gempa cianjur
gempa cianjur

Mati Tertimpa Runtuhan Bangunan Akibat Bencana, Apakah disebut Syahid?

Masyarakat indonesia sedang dikabarkan dengan berita duka yang datang dari  wilayah Cianjur pada hari senin, 21 november pukul 13.21 terjadi gempa yang berskala 5,6 skala richter, dalam kejadia tersebur kurang lebih tercatat 162 orang meninggal dan 700 luka-luka. Dalam Islam terdapat istilah mati syahid bagi beberapa golongan, lantas apakah orang yang mati karna tertimpa reruntuhan bangunan termasuk orang yang mati syahid?

Umunya kita ketahui bahwa syahid hanya digelarkan bagi orang yang gugur dalam medan perang membela Agama Islam. Dijelaskan dalam al-Quran bahwa orang yang mati syahid itu sejatinya hidup disisi Allah:

Janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati. sebenarnya mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki disisi tuhannya. mereka bergembira dengan kerunia yang anugerahkan kepadanya dan bergembira hatiatas keadaan orang-orang yang berada dibelakangnya yang belum menyusul mereka. yaitu bahwa tidak ada rasa takut pada mereka  dan mereka tidak bersedih hati.”QS. Ali Imran 169-170

Rupanya derajat syahid tak hanya diperoleh melalui bertempur dimedan perang melainkan dari beberapa jalan. Rasulullah saw menyebutkan ada tujuh:

Sungguh Allah telah memberikan pahala kepadanya sesuai niatnya. apa yang kalian tahu tentang orang-orang yang gugur sebagai syahid? mereka menjawab, ‘ya mereka yang gugur dijalan Allah’ rasulullah lalu menjelaskan ‘Mati syahid ada tujuh jenis selain gugur dijalan Allah 1. orang yang meninggal karena wabah tha’un adalah syahid, (2) orang yang meninggal karena sakit perut (3)orang yang mati tenggelam (4) orang yang mati tertimpa reruntuhan (5)orang yang meninggal karena radang selaput dada (6) orang yang meninggal karena terbakar api (7) wanita yang meninggal disaat hamil.”

Dalam suatu riwayat Rasulullah saw menyebutkan 5 macam kategori mati syahid termasuk orang yang meninggal karena membela hartanya

Siapa saja yang gugur kerna membela harta, maka ia mendapat derajat syahid.” HR bukhari dan Muslim.

Dalam kitab-kitab fikih, para Ulama membagi syahid menjadi 3. Pertama, Syahid Dunia (fid Dun Ya wal Akhirat) dan akhirat, dikatakan syahid dunia dan akhirat apabila ia terbunuh karena membela Agama Allah, seperti berperang melawan orang kafir. dalam kategori ini orang tersebut tidak perlu dimandikan dan disolatkan . Kedua, Syahid Dunia (Fid Dun Ya), dikatakan syahid Dunia apabila ia mati karena melawan orang kafir  namun tujuannya hanya untuk merebut harta mereka. dalam kategori ini secara lahir tetap tidak boleh dimandikan, dikafani, dan disolati. Ketiga. syahid Akhirat (Fil Akhirat), dikatakan syahid akhirat yakni orang mati karena bencana alam, seperti tenggelam, melahirkan, termasuk karena tertimpa reruntuhan bangunan. orang syahid dalam kategori fil akhirat tetap harus dimandikan, dikafani, dan disolati seperti biasa.

menurut kyai Bahauddin Nur Salim atau yang dikenal dengan sebutan Gus Baha mengatakan bahwa mati syahid itu tidak mesti karena berperang dijalan Allah. sebab jika hanya mereka tentu orang yang mati syahid itu hanya sedikit bahkan setiap orang yang meninggal karena bencana seperti tenggelam dan tertimpa runtuhan bangunan karena bencana gempa juga termasuk syahid.

Bagikan Artikel ini:

About Laila Farah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo

Check Also

fakir miskin

Awas 4 Kebiasaan ini Bisa Menyebabkan Kefakiran Menurut Jamaluddin al-Hubaisyi

Kefakiran tentu merupakan hal yang tidak diinginkan oleh semua orang, mengingat definisi fakir sendiri yakni …

meminta bantuan

Meminta Bantuan Orang Kafir, Bolehkan dalam Islam?

Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pasti membutuhkan …