kepala bnpt komjen boy rafli amar foto bnpt
kepala bnpt komjen boy rafli amar foto bnpt

Kepala BNPT Boy Rafly Amar: Fanatisme Agama Bagus Sekali, Akan tapi Tak Boleh Monopoli Kebenaran

Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar melihat bahwa tidak ada yang salah dengan fanatisme agama, justeru sudah sewajarnya semua penganut agama harus fanatik terhadap agamanya, namun yang salah adalah fanatisme berlebihan yang memiliki pandangan hanya kelompoknya atau dirinyalah yang paling benar sehingga orang lain selalu salah jika tidak menjadi pengikutnya.

Boy Rafly meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak menjadikan fanatisme agama sebagai alat memonopoli kebenaran dan memandang kepercayaan orang lain sebagai sesuatu yang selalu salah.

“Fanatisme terhadap agama itu bagus sekali. Akan tetapi yang terpenting tidak boleh memonopoli kebenaran atau menyatakan kebenaran secara sepihak dan mengatakan yang lain salah,” kata Boy Rafli saat menjadi narasumber dalam Podcast Kafe Toleransi BNPT bertajuk ‘Monopoli Kebenaran dan Fanatisme Agama’ yang disiarkan di kanal YouTube Humas BNPT, seperti dilansir Antara dan detik.com, Sabtu (23/4/2022).

Menurut dia, fanatisme agama yang tidak diikuti dengan monopoli kebenaran akan menjaga kebinekaan yang ada di Indonesia. Dia mengatakan hal itu bisa membuat persatuan dan kesatuan di Tanah Air pun ikut terjaga.

Boy Rafli memandang setiap umat beragama sebenarnya patut memiliki fanatisme terhadap agamanya.

“Fanatisme dalam menjalankan ibadah dan syariat agama memang merupakan hal yang harus dilakukan sebagai orang yang beriman dan bertakwa,” katanya.

Meski demikian, kata Boy Rafli, masyarakat juga harus menyadari bahwa ada pemeluk agama lain yang memiliki bentuk ibadah dan syariat masing-masing. Oleh karena itu, setiap anak bangsa harus saling menghargai dan menghormati, terlepas dari apa pun agama yang dianut.

Dia pun menekankan memeluk agama tertentu merupakan hak individu yang dimiliki oleh setiap anak bangsa.

Baca Juga:  Tayangkan Drama Ramadhan “Ibunda Harun” Berkisah Bidan Yahudi, Stasiun TV Arab Saudi Picu Kontroversi

“Kita harus menyadari di luar kita, ada orang lain yang menganut agama berbeda sehingga kita harus menghormatinya. Kita harus saling menghargainya. Ini juga merupakan prinsip tasawuf atau bertoleransi,” kata Boy Rafli.

Dia menyampaikan bahwa keberagaman di Indonesia, seperti suku, agama, adat, dan budaya, merupakan keniscayaan yang harus dijaga oleh seluruh elemen bangsa. Bahkan, kata dia, proses masuk dan penyebaran suatu agama ke Indonesia, seperti Islam, tidak terlepas dari pembauran dengan adat dan istiadat yang beragam.

“Bangsa Indonesia sangat beragam, bahkan proses masuknya agama Islam juga diteruskan para wali berbaur dengan adat dan budaya sehingga kita harus melihatnya sebagai kekayaan Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain,” ujar Boy Rafli.

Dia pun mengajak bangsa Indonesia untuk mensyukuri keberagaman di Tanah Air dengan tidak memonopoli kebenaran melalui fanatisme dan tetap menguatkan nilai-nilai toleransi.

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

muslim houston amerika serikat rayakan idul fitri dengan menggelar festival

Komunitas Muslim Houston bagikan Makan Gratis Tunawisma

JAKARTA – Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, rahmat yang bukan saja untuk umat Islam namun …

ilustrasi logo nahdlatul ulama

Konbes NU 2022 Lahirkan 19 Peraturan untuk Perkuat Landasan Jam’iyah Optimalisasi Khidmah

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) 2022 …