bd f ae abeaa
bd f ae abeaa

MUI, Pernah Dapat Wejangan Gus Mus Soal Kelompok Radikal

Rembang – Jauh hari pada tanggal 27 bulan Januari 2017 beberapa Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) sowan ke KH. Mustofa Bisri pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah. Dikutip dari laman detik, Jumat (27/1/2017). Gus Mus sapaan akran kiai yang penuh kesejukan dan kesederhaan tersebut memberikan wejangan kepada pengurus MUI agar selalu waspada dan berhati-hati agar MUI jangan sampai terasuki oleh kelompok radikal dan jangan sampai kemudian ditunggangi oleh kepentingan kelompok ekstrem yang berkedok mengatasnamakan agama.

Dilansir dari laman detik.com Selang beberapa tahun tepatnya Selasa, (16/11/2021) apa yang dikawatirkan oleh Gus Mus menjadi sebuah kenyataan yang susah untuk disangkal, seorang anggota MUI berinisial AZN) ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 dengan dugaan terlibat jaringan Jamaah Islamiyah (JI) sebuah kelompok radikal yang menggunakan kedok agama untuk melakukan teror.

AZN diketahui juga menjadi Ketua Dewan Syariah Lembaga Baitul Maal Abdurrahman bin Auf, sebuah lembaga yang kemudian dibekukan oleh pemerinta karena mengedarkan kotak amal yang hasilnya digunakan untuk keperluan jaringan JI.

Pengurus MUI Sowan Gus Mus

Tujuh pejabat MUI menemui KH Mustofa Bisri atau biasa disapa Gus Mus di Rembang, Jawa Tengah. MUI diberi pesan oleh Gus Mus untuk serius mengurus organisasi agar tak ditumpangi kelompok radikal.

“Maksud kedatangan Pengurus MUI tak lain untuk bersilaturahmi karena memang telah lama direncanakan. Sambil menerima sejumlah tamu lain yang datang dari berbagai pelosok daerah,” kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (27/1/2017).

“Gus Mus memberi pesan agar Pengurus MUI lebih serius dan aktif mengurus organisasi, agar MUI tak mudah ditumpangi oleh kelompok radikal yang merusak citra Islam dan MUI sendiri,” lanjutnya.

Baca Juga:  Kerumunan Massa, MUI: Hancurkan Kerja Keras Tanggulangi Pandemi Covid-19 10 Bulan Terakhir

Selain Zainut, enam pejabat lain yang menemui Gus Mus antara lain Ketua MUI Pusat Masduki Baidlowi, Wakil Sekjen MUI Pusat Salahuddin Al Aiyubi, Ketua Umum MUI Jateng Ahmad Daroji, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jateng Ali Mufiz, Sekretaris Umum MUI Jateng, dan Sekretaris MUI Jateng Agus Fathuddin.

Pertemuan bertempat di Pesantren Roudhotut Tholibin, Leteh, Rembang, Jateng, Jumat (27/1) pagi.

Zainut menambahkan, Gus Mus juga berpesan MUI agar benar-benar menjaga predikat dan kompetensi keulamaan yang menjadi bagian dari tugas yang melekat pada MUI. Serta pesan agar jika MUI hendak menetapkan fatwa banyaklah mempertimbangkan kondisi strategis bangsa, tepat konteks dan zaman serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

MUI menanggapi bahwa selama ini MUI aktif dalam kegiatan penanggulangan bahaya narkoba, menangkal paham radikalisme, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan membangun kerukunan hidup dalam berbangsa dan bernegara.

“Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk dilanjutkan khususnya dengan ulama ulama berpengaruh serta tokoh tokoh masyarakat lainnya,” tutur Zainut.

“Tujuannya untuk membangun kesepahaman untuk meningkatkan dukungan kepada MUI dalam ikhtiarnya melaksanakan tugas tugas keumatan dan kebangsaan. Ini akan menjadi energi positif untuk langkah ke depan yang lebih baik,” pungkasnya. (rna/fjp)

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

undangan non muslim

Fikih Toleransi (6): Menghadiri Undangan Non Muslim

Toleransi yang sejatinya merupakan ajaran Islam mulai menipis, bahkan dianggap bukan ajaran Islam. Ini terjadi …

toleransi

Khutbah Jumat – Islam dan Toleransi

Khutbah Pertama اَلْحَمْدُ لله الَذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَهَدَانَا إلَى صِرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ صِرَاطِ الَذِيْنَ …