Boy Rafli Amar 169
Boy Rafli Amar 169

Boy Rafli: BNPT Tak Langsung Percaya, Pelaku Penusuk Syekh Ali Jaber Gangguan Jiwa

Jakarta – Penusukan yang terjadi terhadap pendakwah Syekh Ali Jaber di Bandar Lampung lansung di respon oleh BNPT dengan menelusuri jejak pelaku, meskipun pihak keluarga mengklaim bahwa pelaku pernah mengidap gangguan jiwa, namun BNPT tidak langsung percaya begitu saja.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar menegaskan bahwa klaim gangguan jiwa baru dari keluarga, BNPT bekerjasama dengan penegak hukum masih menelusurinya.

Dia menegaskan hal tersebut dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan seperti dikutip dari laman cnn pada Selasa (15/9). Boy menyatakan pihaknya tak percaya begitu saja soal informasi mengenai gangguan jiwa si pelaku penusukan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lingkungan dan keluarga, Boy mengatakan pelaku kasus penusukan itu mengalami gangguan kejiwaan dalam 5 tahun terakhir. Gangguan jiwa itu, lanjutnya, juga pernah disampaikan dari hasil pemeriksaan dari Rumah sakit Kemiling, Lampung pada 2016 lalu.

“Tentu kita tidak percaya begitu saja. Kita telah bersama aparat penegak hukum untuk pendalaman lebih lanjut terutama berkaitan masalah apakah yang bersangkutan benar-benar gila atau pura-pura gila,” kata mantan Kapolda Papua tersebut di dalam Rapat Kerja tersebut.

Dia menuturkan penelusuran itu dilakukan dengan pemeriksaan psikologi dan psikiatri. Tak hanya itu, Boy menyatakan pihaknya juga mendalami apakah pelaku itu terkait dengan jaringan terorisme tertentu.

Diketahui, penusukan itu terjadi pada Syekh Ali Jaber saat mengisi ceramah di Lampung. Ali mengalami luka di lengannya karena serangan senjata tajam.

Kabid Humas Polda Lampung Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad mengatakan saat kejadian Ali Jaber sedang mengisi tausiah di Masjid Fallahudin, Kota Bandar Lampung.

Tausiah yang berjudul “Memperbaiki Hati” itu berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Baca Juga:  Tepis Pandangan Kelompok Radikal, Alwi Shihab: Pancasila Sangat Islami

Ali sendiri sebelumnya mengatakan dirinya tak percaya ada kondisi gangguan jiwa sang pelaku. Dia menduga pelaku justru sangat terlatih dari cara penyerangannya.

“Saya tidak percaya kalau pelaku gila. Cara dia (pelaku) memburu targetnya yakni saya menuju ke bagian yang paling vital (nyawa). Menurut saya, pelaku ini bukan gangguan jiwa karena dia sangat berani dan terlatih saat menusuk saya,” kata Ali Jaber kepada wartawan di Bandar Lampung, Senin (14/9).

Sang pelaku penusukan sendiri diancam hukuman penjara 5 tahun karena penganiayaan yang menyebabkan luka berat. AR sendiri kini ditahan dan terus diperiksa untuk mendalami motif penyerangan.

Bagikan Artikel

About redaksi

Avatar