Tempat ibadah agama Bahai
Tempat ibadah agama Bahai

Kemenag: Baha’i Agama Independen dan Universal, Bukan Sekte dari Agama Lain, Bukan Islam

Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan selamat Hari Raya Naw-Ruz 178 EB kepada umat Baha’i. Pernyataan itu disampaikan Menag Yaqut dalam rekaman video resmi Kementerian Agama. Video itu pun viral dan berbuntut kontroversi. Pasalnya, keberadaan agama Baha’i di Indonesia  kurang dikenal.

Dikutip dari laman liputan6.com, Peneliti Utama Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kemenag, Nuhrison M. Nuh mengungkapkan, agama Baha’i adalah agama yang independen dan bersifat universal, ia bukan sekte/aliran dari agama lain, termasuk Islam.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara seminar hasil penelitian yang diselenggarakan Puslitbang Kehidupan Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama pada 22 September 2014 lalu di Jakarta.

Nuhrison mengungkapkan salah satu temuan dari penelitian adalah tidak ditemukannya fakta tentang keterkaitan antara agama Baha’i dengan agama apapun, termasuk Islam. Ia menambahkan bahwa konsep ajaran agama Baha’i memiliki ciri khas yang berbeda dengan konsep keagamaan di dalam Islam. Begitupula dalam tata cara peribadatan.

“Meskipun tampaknya memiliki kesamaan dengan peribadatan Islam (seperti sembahyang, puasa, ziarah dan lainnya), tetapi pada praktiknya tata cara peribadatan yang mereka lakukan sama sekali berbeda,” kata Nuhrison.

Nuhrison mencontohkan dalam pelaksanaan sembahyang misalnya, para penganut Baha’i mengerjakan sembahyang sebanyak tiga kali dalam sehari. Kiblat yang dijadikan sebagai arah sembahyangpun juga berbeda. Jika Umat Islam menghadap ke arah Mekah, maka umat Baha’i sembahyang menghadap Barat Laut (kota Akka-Haifa).

Di Indonesia disebutikan sejarah agama Baha’i dimulai oleh dua orang pelopor yang diutus pendiri Baha’i, Baha’ullah. Keduanya adalah Sulayman KhanTunukabani (Jamal Effendi) yang berasal dari Iran berusia 65 tahun, dan pemuda dari Iraq Sayyid Mustafa Rumi berusia 33 tahun. Dua orang tersebut menginjakan kaki ke Indonesia pertama kali di Batavia yang kini bernama Jakarta, tahun 1885.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Menag: Jangan Mudah Berikan Label Radikal Tanpa Data dan Fakta Yang Jelas

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

20210923170611

Taliban Akan Kembali Berlakukan Hukum Potong Tangan

KABUL – Pasca berhasil menguasai Afganistan, Taliban selalu menjadi perbincangan, berbagai spekulasi dan analisis diutarakan oleh …

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di depan Majelis Umum PBB

Turki di Garis Terdepan Perang Melawan Islamofobia

New York – Turki siap mengambil peran utama dalam berperang melawan Islamofobia di komunitas internasional. …