Jamaah umroh
Jamaah umroh

Menag Segera ke Arab Saudi Klarifikasi Vaksin Booster untuk Umroh

Jakarta – Pemerintah Arab Saudi telah mencabut larangan masuk jamaah umroh dari beberapa negara termasuk Indonesia, yang sebelumnya sempat diamuk Covid-19. Namun izin masuk itu akan diberikan bila jamaah bersangkutan telah divaksin booster.

Sebelumnya, Arab Saudi melarang jamaah umroh yang menggunakan vaksin produksi Sinopac dan Sinopharm. Namun dengan telah menurunkan penyebaran Covid-19, Arab Saudi mengizinkan masuk buat jamaah umroh dengan vaksin yang telah disetujui pemerintah Arab Saudi yaitu Pfizer, AstraZeneca, Johnson & Johnson, dan Moderna, untuk yang melakukan vaksinasi dengan Sinopac dan Sinopharm diwajibkan melakukan vaksin booster dengan merk-merk yang telah disejutui pemeriintah Saudi.

Atas dasar itulah, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas akan segera bertolak ke Arab Saudi untuk mengklarifikasi langsung masalah vaksin booster ini.

“Untuk memperjelas, kami dalam waktu yang paling memungkinkan akan segera ke Arab Saudi untuk memperjelas hal ini (pelaksanaan ibadah umroh),” ujar Menag Yaqut saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI yang dipantau secara virtual dari Jakarta, Senin (30/8/2021).

Menag menjelaskan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah mencabut penangguhan (suspend) penerbangan langsung untuk sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Namun pencabutan penangguhan itu hanya berlaku bagi warga negara Indonesia (WNI) yang sudah memiliki izin tinggal di Arab Saudi dan telah divaksin lengkap sesuai vaksin yang diakui otoritas kementerian kesehatan setempat yaitu AstraZeneca, Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson.

Dia menjelaskan, untuk pelaksanaan ibadah umroh, pemerintah masih menunggu kepastian bagi calon jamaah asal Indonesia. “Pemerintah Indonesia belum menerima pemberitahuan secara resmi dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terkait penyelenggaraan ibadah umrah 1443 Hijriyah,” kata dia.

Menag menambahkan, Arab  memang telah mengakui vaksin Sinovac yang banyak digunakan di Indonesia. Kendati demikian, apabila ingin melaksanakan ibadah umroh mesti mendapat satu dosis tambahan (booster) dari empat vaksin yang diakui di sana.

Baca Juga:  Walikota Surabaya Minta Tokoh Agamawan Ikut Sosialisasikan Prokes

“Makanya saya perlu datang langsung ke sana untuk memastikan dan memperjelas mengenai syarat pelaksanaan ibadah umroh di masa pandemi Covid-19. Mudah-mudahan ada kabar setelah dari sana (Arab Saudi),” kata Yaqut.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

pwnu dki jakarta menyalurkan keasiswa kepada santri

Peringati Hari Santri, PWNU DKI Jakarta Salurkan Beasiswa 200 Santri

JAKARTA  – Akar historis Hari Santri adalah tercetusnya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim …

Pondok pesantren

Pesantren Berperan Besar Sebarkan Ajaran Islam ke Seantero Nusantara

Jakarta – Pesantren berperan besar dalam memperkuat pendidikan Islam dan generasi bangsa. Melalui pesantren juga, …