ulama sejati

Inilah 3 Dampak Bahaya bagi Pembenci Ulama

Pekan ini masyarakat dihebohkan dengan satu tindakan kriminalitas yang dilakukan oleh seorang pemuda kepada seorang Da’i sekaligus yang berasal dari Madinah Al-Munawwaroh, Syekh Ali Jaber.  Tindakan ini dilakukan dengan alasan, bahwa pemuda tersebut mengalami gangguan jiwa, namun dengan alasan apapun tindakan kriminalitas harus tetap diadili sesuai dengan sistem hokum yang berlaku di negeri ini.

Dalam ajaran Islam, menghormati dan mencintai para ulama merupakan suatu keharusan yang tak boleh ditawar-tawar, dan Islam sangat menganjurkan pemeluknya untuk berbuat baik dan memuliakan manusia lain.

Tak peduli wataknya, warna kulit maupun dari suku mana dia berasal. karena Rasulullah ﷺ bersabda:

وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Dan para nabi tidak mewariskan Dinar dan Dirham. Mereka hanyalah mewariskan ILMU. Siapa saja mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.[HSR Abu Daud no 3157, dan selainnya.

Sungguh hina apabila kita menemukan orang-orang yang membenci ulama. Hal ini menyedihkan karena merupakan pelecehan terhadap agama. Sebab, agama senantiasa diperjuangkan oleh ilmu-ilmu yang disyiarkan oleh ulama.

Bila para ulama dihormati, syariat pun akan dimuliakan, karena mereka adalah pembawa syariat tersebut. Namun, bila para ulama direndahkan, syariat juga akan dihinakan.

Apabila kewibawaan para ulama telah direndahkan dan dijatuhkan di mata umat, syariat yang mereka bawa akan dihinakan dan tidak bernilai. Akibatnya, syariat pun akan hilang.

سيأتي زمان على أمتي يفرّون من العلماء والفقهاء فيبتليهم الله بثلاث بليّات ألاها يرفع الله البركة من كسبهم والثانية يسلّط الله تعالى صلطانا ظالما والثالثة يخرجون من الدنيا بغير إيمان

Baca Juga:  Ketika Masjid Nabawi Dilanda Kebakaran

Akan datang suatu masa pada umatku, mereka lari (jauh) dari ulamadan fuqaha(orang-orang yang paham mengenai agama), maka Allah akan menurunkan tiga macam adzab kepada mereka; Pertama, Allah mencabut keberkahan dari usaha mereka. Kedua, Allah memberikan kekuasaan kepada pemimpin yang kejam (di dunia). Ketiga, mereka keluar dari dunia ini (mati) tanpa membawa iman.

Selain itu, dampak yang akan ditimbulkan secara langsung Allah tunjukkan kepada para pembenci ulama, diantaranya :

  1. Menghina Ulama Menyebabkan Rusaknya Agama.

Al-Imam Ath-Thahawi Rahimahullah berkata : “Ulama salaf dari kalangan ulama terdahulu, demikian pula para tabi’in, harus disebut dengan kebaikan. Maka siapa yang menyebut mereka dengan selain kebaikan maka dia berada di atas kesesatan, dan mencela ulama termasuk diantara dosa-dosa besar.

  1. Menghina Ulama Sama dengan Mengumumkan Perang Kepada Allah.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang wali Allah yang diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari -rahimahullah- dari Abu Hurairah -radhiyallohu ‘anhu-:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ : مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْآذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ – …رواه البخاري

Dari Abu Hurairah”Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman : ‘Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya…[HR. Al Bukhari]

  1. Menghina Ulama Sengaja Mencampakkan Dirinya Untuk Terkena Do’a Dari Seorang ‘Alim yang Terzhalimi.

Hal ini sebagaimana kisah salah seorang Shahabat yang bernama Sa’ad bin Abi Waqash –radhiyallohu ‘anhu- dan beliau termasuk salah seorang dari 10 Shahabat yang dijamin dengan Surga.

 

Bagikan Artikel

About Ahmad Cahyo

Avatar
Mahasiswa Program S2 PTIQ Jakarta