Masjid Larnaca diserang dan diancam dirusak kelompok Islamofobia
Masjid Larnaca diserang dan diancam dirusak kelompok Islamofobia

Masjid-Masjid Dibakar, Erdogan: Jangan SabotaseMasjid Kami, Anda Harus Bayar Mahal

Istanbul – Turki mengecam percobaan serangan pembakaran di sebuah masjid di Kota Larnaca, Siprus, Kamis (2/12/2021) lalu. Pernyataan kecaman itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Turki pada Minggu (5/12/2021).

“Kami mengutuk keras serangan pembakaran terhadap Masjid Agung di Larnaca, Administrasi Siprus Yunani di Siprus Selatan,” kata Kemenlu Turki dalam sebuah pernyataan, dilansir di Anadolu Agency, Senin (6/12/2021).

“Sebagai contoh baru-baru ini dari Islamofobia, serangan ini dan tindakan serupa tidak hanya menargetkan Muslim, tetapi juga mengancam nilai-nilai umum kemanusiaan, dan mengungkap betapa kalangan tertentu jauh dari pemahaman hidup berdampingan secara damai,” tambahnya.

Sebelumnya pada hari yang sama, Presiden Republik Turki di Siprus Utara (TRNC) Ersin Tatar juga mengutuk upaya untuk membakar masjid. Sementara itu, menurut pernyataan dari Kepresidenan Urusan Agama TRNC, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, namun polisi menangkap setidaknya satu tersangka dan tidak ada korban luka-luka.

Pulau Siprus telah terjebak dalam perselisihan selama beberapa dekade antara Yunani dan Siprus Turki. Meskipun, ada serangkaian upaya diplomatik oleh PBB untuk mencapai penyelesaian yang komprehensif.

Serangan etnis yang dimulai pada awal 1960-an memaksa Siprus Turki untuk mundur ke daerah-daerah kantong demi keselamatan mereka. Pada 1974, kudeta Siprus Yunani yang bertujuan untuk aneksasi Yunani menyebabkan intervensi militer Turki sebagai kekuatan penjamin untuk melindungi Siprus Turki dari penganiayaan dan kekerasan. TRNC sendiri didirikan pada 1983.

Presiden Turki  Recep Tayyip Erdogan mengatakan serangan pada masjid di Siprus tidak akan dibiarkan ‘tanpa jawaban’.

“Sayangnya terdapat (usaha) untuk menolak masjid-masjid kami di Siprus selatan, tentu operasi di Siprus selatan tidak akan dibiarkan tanpa jawab,” kata Erdogan.

Baca Juga:  Dakwah Untuk Sebarkah Hal Baik dan Membangun, Bukan Untuk Merobohkan, Apalagi Meruntuhkan

“Ini yang kami katakan pada Siprus selatan: jangan lakukan aksi sabotase pada rumah ibadah kami, harga yang anda bayar untuk aksi-aksi itu akan sangat mahal,” tambahnya.

Turki satu-satunya negara yang mengakui negara Siprus Turki yang terletak di bagian utara pulau itu dan tidak mengakui Siprus sebagai negara.

Pihak berwenang Siprus mengatakan pihak berwenang menangkap seorang pria Suriah dalam serangan yang mengakibatkan pintu masjid yang terbuat dari kayu rusak. Pemadam kebakaran berhasil memadam api. Pria tersebut akan didakwa pasal pembakaran.

Seorang pejabat pemerintah yang tidak menyebutkan namanya karena tidak berwenang membahas kasus ini mengatakan motif tersangka diyakini karena permintaannya untuk menginap di masjid ditolak imam setempat. Saksi mata memberitahu polisi tersangka menggunakan surat kabar bahasa Yunani untuk menyalakan api.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

dr Fauzia Gustarina Cempaka Timur S IP M Si

Celah Intoleransi Dalam Beragama Diincar Kelompok Radikal Untuk Sebarkan Virus Radikalisme

Jakarta – Kelompok radikal selalu berupaya memanfaatkan berbagai cara untuk menyebarkan virus radikalisme. Salah satunya …

RDP Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan Komisi VIII DPR RI

Dai Harus Miliki Strategi Metode Dakwah yang Menitikberatkan Wawasan Keberagamaan dan Kebangsaan

Jakarta – Sertifikasi penceramah atau dai dilakukan demi meningkatkan pemahaman moderasi beragama kepada kalangan dai …