akhlak rasulullah
akhlak rasulullah

Ketika Akhlak Rasulullah Membuat Sang Musuh Menjadi Masuk Islam

Dalam berdakwah dan menyebarkan Islam banyak sekali aral dan rintangan yang dialami Rasulullah. Bukan hanya dibenci, dicaci dan diancam pembunuhan, bahkan Rasulullah harus terusir dari tanah kelahirannya. Gelombang permusuhan dan siksaan dilakukan kafir Quraisy tidak ada hentinya. Namun, akhlak Rasulullah sungguh luar biasa dalam menghadapi semua tantangan dakwah itu.

Tatkala beliau berhijrah dari Makkah ke Madinah pun nyawa Rasulullah juga tidak luput dari incaran dari kaum syirik. Bahkan suatu saat mereka kaum musyrik berembuk untuk menghabisi nyawa Rasulullah. Bahkan mereka sepakat mengiming-imingi hadiah seratus unta bagi orang yang berhasil menggorok leher Nabi.

Siapa yang tidak tergiur dengan tawaran besar itu? Mendengar sayembara tersebut, Suraqah ibn Malik yang terkenal akan kepiawaiannya berkuda segera menyiapkan pedang serta pelana kudanya. Setelah menyiapkan segala bekal dan perlengkapan, ia pacu kudanya sekencang-kencangnya menyusul Rasulullah.

Suraqah ibn Malik memiliki perawakan tinggi besar dengan sorot mata yang tajam. Dia cermat dalam mencari jejak. Iapun akhirnya melihat Rasulullah sedang berjalan dengan kedua sahabatnya.

Saat menunggangi untanya Rasulullah terlihat tenang. Merasa Rasulullah tidak mengetahui kedatangannya, Suraqah menghunus pedang dan langsung menyabetkannya ke arah kepala Nabi.

Namun sayangnya, tiba-tiba tangannya menjadi kaku tak bisa digerakkan. Selain itu, kaki kudanya terbenam di pasir. Debu pun beterbangan di sekitarnya membuat matanya kelilipan, nyaris tak bisa melihat.

Karena kebaikan hati Rasulullah, maka Rasulullahpun akhirnya menolong Suraqoh dari jebakan pasir tersebut. Namun, kebencian dan ketamakan memenuhi hatinya. Tak dihiraukan bahwa Rasulullah yang sedang menolongnya dari jebakan pasir. Bangkitlah Suraqah dan iapun kembali menyerang Rasulullah.

Namun, sekali lagi kuasa Allah terjadi. Sungguh sial, belum lama Suraqah selamat, tapi kini ia kembali terbenam dalam pasir lebih parah dari semula. Akhirnya, Suraqah memohon belas kasihan kepada Rasulullah. Ia bersumpah tak akan mengulangi tindakan jahatnya. Mendengar hal itu, Rasulullah memaafkan dan mendoakannya.

Baca Juga:  Mempraktekkan Akhlak Al-Quran

Suraqah merasa penasaran atas kuasa dan kebesaran dari agama yang dibawa oleh Rasulullah. Maka iapun bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, jelaskanlah padaku tentang Tuhanmu yang memiliki kekuatan yang sedemikian rupa. Terbuat dari apakah tuhanmu teraebut, hingga kekuasaannya begitu luas.

Mendengar pertanyaan itu, Rasulullah membacakan surah al-ikhlas ayat 1-4 lengkap untuk menjawab rasa penasaran Suraqah. “Katakanlah (Muhammad), ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa’. Allah tempat meminta segala sesuatu.  (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.

Suraqah semakin tertarik dengan jawaban Rasulullah. Rupanya tetasan hidayah sudah merasuki hatinya. Ia kembali menanyakan : “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku tentang Islam ?”.

Rasulullah memberitahu dan membimbing hingga Suraqah masuk Islam. Suraqah pun mendapatkan hadiah yang belum pernah ia bayangkan: menyaksikan teladan manusia suci yang bersih dari rasa dendam, dan memasuki dunia baru yang sarat nilai ketuhanan sebagai seorang muslim.

Kisah ini menjadi pelajaran penting bagi umat Islam ketika berdakwah untuk mengajak kepada kebaikan. Teladan kebaikan terkadang menjadi senjata yang memukau daripada busa-busa nasehat. Akhlak Rasul yang pemaaf dan penyayang menjadi kunci pintu hidayah bagi musuh sekalipun.

Bagikan Artikel ini:

About Imam Santoso

Avatar of Imam Santoso

Check Also

antrian haji

Antrian Haji dan Tanggungjawab Sosial Mengatasi Kemiskinan

Gairah haji masyarakat dari tahun ke tahun tidak pernah surut. Impian untuk melengkapi rukun Islam …

haji bawa anak

Haji Bawa Anak, Bagaimana Hukum dan Tata caranya

Ibadah haji merupakan salah satu dari lima rukun islam yang terdiri dari syahadat, shalat, zakat, …