TGB
TGB

Kondusifitas Keberagaman adalah Rahmat Allah dan Modal Besar Indonesia

Jakarta – Keberagaman Indonesia yang kondusif adalah rahmat Allah SWT yang luar biasa dan menjadi modal besar bagi bangsa Indonesia untuk menjadi lebih kuat. Hal itu dikatakan oleh Ketua Dewan Nasional Konvensi Rakyat Partai Perindo DR. TGB. Muhammad Zainul Majdi dalam Webinar Mingguan Partai Perindo dengan tema ‘Ramadan; Momentum Menguatkan Solidaritas Beragama,’ Jumat (8/4/2022).

“Bersyukur suasana keberagamaan kita sangat kondusif. Sehingga umat muslim pada bulan suci Ramadhan dan juga pada kesempatan-kesempatan yang lain, bisa melaksanakan tuntunan-tuntunan beragama dengan bebas. Demikian juga non-muslim,” kata TGB

Kondisi tersebut, kata TGB, bukan sesuatu tanpa sebab. Setidaknya ada dua hal, sehingga terciptanya kondusifitas di tengah keberagaman di Tanah Air itu.

“Pertama, tentu karunia dari Allah, dan juga merupakan buah dari kerja kolektif dari seluruh anak bangsa di masa sebelum kita. Semua berkontribusi berusaha membangun masyarakat yang harmonis. Kita bersyukur Indonesia sampai saat ini tetap utuh, tetap satu dan mudah-mudahan demikian seterusnya. Ini bukan hadiah dari siapa-siapa, tapi ini adalah rahmat Allah dan hasil dari ikhtiar untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang majemuk, dengan pluralitas yang sangat autentik,” ujar TGB.

Dia menegaskan bahwa keberagaman di Indonesia itu autentik. “Bukan buat-buat. Keberagaman autentik adalah keberagaman yang lahir dari kesadaran,” ucapnya.

Selain itu, keberagaman tak ubahnya sebagai tulang belakang bagi Indonesia. Dia berharap tulang belakang itu akan terus kuat, sehingga keberagaman yang terjadi di Indonesia tetap kondusif, seperti halnya pluralis autentik.

“Indoneisa itu seperti manusia ya. Manusia itu kan punya panca indera, maka yang menjadi backbone dari manusia yang namanya Indonesia itu adalah keberagaman kita. Jadi kesadaran kita untuk hidup bersama, menghormati satu sama lain itu seperti tulang belakang ya. Kalau tulang belakang ini tetap tegak, maka Indonesia juga akan tetap tegak dan bisa berjalan dan bahkan berlari cepat,” papar TGB.

Baca Juga:  Munas Alim Ulama dan Konbes NU Bahas Beragam Problematika Bangsa

TGB juga mengatakah bahwa keberagaman adalah modal besar bangsa Indonesia untuk menjadi lebih kuat.

“Keberagaman itu sebagai aset yang luar biasa. Jadi jangan dipandang sebagai masalah. Kalau dalam dalam alquran kan dalam surat al hujurat misalnya, wahai segenap manusia, kami ciptakan kalian dari seorang satu jiwa, dan kami ciptakan darinya pasangannya.’ Lalu Allah ciptakan dari pasangan itu menjadi masyarakat, yang sangat banyak. Untuk saling mengenal,” jelas dia.

Alih-alih melihat sebagai hambatan, TGB menilai, lewat keberagaman, Indonesia bisa menjelma menjadi negara yang kuat. Namun, keberagaman itu harus dibarengi dengan semangat persatuan.

“Keberagaman bukan kendala di dalam kita mengembangkan potensi-potensi kita. Tapi keberagaman adalah aset, modal untuk kemudian kita garap bersama untuk saling mengisi dan melengkapi dan kemudian hadirlah Indonesia yang kuat,” pungkas TGB.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

muslim houston amerika serikat rayakan idul fitri dengan menggelar festival

Komunitas Muslim Houston bagikan Makan Gratis Tunawisma

JAKARTA – Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, rahmat yang bukan saja untuk umat Islam namun …

ilustrasi logo nahdlatul ulama

Konbes NU 2022 Lahirkan 19 Peraturan untuk Perkuat Landasan Jam’iyah Optimalisasi Khidmah

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) 2022 …