Grand Syekh Al Azhar dan Prof Quraish Shihab copy

Moderasi Beragama Satukan Seluruh Warga Negara dan Implementasi Nilai Tauhid

Jakarta  – Moderasi beragama di Indonesia adalah yang menyatukan gerakan negara, pemerintah, masyarakat, dan swasta, di mana Indonesia telah memiliki satu bahasa yang mempersatukan seluruh warga negara dan merupakan implementasi dari tauhid atau keesaan Allah SWT.

“Indonesia terdiri dari ribuan pulau. Kita terdiri dari 700 ribu lebih bahasa, tetapi untuk persatuan, kita memiliki bahasa persatuan baik itu secara lisan maupun pemikiran. Kita memiliki prinsip yang menjadi slogan negara, meski kita berbeda-beda tetapi tetap satu. Jadi betapapun kita berbeda, kita tetap satu, dan kesatuan yang dimaksud adalah tauhid,” ujar Pendiri Pusat Studi Al Qur’an Prof. M. Quraish Shihab di Jakarta, Selasa (9/7/2024).

Pernyataan itu disampaikan Prof Quraish ketika emberikan kuliah umum menyambut Grand Syekh Universitas Al Azhar as-Syarif Mesir Ahmad Muhammad Ahmed Al Tayeb di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ia juga menegaskan, sila pertama dalam Pancasila yakni Ketuhanan yang Maha Esa merupakan titik awal dan tujuan akhir Bangsa Indonesia.

Ia memaparkan bahwa moderasi beragama memerlukan ilmu pengetahuan. Karena itu dibutuhkan tiga pemahaman yang baik bagi seluruh umat yaitu agama, ilmu agama, dan ilmu pengetahuan.

“Moderasi memerlukan ilmu pengetahuan, untuk itu kita mewajibkan tiga hal, yakni agama, ilmu agama, dan sikap keberagamaan. Agama sudah sempurna, tetapi ilmu agama terus berkembang, kondisi saat ini tentu berbeda dengan kondisi di zaman ulama-ulama terdahulu. Sedangkan untuk sikap keberagamaan, itu juga membutuhkan ilmu,” ujar Prof Quraish dikutip dari Antaranews.

Menurutnya, Indonesia memiliki prinsip beragama yang kuat dan telah dituangkan dalam sila pertama Pancasila.

“Ketika para pemimpin membangun Indonesia, ada tujuh kata yang tertulis dalam piagam itu, yakni Ketuhanan dengan kewajiban melaksanakan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Frasa tersebut tidak disambut para tokoh non-Muslim dengan baik, sehingga para pendiri bangsa menghapus frasa itu demi kesatuan Bangsa Indonesia,” jelas Prof. Quraish.

Menurutnya, moderasi beragama di Indonesia adalah yang menyatukan gerakan negara, pemerintah, masyarakat, dan swasta, di mana Indonesia telah memiliki satu bahasa yang mempersatukan seluruh warga negara dan merupakan implementasi dari tauhid atau keesaan Allah SWT.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

alissa wahid 1768960248350

Alissa Wahid : Petugas Haji Indonesia Salah Satu yang Terbaik

Jakarta – Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid menilai petugas haji Indonesia selama ini dikenal …

Menag Nasaaruddin di Konferensi Internasional di Mesir copy

Bicara di Forum Internasional, Menag Tekankan Agama sebagai Arah Kemajuan Modern

Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa agama memiliki peran strategis sebagai kompas …