053566500 1621494295 830 556

Ketika Agama Islam Berada di Tangan Tokoh-Tokoh Populer Masa Kini

JAKARTA – Dua bersaudara dari Inggris, Amy dan Nikki menjadi perbincangan setelah mereka secara bersama-sama memilih Islam sebagai agamanya, perjalanannya menemukan hidayah berawal dari interaksi mereka dengan orang-orang Islam di Eropa yang sangat ramah dan rendah hati, terlebih mereka berdua juga menyaksikan seorang pesohor sepak bola ternama yaitu Mohammed Salah tetap ramah dan rendah hati meski telah menjadi mega bintang dengan gelimang harta.

Amy dan Nikki yang seringkali melakukan perjalanan ke Mesir melihat perilaku yang tidak berbeda, orang-orang muslim menerima mereka dengan ramah dan rendah hati. Melalui perjumpaan itulah mereka mempelajari Islam dan akhirnya mantap menjadi seorang mualaf.

Dilansir dari laman republika.co.id (26/8). Sebelum mereka, pemuda Inggris Ben Bird, yang awalnya sangat membenci Islam, pada akhirnya memutuskan untuk mualaf.

Anggota Majelis Tinggi Urusan Islam di Mesir, Dr Khalid Al-Jundi, menjelaskan, selebriti atau tokoh populer lainnya memiliki pengaruh yang kuat terhadap Islam.

Dia mengatakan, perilaku mereka tercermin di tengah masyarakat karena mereka adalah panutan sekaligus contoh bagi ratusan ribu anak muda untuk diikuti.

“Bawa seribu syekh dari Al Azhar Mesir untuk meminta para pemuda berhenti merokok dan tidak menggunakan narkoba, dan bandingkan jika Mohamed Salah yang meminta itu misalnya melalui sebuah iklan untuk menyampaikan seruan tersebut, tentu saja pengaruh Mohamed Salah lebih besar. Karena itu, kalangan tokoh terkenal harus berhati-hati dalam berperilaku karena mereka adalah panutan bagi orang-orang,” katanya.

Al-Jundi juga menceritakan rekannya ketika berada di London Inggris sebagai seorang imam masjid yang baru.

Suatu saat ada sopir bus yang memberinya uang lebih dari yang seharusnya. Lalu uang itu pun dikembalikan lagi oleh imam masjid. Sopir mengaku hanya ingin menguji, karena tahu bahwa dia adalah imam masjid baru.

Baca Juga:  Ingin Lengserkan Netanyahu, Partai Islam dan Ultra Kanan Yahudi Bersatu

Lalu, jika kemudian banyak orang yang menjadi mualaf karena tokoh-tokoh populer, apakah akan berdampak positif bagi Islam?

Bukankah justru hanya akan menghasilkan keimanan yang dangkal? Al-Jundi menegaskan, tidak ada seorang pun di alam semesta ini yang bisa mengetahui tingkat keimanan seseorang.

Sebab hanya Allah SWT yang tahu. Al-Jundi mengingatkan, seseorang mungkin saja masuk Islam karena situasi yang sangat sederhana, perilaku yang baik, atau setelah bicara dengan sopir taksi, atau karena mimpi atau karena ayat yang dibaca di suatu tempat.

“Atau juga karena dipengaruhi olahragawan, penyanyi, aktor, ilmuwan, atau karena pernikahan, atau karena transaksi bisnis. Jadi iman tidak bisa diukur sama sekali. Bahkan mungkin beberapa orang masuk Islam karena alasan yang jauh lebih sederhana daripada itu semua,” tutur dia.

Mungkin juga, seseorang masuk Islam setelah mendengar bacaan ayat Alquran. Ini sebagaimana dialami para sahabat di masa Nabi Muhammad SAW. Dan sebetulnya, berbagai cara yang telah disebutkan itu juga sedang terjadi di zaman sekarang.

“Mungkin saja seorang petugas kebersihan yang melakukan tugasnya dengan keimanan yang menyerukan Islam seratus kali itu lebih besar daripada ulama,” ujar Al-Jundi.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

020437300 1629024024 830 556

Ini 3 Ayat Alquran Isyaratkan Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

Jakarta – Memahami teks-teks Alquran tidaklah mudah, dibutuhkan keilmuan yang mumpuni, bukan sekedar ilmu bahasa, …

umat muslim bersiap melakukan sholat berjamaah dengan menerapkan protokol

Fenomena Mana Dalilnya & Pentingnya Belajar Alquran Secara Baik

JAKARTA – Al-Quran bukan hanya sekedar kitab suci yang bertuliskan perintah dan larangan, namun juga …