dzulhijjah 1
dzulhijjah 1

10 Hari Pertama Dzulhijjah, Perbanyak Amalan dan Bacaan Ini

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat terjadi menjelang bulan Dzulhijjah, yaitu dari tanggal 3-20 Juli 2021. Ini berarti sebagian besar PPKM berlangsung di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Apabila prasangka buruk yang dikedepankan akan ada sangkaan bahwa pemerintah bermaksud meniadakan momen Idul Adha, minimal tidak semeriah pada biasanya. Namun bagi muslim yang memiliki tingkat kesadaran tinggi dan beragama tidak hanya bermodal semangat buta namun berpijak dari keilmuan keagamaan yang kokoh pasti akan memahami bahwa PPKM di samping anjuran pemerintah juga perintah agama dalam usaha menjaga jiwa.

Di samping itu, bagi muslim yang kokoh secara keilmuan dan keimanan, adanya PPKM tidak terlalu menjadi beban. Bahwa ini adalah jalan takdir yang benar dengan tidak menafikan salah satu dari ikhtiar dan tawakal. Terpenting lagi, karena telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, memanfaatkan keutamaan hari-hari ini lebih penting dari pada mengeluhkan PPKM.

Sebagaimana hadis Nabi, “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shaleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah dari pada “hari sepuluh” (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir dan tahmid di dalamnya”. (HR. Ahmad).

Pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan sunnah, seperti puasa, tahlil, takbir dan tahmid serta dzikir.

Tanpa menafikan pentingnya pemenuhan kebutuhan yang paling esensi, yaitu kebutuhan makan untuk bertahan hidup dan oleh karena itu manusia wajib mencari nafkah untuk diri dan keluarganya, di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah sebaiknya diisi dengan amal-amal sunnah seperti disebutkan hadis di atas. Terutama bagi mereka yang ekonominya tidak begitu tertanggu oleh Covid-19.

Baca Juga:  Kisah Nabi Musa dan Firaun: Adab Mengkritik Seorang Penguasa yang Sangat Dzalim

Dalam kitabnya Al Adzkar, Imam Nawawi menulis, pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dianjurkan untuk memperbanyak dzikir (mengingat Allah) melebihi hari-hari yang lain. Di antara sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah tersebut memperbanyak dzikir di hari Arafah sangat dianjurkan.

Hal ini berdasarkan firman Allah, “Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan”. (Al An’am: 28).

Menurut Imam Nawawi, mengutip pendapat Ibnu Abbas, Imam Syafi’i dan jumhur ulama, yang dimaksud “hari-hari yang telah ditentukan” pada ayat ini adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Inilah amalan-amalan sunnah selain puasa yang sangat dianjurkan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Alangkah baiknya, dalam masa PPKM ini kita semua berlatih diri untuk memperbanyak amalan-amalan sunnah yang sangat dianjurkan pada hari-hari tersebut sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Dari pada belingsatan tak tentu arah selama PPKM Darurat berlangsung, puasa, dzikir, tahlil dan tahmid menjadi amaliah yang lebih patut kita kerjakan. Kita akan meraih keutamaan berupa pahala yang melimpah, juga berpeluang menjadi seorang yang sangat dekat kepada pencipta yang pada akhirnya akan menjadi kekasih-Nya.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

Toa masjid

Apakah Perintah Mengeraskan Suara Adzan Harus Memakai TOA?

Sejak pertama kali ditemukannya teknologi mutakhir dengan Branding TOA, hingga saat ini ia menjadi branding …

bertemu rasulullah

Nabi Muhammad : Sosok yang Bersahaja, Namun Luar Biasa, Refleksi Bulan Maulid

Peringatan Maulid Nabi selalu menjadi momentum mengingatkan umat Islam akan hari kelahiran sosok Sayyidul Wujud, …