Suatu ketika seorang Quraish mendatangi Rasulullah Saw dan menyampaikan bahwa dirinya ingin berzina Lalu para sahabat yang ada di dekat Rasulullah marah dan ingin membanting orang tersebut yang dianggap lancang dan kasar terhadap Rasulullah Saw Akan tetapi Rasulullah Saw justru tidak marah dan meminta orang itu duduk dan tenang Selanjutnya Nabi menyampaikan beberapa pertanyaan kepadanya antara lain menanyakan tentang apakah dia mencintai ibunya tantenya dan lain lain dari kerabatnya yang perempuan Lalu orang itu menyadari bahwa ternyata tidak ada satupun orang lain yang senang jika seseorang berbuat zina terhadap kerabatnya Menurut suatu riwayat bahwa sejak itu orang quraish tersebut tidak pernah lagi berbuat maksiat dan menjadi muslim yang taat Demikianlah Nabi menghadapi orang orang yang ada di sekitarnya secara bijaksana dan berlapang dada terhadap apa yang ditemukan dalam kehidupan sehari harinya Dari kisah singkat tersebut di atas memberikan petunjuk kepada kita betapa besarnya hati Rasulullah Saw Ia tidak membentak dan memarahi atas pertanyaan yang begitu memalukan dan hina tetapi Beliau tenang dan berdialog dengan siapapun yang datang kepadanya Seandainya seorang pemimpin umat ulama atau ustaz di era moderen ini didatangi seseorang dengan pertanyaan yang menjijikkan dan menghina itu mungkin ia akan menganggap gila dan mengusirnya serta menuduhnya sebagai orang durhaka yang harus dihukum Tetapi Rasulullah tidaklah demikian segala sesuatu ditanggapinya dengan tenang dan lapang dada Inilah makna sesungguhnya samaha dalam Islam yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai sikap toleransi Baca juga Meraih Keluarga Bahagia menurut Imam Ghazali Assamahah dalam bahasa Arab memiliki banyak makna bukan saja sebatas toleransi tetapi juga bermakna keluwesan menerima dan mengakui serta memaklumi atau mengakui Dalam komunikasi orang Arab jika mengatakan bahwa ia telah memperkenankan saya atau memberikan izin kepada saya itu berarti ia akan mengatakan samahatni Demikian juga ketika seseorang menyetujui apa yang dilakukan oleh seseorang terhadap seseorang seperti yang dilakukan oleh Abdullah kepada junjungan Nabi Besar Muhammad Saw juga berarti samaha Assamahah yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi toleransi tidak bisa dimaknai sebatas pemahaman tentang toleransi dengan menerima dan mengakui eksistensi orang lain tetapi harus lebih luas lagi dari apa yang kita dipahami selama ini Hal ini sangat penting karena Islam sangat menekankan kepada umatnya agar selalu bersikap samahah atau toleransi dalam segala hal Islam sangat menekankan sikap itu bahkan dalam pelaksanaan ibadahpun tampak jelas toleransi ajarannya seperti ketika seseorang tidak bisa berwudhu karena sakit atau karena kondisi tertentu maka ia dibolehkan bertayammum dan jika ia tidak bisa sholat berdiri karena sakit maka ia boleh duduk dan jika tidak bisa berpuasa pada bulan Ramadhan karena sakit atau sesuatu hal yang memberatkan maka boleh menggantinya di luar bulan Ramadhan atau membayar fidyah Bersikap samahah atau toleransi berarti berlapang dada dan hati dengan tidak ngotot atas haknya secara penuh atau senantiasa berbaik hati dan ringan tangan Mereka yang bersikap samahah tidak akan selalu menuntut secara utuh atas hak haknya bahkan sering kali tanazul dari sebagian haknya Mereka yang suka ngotot terhadap hak haknya berarti tidak toleran dan yang demikian itu justru akan menjerumuskan ke dalam perbuatan haram Sikap samahah selalu menyejukkan dan menyatukan hati bahkan dapat menundukkan hati seorang lawan Oleh karena itu mereka yang bersikap samahah sesungguhnya merekalah orang yang beruntung sebagaimana firman Allah yang artinya Barang siapa yang lebih mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri maka sesungguhnya merekalah orang orang yang beruntung QS Alhasyar 9 Umat Islam dituntut agar selalau bersikap toleran dalam menghadapi berbagai tantangan bukan saja tantangan dari luar tetapi juga tantangan internal kita sendiri Kata kunci inilah yang selalu menjadi sikap Rasulullah saw dalam segala hal sehingga berhasil membawa Islam sebagai agama yang terpandang di muka bumi ini Situasi saat ini yang terus mengalami berbagai dinamika persoalan Sejatinya sikap assamahah atau toleransi harus senantiasa terpatri dalam diri umat Islam agar masalah kecil dan besar yang hadapi umat Islam dapat diselesaikan dengan baik Sikap assamahah saja menghindarkan umat dari berbagai malapetaka tetapi juga akan semakin mendekatkan kita kepada Allah sebagaimana firman Allah yang artinya bahwa dengan memaafkan akan semakin mendekatkan kepada Allah QS Attahrim 6 Wallahu A lam bisshawab

Tinggalkan Balasan