Jakarta Satu lagi hasil penelitian yang cukup mengagetkan terkait keberadaan kelompok radikal yang telah masuk ke berbagai lembaga pemerintah Terakhir dari hasil penelitian Center for The Study of Islam and Social Transformation CISForm UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang bekerja sama dengan PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terungkap bahwa 41 6 mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam PAI berpandangan bahwa pemerintah Indonesia thagut sesat Direktur CISForm Muhammad Wildan mengungkapkan hasil penelitian yang bertajuk Menanam Benih di Ladang Tandus Potret Sistem Produksi Guru Agama Islam di Indonesia di Hotel Aryaduta Gambir Jakarta Pusat Kamis 10 1 2019 Angka 41 6 ini dalam konteks pemahaman dan memang cukup mengkhawatirkan kata Muhammad Wildan dikutip dari laman nu or id Wildan melanjutkan sejumlah 36 5 mahasiswa Prodi PAI berpandangan bahwa Islam hanya dapat tegak dengan sistem khilafah 27 4 mahasiswa memiliki pandangan boleh menggunakan kekerasan dalam membela agama Di level dosen Prodi PAI sebanyak 14 2 dosen PAI setuju bahwa Islam harus ditegakkan dengan negara Islam dan 16 5 setuju menggunakan kekerasan dalam agama Hasil penelitian itu sekaligus membuktikan bahwa akhir akhir ini banyak orang khususnya pemuda yang pandangan keagamaannya mengarah terhadap negara Islam dan khilafah Saya kira di kalangan generasi muda juga meyakini bahwa Islam tidak akan tegak dengan khilafah apalagi dibumbui isu isu kalau khilafah semuanya selesai semuanya beres Ini kan melihat fenomena sosial dengan pandangan keagamaan yang hitam putih katanya Selain itu CISForm menemukan beberapa kelemahan di sistem produksi guru agama Pertama 32 9 mahasiswa Prodi PAI berasal dari SMA SMK umum Kedua sistem Pendaftaran Mahasiswa Baru PMB memberikan peluang bagi calon mahasiswa yang tidak mempunyai background pengetahuan agama yang memadai seperti SMA SMK umum masuk melalui jalur SPAN PTKIN Ketiga komposisi mata kuliah profesional keislaman dalam kurikulum Prodi PAI hanya berkisar 30 dan lebih banyak pada aspek pedagogis 40 45 dan penunjang 30 Keempat sebagian dosen PAI mempunyai kompetensi Bahasa Arab kurang memadai Kelima Kegiatan Belajar Mengajar KBM belum mengajarkan cara berpikir kritis Keenam kegiatan keagamaan di lingkungan kampus seperti Lembaga Dakwah Kampus LDK mempunyai pengaruh signifikan terhadap pembentukan pemahaman keagamaan mahasiswa Penelitian yang diselenggarakan pada Agustus hingga Oktober 2018 ini mengambil sampel di 19 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam PTKI di 8 wilayah Lokasi penelitian dipilih secara purposive dengan beberapa pertimbangan yakni kota besar yang mempunyai PTKI besar yang sudah banyak meluluskan banyak guru PAI kota yang berdekatan dengan daerah yang rentan radikalisme dan institusi yang terpilih berdekatan dengan institusi swasta lainnya Adapun nama PTKI yang menjadi sampel penelitian sebagai berikut UIN Imam Bonjol Padang STAI Pengembangan Ilmu Al Qur an Padang UIN Raden Intan Lampung Universitas Muhammadiyah Lampung UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Universitas Muhammadiyah Jakarta IIQ Jakarta Kampus lainnya ialah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Institut Islam Mambaul Ulum Surakarta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Universitas Islam Malang UIN Alauddin Makassar Universitas Muslim Indonesia Makassar UIN Antasari Banjarmasin IAI Darussalam Martapura UIN Mataram IAI Nurul Hakim Mataram Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif yang terdiri atas beberapa kegiatan Pertama review dokumen meliputi kebijakan silabus kurikulum buku ajar dan Rencana Pembelajaran Semester RPS Kedua survei dilakukan terhadap 169 dosen dan 981 mahasiswa Responden dosen dipilih berdasarkan keberagaman gender senioritas dan mata kuliah yang diampu Sedangkan responden mahasiswa dipilih berdasarkan jenjang semester akhir V dan VII Ketiga semi stuctured interview dilakukan terhadap 119 dosen dan dilakukan terhadap 129 mahasiswa Terakhir observasi dilakukan di kelas dan kegiatan kegiatan keagamaan di lingkungan kampus

Tinggalkan Balasan