ISIS Khorasan
ISIS Khorasan

Klaim Tanggung Jawab Bom Bunuh Diri Bandara Kabul, Siapa ISIS-K?

Bom Bunuh Diri Bandara Kabul – Tragedi kemanusiaan baru saja terjadi di Afghanistan. Ratusan orang tewas setelah dua bom meledak di kerumunan antrean warga yang ingin dievakuasi di luar Bandara Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, Kamis (26/8/2021). Lebih dari 200 orang tewas akibat bom ini, termasuk puluhan tentara Amerika Serikat (AS).

Islamic Statef of Iraq and Syria (ISIS) Khorasan atau ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri ini. Siapa ISIS-K?

Seperti dilansir CNN via laman detikcom, Jumat (27/8/2021), ISIS-K merupakan cabang dari kelompok ISIS yang pertama muncul di Suriah dan Irak. Meskipun berbagi ideologi dan taktik yang sama, seberapa dalam hubungan kedua kelompok itu tidak pernah diketahui secara keseluruhan.

ISIS-K diketahui terbentuk beberapa bulan setelah ISIS mendeklarasikan kekhalifahan di Irak dan Suriah tahun 2014. Para petempur yang memisahkan diri dari Taliban Pakistan bergabung dengan ISIS-K di Afghanistan dan menyatakan sumpah setia pada pemimpin ISIS saat itu, Abu Bakr al-Baghdadi.

Sejumlah pejabat intelijen AS sebelumnya menuturkan bahwa keanggotaan ISIS-K mencakup sejumlah kecil militan veteran dari Suriah dan para petempur teroris asing lainnya. Diungkapkan para pejabat intelijen itu bahwa AS telah mengidentifikasi sekitar 10-15 petinggi ISIS-K di wilayah Afghanistan.

Inspektur Jenderal untuk Afghanistan pada Departemen Pertahanan AS (SIGAR) menyebutkan dalam sebuah laporan bulan April-Juni tahun ini bahwa ISIS-K berupaya mengeksploitasi situasi tidak stabil di Afghanistan.

“ISIS-Khorasan mengeksploitasi ketidakstabilan politik dan peningkatan kekerasan selama kuartal tersebut dengan menyerang target-target sektarian minoritas dan infrastruktur untuk menebar ketakutan dan menyoroti ketidakmampuan pemerintah Afghanistan dalam memberikan keamanan yang memadai,” sebut laporan tersebut.

Disebutkan juga bahwa ISIS-K membentuk sejumlah sel teror di wilayah Kabul, yang melancarkan serentetan serangan bom bunuh diri mematikan di dalam maupun di luar wilayah ibu kota Afghanistan itu sejak tahun 2016 lalu.

Baca Juga:  Cegah Virus Corona Asosiasi Pesantren NU Keluarkan 12 Imbauan

Kelompok ini disebut telah membangun kehadiran di wilayah Afghanistan sebelah timur dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di Provinsi Nangahar dan Kunar.

Pada Agustus lalu, ISIS-K menyerang sebuah penjara utama di Jalalabad, ibu kota Provinsi Nangarhar, dalam upaya membebaskan puluhan pendukung mereka yang ditangkap oleh tentara dan polisi Afghanistan.

Menurut laporan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang dirilis bulan lalu, perkiraan terbaru untuk kekuatan ISIS-K cukup bervariasi antara ribuan petempur aktif hingga paling rendah 500 petempur. Selain di Kabul, ISIS-K juga disebut memiliki sel tidur di sebagian wilayah Pakistan.

Meskipun sama-sama beraliran Sunni garis keras, ISIS-K dan Taliban bermusuhan. Kedua kelompok memiliki perbedaan kecil dalam pemahaman keagamaan dan strategi, sembari sama-sama mengklaim sebagai pembawa bendera jihad sebenarnya.

Perselisihan kedua kelompok memicu pertempuran berdarah, dengan Taliban muncul sebagai pemenang setelah pada tahun 2019 lalu, ISIS-K gagal mengamankan wilayahnya di Afghanistan.

Sebagai wujud permusuhan kedua kelompok, pernyataan-pernyataan ISIS menyebut Taliban sebagai murtad.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

pwnu dki jakarta menyalurkan keasiswa kepada santri

Peringati Hari Santri, PWNU DKI Jakarta Salurkan Beasiswa 200 Santri

JAKARTA  – Akar historis Hari Santri adalah tercetusnya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim …

Pondok pesantren

Pesantren Berperan Besar Sebarkan Ajaran Islam ke Seantero Nusantara

Jakarta – Pesantren berperan besar dalam memperkuat pendidikan Islam dan generasi bangsa. Melalui pesantren juga, …