miras
miras

Mengapa Islam Mengharamkan Miras? Menguak Alasan dan Hikmahnya

Pada 2 Februari 2021 kemarin, pemerintah menekan Perpres (Peraturan Prediden) No. 10 Tahun 2021 yang dapat menjadi legitimasi bagi para investor untuk membuka kembali investasi minuman keras (miras) di dalam negeri. Sontak, keputusan pemerintah itu menuai kecaman dari berbagai pihak. Tidak hanya MUI, bahkan ormas Islam sekelas Nahdlatul Ulama secara tegas menolak perpers tersebut.

Hadirnya perpres tersebut mendorong rasa ingin tahu masyarakat tentang miras; mengapa Islam mengharamkan miras? Apa alasannya? Adakah hikmahnya? Setidaknya pertanyaan-pertanyaan tersebut berseliweran di tengah-tengah masyarakat. Pada kondisi yang seperti ini, tentu saja rasa keingin-tahuan masyarakat yang tinggi itu harus dijawab.

Pandangan Alquran dan hadis tentang Miras

Miras dalam terminologi Alquran disebut dengan menggunakan istilah “khamr”. Sebagai informasi, larangan meminum khamr (minuman yang memabukkan) diturunkan secara berangsur-angsur. Hal ini merupakan langkah luar biasa dari hukum Islam, sebab pada zaman dahulu, memimum khamr merupakan tradisi bangsa Arab, bahkan sudah mendarah daging (Shaleh, 2002).

Berikut proses pengharaman khamr sebelum dilarang secara mutlak oleh Alquran. Pertama, Allah menurunkan ayat tentang khamr lebih bersifat informatif. Hal ini dilakukan karena tradisi meminum miras sudah melekat sangat lama di kalangan bangsa Arab kala itu.

Dalam QS. An-Nahl ayat 67, baru memberi signal bahwa Allah telah memberi karunia kepada manusia berupa dua jenis pohon; kurma dan anggur. Dari keduanya, manusia bisa menghasilkan beberapa hal, diantaranya minuman keras yang memabukkan dan dapat menghilangkan akal.

Kedua,  bahwa khamr itu ada manfaatnya tetapi madlaratnya lebih besar. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 219, Allah berfirman: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfa’at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa’atnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ” Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.”

Baca Juga:  Kata al Ghazali tentang Terorisme : Perbuatan Orang Bodoh yang Merasa Benar dan Menghina yang Berbeda

Ketiga, dilarang shalat dalam keadaan mabuk. Dalam QS. An-Nisa ayat 43, Allah melarang orang-orang beriman shalat dalam keadaan mabuk  karena orang yang mabuk tidak dapat mengerti apa yang diucapkan alias hilangnya akal (sehat). Ada riwayat terkait sebab turunnya ayat ini.

‘Abdurrahman bin ‘Auf pernah mengundang makan Ali dan kawan-kawannya. Kemudian dihidangkan minuman khamr (arak/minuman keras), sehingga terganggulah otak mereka. Ketika tiba waktu shalat, orang-orang menyuruh Ali menjadi imam, dan waktu itu beliau membaca dengan keliru, “Qulyaa ayyuhhal kaafiruun, laa a’budu maa ta’buduun, wa nahnu na’budu maa ta’budun”. Maka turunlah ayat Q.S An-Nisaa : 43.

Keempat, dilarang secara mutlak. Lantaran masih banyak orang beriman shalat dalam keadaan mabuk sekalipun sudah dilarang, maka akhirnya turunlah surah Al-Maidah ayat 90-91 yang melarang keras meminum khamr. Sejak turunnya ayat ini, miras, dalam Islam, hukumnya haram secara mutlak, sedikit atau banyak, di waktu shalat maupun di luar shalat, hukumnya haram.

Hal itu sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah. Bahwa: “Semua yang  Semabukkan adalah khamr dan semua khamr adalah haram”. (HR. Muslim)Sayyid Sabiq dalam “Fiqh Sunnah” menyebut bahwa diharamkannya khamr sesuai ajaran-ajaran Islam yang menginginkan terbentuknya pribadi-pribadi yang kuat fisik, jiwa dan akal pikirannya.

Hikmah Dilarangnya Miras

Dalam syariat Islam, pasti ada hikmah di balik pelarangan segala sesuatu. Atau dalam kata lain, pelarangan atas sesuatu pasti ada alasannya dan semua sesuai dengan akal sehat, bahkan juga sains modern. Seperti halnya dengan khamr yang haram dalam Islam, selain bisa menutup dan menghilangkan akal, juga berpengaruh terhadap banyak hal, seperti:

Pertama, merusak kesehatan.

Islam sangat menekankan aspek kesehatan. Bahkan salah satu tujuan syariat Islam adalah hifdzun nafs (menjaga jiwa) dan hifdzun ‘aql (menjaga akal). Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat menimbulkan efek fisiologis bagi kesehatan tubuh, karena dapat mematikan sel-sel baru yang terbentuk dalam tubuh. Tidak cukup sampai di sini, meminum alkohol juga dapat menimbulkan penyakit sirosis atau penyakit kuning (Utina, 2012).

Baca Juga:  Jangan Alergi Kritik, Tapi Waspadalah terhadap Ashabul Fitnah

Sebuah riwayat menjelaskan: “Wail bin Ḥujr telah berkata, bahwasanya Thariq bin Suwaid pernah bertanya kepada Nabi SAW tentang khamr, maka Nabi melarang hal itu. Lalu ia berkata, “Saya membuatnya untuk dijadikan obat”. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya khamr itu bukan obat, tetapi penyakit”. [HR. Muslim).

Kedua, gerbang segala keburukan.

Ada suatu hikayat yang bisa menjadi ibrah bagi kita, yakni :

“Dahulu ada seorang raja Bani Isra’il menangkap seorang, lalu orang itu disuruh memilih, minum khamr, atau membunuh anak, atau berzina, atau makan daging babi, atau di bunuh. Maka dia memilih minum khamr, kemudian setelah dia mabuk maka tanpa disuruh semua perbuatan itu ia lakukan.

Poin kedua ini tentunya sudah terbukti di mana-mana. Tawuran, dan kejahatan lainnya banyak terjadi lantaran orang yang mabuk jumlahnya tidak sedikit. Karena dengan mengkonsumsi miras, akan menghancurkan kualitas manusia sehingga perbuatannya menjadi tidak manusiawi.

Ketiga, menyebabkan permusuhan.

Ini dijelaskan oleh Allah dalam firmanNya Q.S Al–Maidah: 90-91. Melalui ayat ini dipahami bahwa khamr dan perjudian mengakibatkan aneka keburukan besar. Keduanya adalah rijs yakni sesuatu yang kotor dan buruk. Quraish Shihab menjelaskan bahwa banyak segi keburukannya pada jasmani dan ruhani manusia, akal serta pikirannya. Khamr dan narkotika pada umumnya menyerang bagian-bagian otak yang dapat mengakibatkan sel-sel otak tidak berfungsi untu sementara atau selama-lamanya dan mengakibatkan meminumnya tidak dapat memelihara keseimbangan pikiran dan jasmaninya. Dari sinilah, permusuhan akan meletus.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Fauziyatus Syarifah

Avatar
Mahasiswi magister program PAI UIN Walisongo Semarang