Charlie Hebdo 1
Charlie Hebdo 1

Maroko Bergabung, Negara-Negara Negara Pengecam Publikasi Kartun Nabi Muhammad Meluas

Rabat – Penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW oleh majalah Charlie Hebdo serta dukungan Presiden Prancis Emmanuel Macron terhadap penerbitan ulang kartun yang menghina Islam dan Nabi Muhammad tersebut memicu kecaman dari negara-negara Muslim di dunia. Setelah negara-negara Islam di Semenanjung Arab, kini giliran Maroko bergabung mengecam penerbitan kartun tersebut.

“Kebebasan individu berakhir di mana kebebasan orang lain dan keyakinan mereka dimulai. Tindakan itu mencerminkan ketidakdewasaan pelakunya,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Maroko dikutip dari laman Morocco World News, Senin (26/10/2020).

Kementerian luar negeri Maroko menyatakan, kebebasan berekspresi tidak dapat membenarkan provokasi, dan serangan ofensif terhadap Islam dalam alasan atau keadaan apa pun.

“Kerajaan Maroko mengutuk semua tindakan gelap dan kekerasan biadab yang dilakukan atas nama Islam, itu mengecam provokasi yang menyinggung kesucian agama Islam,” tegas pernyataan.

Maroko bergabung dengan banyak negara Arab dan Muslim yang mengecam tindakan yang memicu kebencian. Mereka menyerukan kebijaksanaan dan semangat menghormati orang lain untuk mempromosikan koeksistensi, dan dialog konstruktif antaragama.

Beberapa negara Muslim lainnya juga mengutuk penerbitan ulang karikatur ofensif tersebut. Kecaman itu muncul setelah penyebaran gambar yang menghina umat Islam, setelah pembunuhan guru bahasa Prancis Samuel Paty pada 16 Oktober.

Sebelumnya seorang siswa berusia 18 tahun dari Chechnya, memenggal kepala Paty. Hal ini karena dia memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad dalam pelajaran tentang kebebasan berekspresi.

Kartun tersebut telah diterbitkan ulang di seluruh Prancis, sebagai tanggapan atas pembunuhan tersebut, dan bahkan diproyeksikan ke gedung-gedung pemerintah di Montpellier dan Toulouse.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam mereka yang mengkritik majalah satir Charlie Hebdo karena menerbitkan karikatur ofensif. Macron mendukung Charlie Hebdo, dengan menyatakan bahwa Islam sedang dalam krisis di seluruh dunia.

Baca Juga:  Sinergi dengan Alim Ulama Diperlukan Untuk Cegah Paham Radikal Terorisme

Dia juga berjanji untuk memberlakukan undang-undang yang ketat terhadap separatisme Islam, dan berjanji untuk tidak mengizinkan imam dari negara-negara Muslim memasuki Prancis.

Bagikan Artikel

About redaksi

Avatar