nuzulul quran1
nuzulul quran1

Khutbah Jumat – Menjadikan Al – Qur’an Sebagai Pedoman Hidup

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لله الَذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَهَدَانَا إلَى صِرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ صِرَاطِ الَذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَاالضَالِّيْنَ اَشْهَدُ اَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ اَلْمَالِكُ الْحقُّ الْمُبِيْنُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًارَسُوْلُ الله صَادِقُ الْوَعْدِ الْاَمِيْنِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا محمدٍ فِى الْاَوَّلِيْنَ وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا محمدٍ فِى اْلاَخِرِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوااللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ وَاَخْلِصُوْا لَهُ الْعِبَادَةَ فَقَدْ اَفْلَحَ مَنْ اَخْلَصَ اَعْمَالَهُ لِهِّ

Hadirin sidang jumat Rahimakumullah

Alhamdulillah Allah masih memberikan kita semua kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa secara baik, maka marilah bersama-sama kita meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, seraya memanjatkan puji syukur atas nikmat kesehatan, nikmat kesempatan dan nikmat usia yang telah diberikan oleh Allah SWT dan tak lupa shalawat serta salam tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad Saw yang telah menuntun kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang yaitu Addinul Islam.

Sidang jumat yang dimuliakan Allah SWT

Indonesia telah dianugerahi alam yang begitu indah dan kaya akan sumber daya alam, disamping itu juga dianugerahi ratusan suku, bahasa sehingga tiadalah salah jika Indonesia seringkali disebut sebagai negara yang gemah ripah loh jinawi, negara yang begitu indah, bukan saja alamnya namun juga masyarakatnya yang meskipun berbeda-beda namun tetap bersatu padu, perbedaan yang ada justeru dijadikan satu kekutan untuk menjadi bangsa yang besar, menjadi bangsa yang dalam agama disebut Baldatu Thoyyibantun Wa Rabbun Ghofur.

Menjadi negara yang Baldatu Thoyyibatun Wa rabbun Ghofur tentulah tidak mudah, masyarakat Indonesia terkhusus umat muslim haruslah menjadikan Al-Quran sebagai tuntunan dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari, Al-Quran harus di implementasikan secara nyata sehingga akan tercipta masyarakat yang madani dan harmoni. Ketika Al-Quran telah dijadikan sebagai pedoman dan petunjuk dalam hidup maka Allah akan menurunkan rahmatNya untuk kita semua, sebagaimana telah dijelaskan dalam surat Al-A’raf ayat 52 sebagai berikut :

Baca Juga:  Menjaga Kesehatan di Masa Pandemi Covid- 19 Bagian dari Jihad

وَلَقَدْ جِئْنٰهُمْ بِكِتٰبٍ فَصَّلْنٰهُ عَلٰى عِلْمٍ هُدًى وَّرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ

Artinya: “Sungguh, Kami telah mendatangkan Kitab (Al-Qur’an) kepada mereka, yang Kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Al-A’raf : 52).

Pada ayat diatas sangatlah jelas bahwa ketika al-quran dijadikan sebagai petunjuk maka rahmat dan kasih sayang Allah akan hadir, terlebih sekarang adalah bulan Ramadhan, dimana pada bulan inilah Allah menurunkan Al-Quran sebagai petunjuk dan penerang umat manusia, maka memperingati Nuzulul Qur’an jangan hanya sebatas seremoni, namun harus benar-benar menjadikan Al-Quran sebagi pegangan hidup. Khatib berulangkali menegaskan untuk menjadikan Al-Quran sebagai pedoman karena melihat kondisi sosial sekarang ini yang penuh dengan kebisingan duniawi bahkan ditenagh ramadhan masih saja orang mengumbar amarah, mengumbar hoax, mengejek, mencaci, menyebarkan ujaran kebencian serta tidak segan-segan mengkafirkan sesama muslim. Padahal Allah SWT melarang keras antar sesama memanggil dengan panggilan yang tidak pantas dan kurang baik, sesuai dengan firman Allah SWT pada surat al-Hujurat ayat 11 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (al-Hujurat : 11)

Pada ayat diatas jelaslah bahwa prilaku saling mengolok-olok adalah prilaku yang dibenci Allah SWT dan akan digolongkan sebagai orang yang zalim, baik bagi yang memulai maupun yang membalas olokan tersebut, sesuai dengan hadist Nabi Muhammad Saw.

Baca Juga:  Khutbah Jumat - Toleransi Sebagai Jembatan Persaudaraan

وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

“Dan barangsiapa yang membuat (mempelopori) perbuatan yang buruk dalam Islam, maka baginya dosa dan (ditambah dengan) dosa orang-orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun” (HR Muslim no. 1017).

Sidang jumat yang dimuliakan Allah SWT

Ramadhan hanya tinggal dalam hitungan hari, maka marilah kita manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk beribadah kepada Allah SWT. Marilah kita hentikan segala adu domba terhadap sesama yang menyebabkan perpecahan, mumpung masih dibulan ramadhan kita perkuat tali silaturrahim agar rahmat itu turun sehingga kita dapat menjadi negara yang bergelar Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur haruslah kita pelihara perdamian dan saling menasehati antara sesama sehingga kita semua akan memperoleh rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT karena sekali lagi jika kita tidak menyambung tali silaturrahim maka kita akan terputus dari hubungan dengan Allah SWT sesuai dengan hadist Qudsi berikut ini :

قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ : أَنَا الرَّحْمَنُ ، خَلَقْتُ الرَّحِمَ ، وَشَقَقْتُ لَهَا اسْمًا مِنَ اسْمِي ، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ ، وَمَنْ قَطَعَهَا قَطَعْتُهُ

Allah ‘azza wajalla berfirman, “Akulah Sang Rahman. Aku menciptakan rahim dan Aku pula yang mengambilkannya dari nama-Ku.  Barangsiapa menyambung rahim (tali kekeluargaan) maka Aku tersambung dengannya, dan barangsiapa memutusnya Aku pun terputus darinya. (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud)

Dengan pernyataan dalam hadist qudsi tersebut maka semakin jelaslah mengapa seringkali rahmat dari Allah SWT bergitu terlambat atau bahkan tidak kita dapatkan, karena kita masing suka saling mengejek, saling mengolok dan saling memfitnah antara sesama dan itulah yang menyebabkan sulitnya tercapai masyarakat yang Madani, oleh karena itulah mari kita manfaatkan Ramadhan dan momentum Nuzulul Qur’an untuk benar-benar mengimplementasikan Al-Quran sebagai pedoman dalam hidup sehingga Indonesia benar-benar menjadi negara yang gemah ripah loh jinawi.

Baca Juga:  Bulan Rajab, Momentum Perbaikan Diri Serta Peningkatan Takwa Kepada Allah SWT

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْاَنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَاِيَّاكُمْ بِالْاَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَاعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ.قال الله تعالى فى القران الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سيدنا اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ سيدنا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Dr KH Adnan Anwar

Membangun Kebanggaan Nasional untuk Lawan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme

Jakarta – Semangat nasionalisme pada Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) menandakan rumusan identitas kebangsaan yang tidak …

uas ditolak masuk singapura berikut hal yang diketahui sejauh ini

Ormas Perisai Pendukung UAS Demo Kedubes Singapura Siang Ini

Jakarta – Penolakan Pemerintah Singapura terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) yang hendak memasuki wilayah Singapura …