10 hari pertama dzulhijjah
dzulhijjah

Kemenag Tetapkan 1 Dzulhijjah 1443 H, Inilah Keutamaan dan Amalan 10 Hari Pertama Bulan ini?

Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Dzulhijjah 1443 Hijriyah jatuh pada Jumat, 1 Juli 2022.. Keputusan itu diambil setelah sidang isbat awal Dzulhijjah (29/6/2021) dalam ranga menentukan Hari Raya Idul Adha 1443 H yang jatuh jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022.

Penentuan melalui hisab atau rukyah ini penting agar umat Islam dapat menentukan hari raya Idul Adha. Bagi sebagian umat Islam yang memahami, 10 hari pertama bulan dzul Hijjah bukan sekedar karena ada hari raya, tetapi ada amalan penting lainnya.

Keutamaan 10 hari ini sudah lama diketahui para ulama salaf sehingga memperbanyak dengan amal ibadah. Keutamaan itu disarikan dari dalil dalam Al-Quran. Dalam ayat “Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan menyebut (berdzikir) nama Allah di hari-hari yang telah ditentukan”. (QS. al Hajj: 28), ulama menafsirkan “Hari-hari yang diketahui adalah sepuluh hari yang akhirnya hari raya qurban”.

Dalam ayat lain Allah berfirman, “Dan (demi) malam-malam yang sepuluh”. (QS. al Fajr: 2). Ulama tafsir salah satunya, Ibnu Katsir dalam Tafsir al Qur’an al ‘Adhim menjelaskan, malam-malam yang sepuluh tersebut adalah sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Artinya, ada hal yang sangat bernilai dari 10 hari pertama bulan ini.

Dalam hadist Nabi juga pernah menyitir secara khusus tentang keutamaan 10 hari Dzulhijjah misalnya dalam hadist Riwayat imam Thabrani :, “Hari-hari yang paling utama di dunia adalah sepuluh hari (pertama) bulan Dzulhijjah”. (HR. Thabrani).

Itulah beberapa dasar dalul tentang keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Tentu keutamaan ini harus dimanfaatkan dan tidak boleh disia-siakan oleh umat Islam. Lalu, amalan apa yang bisa dilakukan di 10 hari bulan Dzulhijjah?

Baca Juga:  Kami, Tetangga, Kolega, dan Tempat Karantina: Cerita Pengalaman Keluarga Covid (1)

Amalan 10 Hari Bulan Dzulhijjah

Hari mulia tentu harus diisi dengan ibadah yang penuh kemuliaan untuk beribadah kepada Yang Mulia. Termasuk dalam beribadah di 10 hari Duzlhijjah. Salah satu yang dianjurkan adalah memperbanyak dzikir. Ibnu Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian kepada Allah pada hari-hari yang telah ditentukan. Yakni, sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan pada hari-hari tasyrik”.

Ahmad Ibnu Hanbal dalam musnadnya menulis sebuah hadis, “Mengabarkan kepada kami ‘Affan,mengabarkan kepada kami Abu ‘Awanah, mengabarkan kepada kami Yazid Ibnu Abi Ziyad, dari Mujahid, dari Ibnu Umar, dari Nabi Muhammad, “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah, dan lebih dicintai oleh Allah amal-amalnya dari hari-hari sepuluh awal Dzulhijjah. Maka perbanyaklah di hari-hari itu membaca tahlil, takbir dan tahmid”.

Selain memperbanyak dzikir, amalan lain yang penting untuk diperbanyak adalah berpuasa. Lumrahnya umat Islam hanya mengenal puasa tarwiyah 8 Dzulhijjah dan Arafah 10 Dzulhijjat. Namun, sesungguhnya di 10 hari pertama bulan ini berpuasa juga dianjurkan.

Dari Khunaidah bin Khalid, dari istrinya, dari istri-istri Nabi, mereka berkata, “Rasulullah biasa berpuasa sembilan hari di bulan Dzulhijjah, berpuasa di hari Asyura, berpuasa tiga hari di setiap bulannya, puasa senin pertama dan juga hari kamis di setiap bulannya”. (HR. Abu Daud, Ahmad dan Nasa’i).

Memang ada hadist lain dari Asiyah yang tidak melihat Nabi berpuasa di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Namun, hadist dari istri Nabi yang lain seperti di atas tidak mengurangi kesahihahnnya. Ulama mendamaikan hadist tersebut dengan berbagai pendekatan yang tetap menghukumi sunnah puasa 10 Hari pertama bulan Dzulhijjah.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

menteri agama menag yaqut cholil qoumas memberikan pesan khusus

Menag Sepakat IPNU Sebagai Benteng Penghalau Radikalisme di Sekolah

JAKARTA – Salah satu pintu masuknya radikalisme di dunia pendidikan yaitu melalui kegiatan ekstra kulikuler …

salman rushdie diserang

Salman Rushdie Ditikam Berkali-kali Hingga Terancam Nyawa, Media Iran Puji Penikamnya: Bravo

Jakarta – Salman Rushdie penulis novel ‘The Satanic Verses’ Ayat-ayat setan telah lama mendapatkan ancaman …