Kopi Sufi
Kopi Sufi

Kopi : Dari Minuman Para Sufi Hingga Menjadi Tradisi

Kopi telah menjadi minuman yang popular saat ini di berbagai kalangan dari desa hingga di tengah kota. Terlihat banyak sekali kedai kopi yang telah menjamur di berbagai daerah menjadi lahan bisnis menggiurkan. Setiap daerahpun berlomba-lomba untuk menghasilkan kopi dengan kualitas terbaik yang mereka miliki.

Namun, tahukah kamu bahwa kopi ternyata memiliki cerita dalam sejarah Islam di dunia. Seperti yang kita ketahui, budaya Islam itu sangat erat hubungannya dengan budaya Arab. Dan di Arab kopi dianggap sebagai pengganti wine karena memang dalam agama Islam ada pelarangan untuk minum minuman beralkohol.

Cerita berawal dari seorang pria berkebangsaan Arab bernama Khalid. Dia merupakan seorang pengembala yang menggembalakan dombanya di Kaffa tepatnya di Negara Etiopia Utara. Dia melihat gelagat yang berbeda dari gerombolan domba-dombanya. Ia pun mengetahui bahwa dombanya telah memakan beberapa buah beri dan menjadikan domba tersebut menjadi lincah dan memiliki energi yang besar.

Lalu Khalid mencobanya dengan merebus buah beri tersebut. Saat itulah pertama kalinya kopi ditemukan. Pada abad ke-15 buah beri ini pertama kali diekspor dari Etiopia ke Yaman dalam bentuk biji kering. Biji ini menjadi minuman para sufi untuk tetap terjaga di malam hari dan dihidangkan pada acara-acara istimewa.

Asal usul kata kopi adalah “Qahwa”, yang merujuk pada sebuah minuman yang diproduksi dari ekstraksi biji-bijian yang di haluskan, yang diminum seperti anggur merah atau sebuah cairan yang apabila dikonsumsi akan menimbulkan perasaan senang dan menimbulkan efek tertentu.

Karena qahwa mampu membuat orang kuat melek, maka qahwa dipakai sebagai teman untuk berzikir dan beribadah hingga Subuh oleh orang Sufi. Kata qahwa pula yang kemudian diserap menjadi coffeecafe, maupun kopi.

Baca Juga:  Kisah Makkah yang Dilanda Banjir

Coffe yang berasal dari kata Coffea yang merujuk pada daerah asal tumbuhan itu berada yakni Caffa di Etiopia Utara. Sudah menjadi sesuatu yang lazim di kalangan para sufi, merebus biji kopi lalu meminum hasil rebusan itu, agar tetap terjaga pada dzikir-dzikir malam mereka.

Al Habib Abdurrohman Shofi Assegaf mengatakan; “…bahwa kopi yang disiapkan oleh para Sufi ini esensinya untuk menarik Hati kepada Allah maka pahamilah isyarah dan bedakan antara setiap argumentasi” . Imam Ahmad Assubki juga berkata “Kopi manfaatnya yaitu kira-kira untuk membuat semangat ibadah dan pekerjaan penting juga menghancurkan makanan, agar tidak masuk angin dan menghilangkan dahak yang banyak.”

Kopi yang awalnya diminum oleh para sufi, kemudian menemukan popularitasnya. Ketika kopi jadi minuman sehari-hari, bermunculan pula banyaknya rumah kopi yang ramai di datangi pengunjung.

Di Indonesia sendiri, kopi juga menjadi tanaman yang sakral di beberapa tempat. Seperti para petani kopi Gayo yang menuangkan beberapa tekhnik dalam setiap tumbuhan kopinya dan bahkan cara pengolahannya.

Ratusan tahun semenjak kopi pertama kali ditanam di Nusantara, kopi masih menjadi favorit penduduk Indonesia. Bahkan di setiap tempat, kopi hampir selalu ada pada setiap acara, terutama acara-acara yang banyak orang bergerombol ataupun begadang bersama. Seperti kegiatan ronda atau kerja bakti, hingga yang sifatnya religius seperti i’tikaf.

Kopi merupakan minuman para sufi yang digunakan untuk taqarrub dan mendekatkan diri kepada Allah yang ternyata memiliki banyak faidah baik secara rohani ataupun medis. Saat ini pun kopi telah merambah fungsi menjadi tradisi di setiap daerah. Menjadi minuman peneguk kehangatan silaturahmi. Pun tidak ketinggalan kopi menjadi barang komersial yang bernilai tinggi.

Bagikan Artikel

About Imam Santoso