merayakan tahun baru
merayakan tahun baru

Khutbah Jumat – Sambut Tahun Baru Dengan Muhasabah dan Istigfar

Khutbah I

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَاأيُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Sidang jumat yang dirahmati Allah

Marilah bersama-sama kita memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat kesehatan, nikmat usia hingga hari ini dan kita ucapkan atas segala anugerag yang wajib kita syukuri sebagai seorang yang beriman kepada Allah SWT. Dan tak lupa marilah bersama-sama kita terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan hanya kepada Allah Azza Wajalla. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad Saw yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh dengan rahmat yaitu Addinul Islam.

Sidang jumat yang dirahmati Allah

Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2021 menuju tahun 2022 dimana tentu pada tahun ini kita mengalami banyak sekali pasang surut dalam menjalani kehidupan, ada senyum, tangis, kesedihan dan kesenangan, semua itu tentu membuat kita belajar bahwa dalam kehidupan haruslah selalu disandarkan kepada Allah SWT, jangan sampai kemudian pada tahun berikutnya kita mengulangi kesalahan sebelumnya. Maka kunci dari semua itu adalah Muhasabah (introspeksi) apakah selama satu tahun ini kita telah benar-benar menjalankan kewajiban sebagai seorang hamba, apakah selama ini kita telah berlaku baik terhadap keluarga, tetangga, teman dan dan alam, muhasabah menjadi penting untuk kembali menyegarkan dalam ingatan bahwa kita jangan sampai terjerumus dalam kesalahan yang berkali-kali dan kunci selanjutnya adalah meningkatkan ketakwaan hanya kepada Allah SWT. Bunyi terompet malam tahun baru, riuhnya sorak tahun baru janganlah kemudian menghilangkan ingatan kita akan nikmat yang telah diberikan oleh Allah selama kita hidup, maka selain muhasabah, beristigfar menjadi kunci selanjutnya untuk memohon ampun atas segala kekeliruan dan kealfaan sehingga malam pergantian tahun baru kita tidak terlarut dalam eforia yang berlebihan, karena kunci dari semua itu adalah takwa kepada Allah SWT, dengan jalan takwa inilah niscaya harapan dan tujuan yang belum sempat tercapai pada tahun ini, Insya Allah akan terkabulkan tentu dengan terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-A’raf sebagai berikut :

Baca Juga:  Membumikan Nilai-Nilai Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan Sehari-hari

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ 

Artinya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al-A’raf : 96).

Kita semua tentu merasa sangat bersyukur telah dianugerahkan oleh Allah SWT sebuah negeri yang damai dan tentram sehingga kita dapat menjalankan ibadah dengan tenang, dengan kedamaian yang ada kita dapat bekerja dengan baik untuk mencari rizki dan ridha Allah dibumin-Nya yang luas ini, maka syukur kita terhadap nikmat Allah jangan sampai kemudian berkurang justeru dengan berakhirnya tahun 2021 dan menuju tahun 2022 kita harus semakin giat berusaha, semakin rajin beribadah dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan sehingga kita semua mendapatkan keberkahan dalam hidup yang singkat ini.

Sidang Jumat yang dirahmati Allah

Muhasabah Ibda’ Binafsik (introspeksi dimulai dari diri sendiri) menjadi penting karena kita semua sebagai mahluk sosial yang tidak lepas dari saling ketergantungan dan saling membutuhkan antara sesama pastilah mempunyai banyak kekhilafan baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak disengaja, maka dengan mengintrospek diri kita akan menemukan berbagai kekurangan yang telah kita lakukan selama satu tahun belakangan, sehingga memasuki tahun – tahun yang akan datang kita jangan sampai mengulangi perbuatan yang sama, terlebih yang harus sekali kita ingat, untuk apa mulut kita dipakai, untuk apa jari jemari kita digunakan, jangan-jangan selama ini mulut kita telah bersih, namun jari jemari kita menebarkan sesuatu yang tidak baik ke tetangga, kelingkungan dan mungkin menyebabkan perpecahan anatar sesama anak bangsa, oleh karena itulah bermuhasabah menjadi penting, karena muhasabah juga merupakan perintah langsung dari Allah SWT :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (18) وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (19)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hasyr: 18-19)

Sedemikian pentingnya kita mengoreksi diri sediri sampai-sampai Allah SWT memerintahkan, karena kita sebagai manusia memanglah tidak pernah luput dari salah dan dosa, namun demikian jikalau kita terus mengintrospeksi diri maka kita dapat meminimalisir bahkan menghilangkan segala nafsu syetan. Nafsu syetan bukan saja yang menyangkut urusan pribadi namun juga segala perbuatan kita yang mungkin karena merasa paling hebat dan merasa paling benar sehingga seringkali kita memprovokasi sekitar, menyebarkan melalui media untuk membuat kegaduhan dan melawan negara, tentu nafsu ini juga yang harus kita musnahkan dengan kembali berpikir secara jernih sehingga memasuki tahun 2022 kita kembali menjadi lebih jernih dalam berpikir, lebih bijak dalam bertindak dan mengambil langkah-langkah dalam hidup Dalam hadits Rasulullah bersabda:

Baca Juga:  Khutbah Jumat : Meraih Kebahagiaan dengan Al-Quran sebagai Pedoman

عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ

Artinya : Dari Syadad bin Aus ra, dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda, ‘Orang yang cerdas (sukses) adalah orang yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri, serta beramal untuk kehidupan sesudah kematiannya. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT.’ (HR Tirmidzi).

Sidang Jumat yang dirahmati Allah

Muhasabah menjadi media bagi kita untuk terus mengingat dan kemudian memperbaiki apa yang telah dilakukan selama kehidupan sebelumnya, dalam salah satu percakapan Sayyidina Umar bin Khattab pernah bertutur :

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا وَتَزَيَّنُوْا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ وَإِنَّمَا يَخِفُّ الْحِسَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى مَنْ حَاسَبَ نَفْسَهُ فِى الدُّنْيَا

Artinya : “Hisablah diri (introspeksi) kalian sebelum kalian dihisab, dan berhias dirilah kalian untuk menghadapi penyingkapan yang besar (hisab). Sesungguhnya hisab pada hari kiamat akan menjadi ringan hanya bagi orang yang selalu menghisab dirinya saat hidup di dunia”.

introspeksi diri menjadikan kita terhindar dari sifat Ujub (bangga diri) atau sombong karena berbagai hal, mulai dari ketampanan, nasab (keturunan), kekayataan, kedudukan bahkan banyaknya pengikut karena mungkin kita telah dianggap sebagai tokoh diberbagai bidang. Dengan tidak menjadi ujub maka kita juga akan terhindar dari sering menghakimi orang lain karena merasa paling benar, dengan introspeksi diri kita akan terhindar dari merasa kelompok kita yang paling hebat dan benar sehingga seringkali melampai tugas kita sebagai hamba Allah dan tentu kita juga akan terhindar dari sifat dan perilaku suka mengkambinghitamkan orang lain maupun membuat kegaduhan di tengah masyarakat yang damai. Jangan juga kita merasa paling suci karena merasa paling hebat, Allah melarang orang yang merasa paling sok suci :

فَلا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

“Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS An-Najm: 32)

Sidang Jumat yang dirahmati Allah

Baca Juga:  Khutbah Jumat - Hari Kesaktian Pancasila Dan Nasionalisme Warga Bangsa

Akhirnya dengan uraian singkat diatas, semoga kita semua tersadar bahwa kita adalah makluk sosial, kita adalah hamba yang lemah dan tidak mempunyai kekuatan selain bergantung kepada Allah SWT, maka dengan bermuhasabah dan rendah diri insya ALlah kita akan selamat baik didunia maupun diakhirat kelak.

Demikianlah, khutbah jumat yang singkat ini, semoga melalui momentum jumat yang barokah ini, marilah kita berlomba-lomba untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala laranganNya

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang diberikan usia yang diberkati Allah Subhanu wata’la. sehingga kita dapat memanfaatkan umur kita dengan sebaik-baiknya dan dapat menjalankan tuntunan Nabi Muhammad saw yang setiap harinya memohon ampun dan perlindungan Allah SWT.

جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Khutbah II

الْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Pertemuan Dir Cegah BNPT dengan LPOK

Ormas Islam dan Ormas Keagamaan Dukung Pengadaan Perppu Larangan Ideologi Selain Pancasila

Jakarta – Lembaga Persahabatan ormas Islam ( LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) mendukung …

Tiga siswa terpaksa belajar di luar kelas akibat mengenakan hijab

Ogah Lepas Hijab, 2 Siswa di India Harus Belajar di Luar Kelas

Jakarta – Diskriminasi terhadap umat Muslim terus saja terjadi di India. Ketidakberpihakan pemerintah India dalam …