TKP dua muslimah alami serangan Islamofobia di kota Hamilton Kanada
TKP dua muslimah alami serangan Islamofobia di kota Hamilton Kanada

Lagi Keluarga Muslim di Kanada Alami Serangan Islamofobia

Hamilton – Berselang satu bulan pasca satu keluarga muslim mengalami serangan Islamofobia dengan ditabrak truk pikap yang menewaskan empat dari  lima anggota keluarga itu, nasib serupa hampir dialami sebuah keluarga Muslim lainnya di Kanada.

Kali ini seorang Muslimah tua (62 tahun) dan putrinya (26 tahun) saat sedang berjalan melalui tempat parkir di daerah Ancaster Meadowlands, Hamilton, Ontario, Kanada,  sekitar pukul 21.30 waktu setempat, Senin (12/7/2021). Saat Itulah, sebuah kendaraan keluar dari tempat parkir dan hampir menabrak salah satu dari mereka.

Beruntung serangan terorisme itu bisa dihindari. Polisi Hamilton pun langsung bergerak dan menangkap seorang pria berusia 40 tahun sehari kemudian. Tersangka dituduh melakukan kejahatan rasial dengan ujaran kebencian dan ancaman pembunuhan.

Dikutip dari laman cp24.com, polisi mengatakan pengemudi mobil itu lalu mengucapkan kalimat ancaman terhadap korban sambil menggunakan cercaan yang menargetkan komunitas Muslim. Ibu dan anak itu berlari ke seberang jalan dan bersembunyi di balik semak-semak. Namun, pria itu mencari mereka dan mengatakan ancaman pembunuhan jika keduanya ditemukan.

Namun, salah satu wanita kemudian berlari berteriak minta tolong, lalu orang-orang di dekatnya turun tangan dan pria itu pun pergi. Juru bicara polisi Indy Bharaj mengatakan layanan tersebut bekerja dengan ibu dan anak perempuannya untuk segera menyelesaikan kasus.

Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM) mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada CBC News bahwa mereka sangat sedih dengan insiden tersebut. Menurut mereka, insiden itu karena para wanita itu mengenakan jilbab. NCCM juga membagikan pernyataan dari keluarga yang mereka terima dari polisi dan mengatakan keluarga menginginkan privasi saat ini.

“Kami terguncang tetapi tetap kuat setelah serangan terhadap keluarga kami. Mari kita perjelas, individu ini berusaha meneror keluarga kami. Mengingat serangan London beberapa waktu lalu, ini sangat menakutkan bagi keluarga kami. Cukup sudah. ​​Pemerintah harus berkomitmen mengambil tindakan yang lebih kuat. Keluarga kami bisa terluka parah dan kami tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi,” bunyi pernyataan itu dikutip daril laman republika.co.id.

Baca Juga:  Kedepankan Ukuwah Islamiyah, Wathoniyah dan Basyariyah, GP Ansor Maafkan Alfian Tanjung

Pria tersebut saat ini menghadapi beberapa tuduhan, yakni penyerangan dengan senjata, pengoperasian kendaraan bermotor yang berbahaya, mengucapkan ancaman pembunuhan dan melanggar masa percobaan.

Juru bicara polisi Krista-Lee Ernst mengatakan tidak ada informasi lebih lanjut yang akan dirilis saat ini. Polisi masih menyelidiki kemungkinan adanya bukti video dari kamera pengawas di tempat parkir.

Institusi tersebut juga meminta para korban yang merasakan kejadian serupa tidak ragu menghubungi pihak berwajib. Pemerintah federal sebelumnya mengumumkan KTT darurat nasional tentang islamofobia akan diadakan pada 22 Juli mendatang.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Imam Besar Al Azhar dan Paus Franciskus

UIN Suka Akan Berikan Gelar HC Kepada Imam Besar Al Azhar dan Paus Franciskus

Jakarta –  Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta akan memberikan gelar Honoris Causa …

ibadah umrah di masa pandemi

Persiapkan Haji dan Umrah Sejak Dini, Kemenag Susun Skema Vaksin & Booster Untuk Calon Jemaah Umrah

Jakarta – Pelaksanaan ibadah haji telah dua kali ditunda akibat adanya pandemi Covid- 19. Terakhir …