Kongres Umat Islam Mesti Gelorakan Jihad Harta

0
73

Jakarta –  Kongres Umat Islam (KUI) VII 2020 mesti menggelorakan jihad harta. Ini penting karena sejauh ini pengembangan konsep-konsep ajaran Islam khususnya di bidang ekonomi seperti zakat, infaq, dan sodaqoh.

Pernyataan itu diungkapkan oleh sejarawan Muslim Indonesia, Prof. Ahmad Mansur Suryanegara saat , mengisi agenda Focus Group Discussion (FGD) di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, Senin (13/1/2020). FGD ini menjadi salah satu rangkaian Kongres Umat Islam VII 2020.

“Kalau menyumbang di masjid kalau Rp 100 ribu itu kebesaran, padahal Allah akan menggantikannya dengan yang lebih besar. Mari kita kembangkan bahwa jihad yang baik adalah dengan harta. Menggiatkan zakat infaq sedekah melalui kelembagaan yang benar, Insya Allah nanti kita selamat,” ujar Ahmad Mansur.

Ahmad Mansur menambahkan, momentum KUI VII ini sangat tempat untuk menggelorakan dan mensosialisasikan konsep-konsep ajaran Islam khususya pada bidang ekonomi tersebut.

“Kegiatan-kegiatan ibadah dan konsep-konsep ajaran Allah dan Rasul-Nya, supaya dilakukan dan dikerjakan oleh tiap individu dari kita supaya menjalankan,” tuturnya dikutip dari laman republika.co.id.

Penulis buku sejarah “Api Sejarah” itu mengajak umat Muslim untuk menyimpan uang di lembaga-lembaga keislaman. “Kalau kita percaya pada asuransi, lebih baik dialihkan pada sodaqoh atau menyimpan uang di lembaga-lembaga keislaman,” ujarnya.

Ia mengajak setiap individu untuk membangun kehidupan zakat, kehidupan infaq dan sodaqoh melalui unit-unit yang terdekat lebih dulu.

“Itu akan bisa menyelamatkan dari hal-hal yang umpamanya yang membuat kerepotan umat Islam,” ungkapnya.

Menurut Ahmad Mansur, sebaiknya tiap Muslim mengerjakan zakat, sodaqoh dan infak kepada lembaga-lembaga keislaman yang mengaturnya. “Dengan jiwa, kesadaran dan keyakinan, maka mengerjakan zakat, infaq dan sodaqoh itu harus ditanamkan. Kalau ketiga itu dilakukan, tentu akan membahagiakan orang yang menyalurkan,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan