Jakarta- Masjid Istiqlal memiliki komitmen menjadi tempat ibadah yang ramah bagi penyandang disabilitas. Upaya yang dilakukannya dengan meminta masukan para pegiat penyandang disabilitas. Nantinya, masukan yang diterima disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Hal itu dikemukakan Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, di sela-sela mengisi Kajian Fiqih Disabilitas di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (27/12). Kegiatan itu diselenggarakan atas kerja sama Lembaga Advokasi untuk Disabilitas Inklusif Indonesia (Audisi) dan Bimas Islam Kementerian Agama.
“Kami juga mohon masukan tentang akses-akses untuk penyandang disabilitas. Mumpung Istiqlal sekarang ini sedang direnovasi besar,” kata Nasaruddin dikutip dari laman nu.or.id.
Pendiri Audisi, Yustitia Arief mengungkapkan rasa bahagiannya. Ia mengungkapkan sepanjang mengadvokasi hak-hak penyandang disabilitas, Yustitia mengaku baru kali ini ada pihak masjid yang secara terbuka meminta masukan demi terwujudnya hak-hak keagamaan penyandang disabilitas.
Menurutnya, komitmen yang dimiliki pihak Masjid Istiqlal seharusnya diikuti oleh masjid-masjid lain.
“Baru kali ini saya melihat ada pihak masjid yang benar-benar berkomitmen untuk mewujudkan masjid yang inklusif, ramah disabilitas. Apalagi tidak hanya sekadar bahwa ‘oh nanti dibikin ini, dibikin itu secara aksesabilitas, tapi juga bagaimana memahami disabilitas, bagaimana melayani para penyandang disabilitas,” kata Yustitia.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah