Sebagai umat Islam gelar mujahid merupakan impian setiap orang Tidak terkecuali orang tua pasti ingin mendidik anaknya menjadi mujahid pembela agama Namun seperti apakah mendidik anak menjadi mujahid sejati dalam kondisi saat ini Tantangan membela agama saat ini tentu berbeda dengan masa lalu ketika Islam dizalimi dan diserang oleh kaum kafir Dalam konteks Indonesia yang damai dan rukun konteks serangan dan penjajahan kaum kafir telah usai Lalu di mana ladang jihad dan seperti apa mendidik anak menjadi mujahid Membela Islam saat ini dilakukan dengan cara menyiapkan generasi muslim muda dengan bekal ilmu Itulah persiapan mendidik mujahid sejati dengan kemampuan ilmu yang memumpuni Itulah jihad yang harus diajarkan dan ditanamkan dalam diri generasi Islam ke depan Abu Ad Darda ra mengatakan Barangsiapa berpendapat bahwa pergi menuntut ulmu bukan jihad maka adalah dia yang kurang pikiran dan akal Perkataan ini sebenarnya seleras dengan Firman Allah Artinya Tidak sepatutnya bagi orang orang yang mukmin itu pergi semuanya ke medan perang Mengapa tidak pergi dari tiap tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat menjaga dirinya QS at Taubah 122 Baca juga Body Shaming dalam Perspektif IslamAyat ini diturunkan dengan asbabun nuzul tingginya gairah umat Islam ketika itu untuk berperang sebagai salah satu bentuk jihad dalam membela agama Akan tetapi tidak semua umat Islam berangkat ke medan perang karena harus tinggal untuk menuntut ilmu Para sahabat yang tidak berangkat ke medan perang sebagian bertugas menuntut ilmu sebagai bekal dakwah penyebaran ajaran Islam Menuntut ilmu merupakan bagian dari membela agama dengan hujjah sementara berperang adalah membela agama dengan pedang dan fisik Inilah keutamaan jihad baik dilakukan dengan pedang maupun ilmu yang memiliki timbangan yang sama dalam membela agama Patut menjadi catatan bahwa di zaman Nabi di mana kondisi penuh dengan potensi serangan dan perang Islam masih menekankan untuk tidak semua ke medan perang tetapi harus ada yang menuntut ilmu Inilah pentingnya menuntut ilmu sebagai bagian dari jihad membela agama Apabila kondisi perang seperti itu posisi menuntut ilmu masih ditekankan bagaimana dengan kondisi seperti Indonesia yang tidak ada penjajahan kafir Mendidik Anak Menjadi Pembela AgamaSungguh kondisi ini menjadi pelajaran bagi orang tua agar mendidik anak anaknya untuk menjadi generasi mujahid untuk membela agama dengan ilmu Ilmu menjadi senjata umat Islam saat ini dalam menghadapi berbagai rintangan yang ada Ibnu Mubarak pernah berujar saya sangat heran pada orang yang tidak mau menuntut ilmu bagaimana ia mau membawa dirinya kepada kemuliaan Bagaimana umat Islam mau mencapai kemulian dan membela agamanya apabila tidak mempunya ilmu Inilah tugas bagi orang tua untuk mengedepankan anaknya untuk dididik sebagai mujahid yang berilmu Kejayaan Islam tidak akan tercapai dengan kekal dari sekedar kekuasaan Lihatlah zaman keemasan peradaban Islam yang dibangun dengan ilmu pengetahuan yang kokoh dalam berbagai bidang tidak saja dalam bidang agama Ilmu itulah yang akan menjadi penerang peradaban Islam Dan Islam akan berjaya dengan keberadaan para mujahid ilmuwan dan cendikiawan Islam Nabi bersabda Barang siapa meninggal dunia sedang menuntut ilmu untuk menghidupkan Islam maka antara dia dan nabi nabi dalam surga sejauh satu tingkat HR al Darimi Sungguh mulai kedudukan orang menuntut ilmu sebagai bagian dari menghidupkan Islam Inilah yang menandaskan Ibnu Qoyyim al Jauziyah menempatkan menuntut ilmu sebagai bagian dari jihad bin nafsi Sebagai orang tua sudah sepatutnya anak kita dididik untuk tidak saja membela Islam tetapi juga selalu menghidupkan Islam dalam setiap kondisi dan waktu dengan ilmu Ilmu adalah senjata yang ampuh dalam membela kemuliaan Islam Inilah cara mendidik anak sekarang untuk menjadi mujahid dalam Islam Jangan ragu untuk mendidik anak kita sebagai mujahid yang akan memuliakan dan menghidupkan Islam dengan ilmu pengetahuan Terakhir mungkin menjadi renungan kita bersama salah satu petikan dari kata mutiara sahabat Ali ra Orang berilmu lebih utama daripada orang yang selalu berpuasa bershalat dan berjihad Apabila mati yang berilmu maka terdapatlah suatu kekosongan dalam Islam yang tidak dapat menutup selain orang penggantinya

Tinggalkan Balasan