bahwa Islam menghormati dan melindungi keberagaman perbedaan agama terkecuali jika mereka melakukan kegiatan yang mengganggu ketertiban umum atau meresahkan masyarakat Isi surat khalifah Umar bin Khattab sebenarnya telah ditegas dinyatakan dalam surah al Baqarah Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui QS al Baqarah 256 Ayat tersebut secara tegas menyatakan bahwa tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam Karena sejatinya Allah dan Rasulnya sangat membenci orang yang melakukan pemaksaan entah itu alasan agama ataupun politik Rasulullah bersabda Sesungguhnya Allah akan menyiksa orang orang yang menyiksa manusia di dunia HR Muslim Sidang Jumat yang dimuliakan Allah SWTKita sebagai umat Islam sudah sepantasnyalah berbuat kebajikan harus selalu bersungguh sungguh dalam rangka mengamalkan Islam yang damai Islam yang toleran dan Islam yang moderat Islam Rahmatan Lil alamin karena sesungguhnya Nabi Muhammad Saw pu telah menegaskan bahwa beliau diutus kedunia bukan untuk memaksakan seseorang untuk memeluk Islam melainkan untuk memperbaiki ahlaq maka dengan demikian jika kita memang benar benar cinta terhadap rasulullah ingin dan berharap syafaatnya di Yaumil Akhir kelak maka sudah sepantasnyalah kita juga meneladani dan mengikuti Rasulullah dalam kehidupan baik secara individu maupun dalam bermasyarakat Khutbah Kedua

Tinggalkan Balasan