Mahfud Md : Pemerintah Cari Data Anak-anak WNI Eks ISIS

0
1746

Jakarta – Polemik tentang WNI eks ISIS terus berlanjut, berbagai diskusi baik melalui media televisi, flatporm media sosial hingga diskusi publik terus mengisi ruang publik hari-hari ini. Pemerintah sendiri melalui keputusan rapat terbatas bersepakat tidak akan memulangkan WNI eks ISIS.

WNI eks ISIS yang kini masih berada di Suriah menurut data yang ada kebanyakan dari mereka merupakan perempuan dan anak-anak, sedangkan laki-lakinya tidak terlalu banyak karena sebagian dari mereka telah tewas baik dalam pertempuran maupun terkena ledakan bom sewaktu serangan pasukan pemerintah Suriah dan Irak.

Meskipun pemerintah telah memutuskan untuk tidak memulangkan mereka, namun pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md masih berusaha mencari keberadaan anak-anak yang dikabarkan masuk dalam daftar teroris lintas negara atau foreign terrorist fighters (FTF). Namun, Mahfud mengatakan upaya pemerintah masih belum menemukan hasil.

“Hanya ada laporan, dari pihak luar, bukan dari Indonesia. Pemerintah sendiri sudah mencari ke sana. Sumbernya juga tidak pernah langsung bertemu orangnya,” kata Mahfud saat ditemui di kantornya, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari laman tempo.co, Rabu, 12 Februari 2020.

Mahfud mengatakan selama ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang bergerak mencari keberadaan para anak-anak tersebut. Namun, yang terjadi BNPT hanya bertemu dengan otoritas resmi setempat. Meski daftar namanya ada, namun sosoknya tak pernah muncul.

Selama ini, Mahfud memang baru mendapat data jumlah FTF dari sejumlah sumber dari luar negeri. Dari data Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA), Mahfud mengatakan ada 689 WNI yang menjadi FTF.

Belakangan, Mahfud mengatakan baru mendapat daftar jumlah anak-anak yang diduga FTF dari pemerintah Turki. “Ini tadi baru ada laporan dari Turki anak sekian, perempuan sekian. Berapa ya, lima atau berapa gitu,” kata dia.

Mahfud memastikan bahwa pemerintah tak akan memulangkan para teroris lintas negara. Ia mengatakan dasar hukumnya adalah menjaga seluruh warga Indonesia tetap aman. Mahfud menyebut para FTF sebagai virus yang bisa menyerang dari dalam.

Meski begitu, Mahfud membuka peluang bagi anak-anak teroris di luar negeri di bawah 10 tahun, untuk dipulangkan. Ia mengatakan mereka akan dilihat kasus per kasus anak-anak tersebut, untuk diputuskan nasibnya.