Maraknya isu lesbian gay biseksual dan transgender LGBT di media sosial tidak saja menimbulkan keresahan masyarakat beberapa pemerintah daerah merespon dengan berbagai kebijakan untuk mencegah penyebarannya Pemerintah Cianjur misalnya mengeluarkan Instruksi melalui seluruh Camat dengan Surat Edaran Bupati Cianjur Nomor 400 5368 Kesra Tentang Penyampaian Khutbah Jum at Terkait LGBT Pemerintah Provinsi Bangka Belitung langsung menggelar pertemuan dengan para ulama tokoh masyarakat organisasi keagamaan dan organisasi kepemudaan DPRD Kaltim mendorong dibuatnya Peraturan Daerah yang mengatur pencegahan penyimpangan seksual Dan naga naganya isu ini akan segera direspon oleh berbagai kebijakan di daerah Persoalan LGBT bukan sekedar membuat aturan dan merumuskan fatwa Secara etika moral kemasyarakatan dan nilai agama perilaku LGBT jelas bertentangan dengan norma apapun Sampai poin ini subtansi perilaku LGBT sudah tidak bisa ditawar lagi sebagai perilaku yang menyimpang dalam norma apapun Terpenting sekarang adalah dua hal pertama menyembuhkan pelaku dan kedua mengamputasi virus LGBT agar tidak mempengaruhi masyarakat terutama kepada generasi muda Munculnya aturan dan fatwa yang tidak barengi oleh perangkat tindaklanjut pembinaan justru menjadi bola liar di tengah masyarakat Wujud penolakan masyarakat bukan tidak mungkin jatuh pada main hakim sendiri Kalau hal itu terjadi target kita bukan menyembuhkan mereka tetapi memusnahkan mereka Dalam konteks inilah kita butuh pendekatan humanis arif dan bijaksana dalam menyikapi LGBT Pertama dan utama kita harus menggali apa penyebab munculnya LGBT Harus kita pahami fenomena LGBT merupakan faktor kejiwaan yang diperingai oleh banyak hal seperti faktor keluarga lingkungan sosial genetik tingkat pendidikan taraf pengetahuan keagamaan dan pengaruh teknologi informasi Melihat begitu kompleksnya masalah LGBT tentu saja masalah ini tidak selesai dengan peraturan dan fatwa Butuh pendekatan pembinaan pendampingan dan penyadaran berbasis keagamaan Nah barangkali beberapa daerah yang menggunakan pendekatan keagamaan dalam memangkas perilaku LGBT patut diapreasiasi Karena LGBT masalah kejiwaan yang terkait dengan moralitas Namun pertanyaannya pendekatan keagamaan seperti apa yang relevan Dakwah yang sekedar menceramahi pelaku LGBT apalagi dengan menakut nakuti jelas akan semakin membuat mereka lari dan trauma Dalam Quran di sebutkan Artinya Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu Karena itu maafkanlah mereka mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka bertawakkallah kepada Allah Sesungguhnya Allah menyukai orang orang yang bertawakkal kepada Nya QS Ali Imron 159 Pertama dakwah terhadap para pelaku LGBT harus didasarkan pada target penyembuhan Mereka butuh kasih sayang dan kelembutan dalam metode dakwah Mereka harus diposisikan sebagai korban yang mengidap norma dan aturan yang menyimpang dari kebiasaan Dakwah kasar dan menghardik bukan pilihan Kita butuh dakwah yang lembut dan mendidik Bagaimana melakukan metode dakwah lembut dan mendidik terebut Qur an memberikan panduan Artinya Serulah manusia kepada jalan Tuhan mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang orang yang mendapat petunjuk QS al Nahl 16 125 Dalam ayat ini setidaknya ada tiga metode yang patut dilakukan sesuai dengan objek sasarannya Pertama hikmah Dakwah dengan hikmah adalah lebih bertumpu pada pemberian nilai kebijaksanaan dan tauladan Penyampaian yang sopan santun dan ramah akan lebih membuka mata hati Sementara dakwah dangen amarah kasar dan menghujat justru membuat mereka luka hati dan lari Kedua dakwah dengan mauidzah hasanah Dakwah dengan model ini tidak menggurui tetapi mengajak mereka sebagai partner dalam menyelesaikan persoalan Pendekatan ucapan yang baik berlandaskan dalil keagamaan dapat mengubah perilaku mereka yang dinasehati Mauidzah hasanah lebih tepatnya pada konseling pembimbingan dan pengarahan untuk kemaslahatan Ketiga dakwah dengan mujadalah Metode ini digunakan pada obyek yang memiliki tingkat keyakinan dan pandangan menyimpang yang akut keras kepala dan cenderung menolak kebenaran Perdebatan argumentasi dan bantahan dilakukan untuk mengajak dan menyadarkan mereka yang menyimpang Namun bagaimanapun debat dilakukan kata kunci dari ayat di atas tetap dengan batasan wajadilhum bi al lati hiya ahsan yakni dengan jalan bantahan yang baik sopan dan santun Sekali lagi PR berat dalam menghadapi LGBT bukan pada seberapa banyak aturan dan fatwa dibuat tetapi sejauhmana keterlibatan para tokoh agama dan masyarakat untuk menyembuhkan mereka dengan pendekatan kemanusiaan Bukan dengan sekedar amarah menghardik apalagi mengucilkan para penderita LGBT Dakwah dengan tiga model di atas harus dilakukan untuk menyadarkan mereka untuk kembal ke jalan yang benar

Tinggalkan Balasan