orang orang shalati di masjid london timur pusat muslim
orang orang shalati di masjid london timur pusat muslim

Muslim Manchester Diizinkan Gunakan Ruang Bawah Tanah Gereja Episkopal St. Mary Jadi Tempat Sholat Jumat

MANCHESTER – Inggris menjadi negara eropa yang cukup banyak dihuni oleh para pendatang dari berbagai negara, seperti Timur Tengah dan negara-negara Asia dan Afrika. Keberadaan para pendatang yang merupakan muslim menjadi media dakwah yang cukup efektif di Inggris sehingga peningkatan populasi muslim menjadi semakin meningkat.

Meningkatnya populasi muslim di Inggris tidak dibarengi dengan ketersediaan tempat ibadah, dikarenakan di sebagian besar negara-negara eropa cukup sulit mendapatkan izin mendirikan bangunan rumah ibadah.

Meski demikian, kebaikan hati para pemimpin gereja di Manchester telah memberikan kelegaan sekaligus memberikan ruang perjumpaan yang lebih damai antara muslim dan komunitas kristen. Kebaikan hati para pemimpin gereja dengan memberikan ruang bawah tanah dibawah gereja yang dapat difungsikan menjadi ruang ibadah muslim.

Dilansir dari laman ihram.co.id Kamis (19/8). Pada Jumat lalu, sekitar 50 Muslim telah berkumpul di ruang bawah tanah sebuah gereja lokal Manchester. Mereka menggelar karpet biru dan coklat panjang, dengan menghadap ke timur untuk sholat.

Pada pekan lalu merupakan pertemuan kedua Komunitas Muslim di Gereja Episkopal St. Mary. Mereka memiliki kesepakatan dengan gereja untuk menggunakan ruang bawah tanah untuk sholat Jumat.

Penetapan ini memberi Muslim tempat berkumpul untuk beribadah. Sementara para pemimpin di St. Mary melihatnya sebagai kesempatan untuk pembelajaran lintas budaya.

Lebih dari dua tahun yang lalu, umat Islam mengajukan permohonan untuk merenovasi rumah Woodland Street menjadi masjid pertama di kota itu. Akan tetapi tidak mendapat persetujuan dari Komisi Perencanaan dan Zonasi. Semenjak itu, para anggota telah melakukan perjalanan ke sebuah masjid di East Hartford.

Pada hari Jumat, para pria melepas sepatu mereka saat memasuki ruang bawah tanah gereja. Mereka mengenakan pakaian barat, dan banyak yang pulang kerja serta harus kembali setelah sholat. Sedangkan wanita dan anak-anak berkumpul di sisi lain dinding pemisah.

Baca Juga:  Inggris Akan Cabut Istilah Teroris Islam dan Jihadis

Saat ibadah jamaah menggunakan bahasa Arab sedangkan saat pembicaraan dilakukan dalam bahasa Urdu, yang digunakan secara luas di Asia Selatan. Sebagian besar anggota kelompok adalah Muslim Sunni dari Bangladesh.

Seorang agen real estate, Ambia berharap sholat Jumat di Manchester adalah awal dari kehadiran yang lebih kuat di kota. Dia mengatakan, kelompok ini memiliki sekitar 65 anggota, dan ingin berkembang di luar komunitas lokal Bangladesh dan menambah kelas agama untuk anak-anak.

 Ambia mengungkapkan, jumlah Muslim di Manchester meningkat. Hal ini diketahuinya karena pekerjaannya sehari-hari. “Saya sudah menjual banyak rumah. Begitulah cara saya tahu bahwa kami memiliki komunitas yang berkembang,” kata dia.

Di samping itu, pasar makanan yang baru dibuka di pusat kota menjual daging dan makanan halal. Hal ini sesuai dengan aturan persiapan Islami. Ambia memiliki gedung tersebut, dan menyewakan ruang kepada pemilik pasar. Dia mengatakan, ada lagi tukang daging halal di Broad Street.

Muhammed Sadeeq (23) dibesarkan sebagai Kristen akan tetapi kemudian dia menjadi mualaf. “Saya membaca Alquran, dan saya sepenuhnya setuju dengan itu. Itu benar-benar menarik bagi saya sebagai seorang Kristen,” kata Sadeeq.

Pemimpin lain di Komunitas Muslim, Harun Rashid berterima kasih kepada para pemimpin gereja karena mengizinkan mereka menggunakan ruang tersebut. Muslim membutuhkan dukungan ideologis jika mereka ingin diterima di komunitas Manchester. “Ketika orang mendengar nama seorang Muslim, mereka takut,” katanya.

Bagi pendeta St. Mary, Pdt. Paul R. Briggs II, perjanjian tersebut menawarkan kesempatan bagi dua kelompok agama untuk saling belajar. “Ini adalah kesempatan bagus untuk melakukan beberapa pembelajaran dan menemukan beberapa cara agar kita dapat bekerja sama,” kata Briggs.

Baca Juga:  Komunitas Tabayun ASEAN-Australia Minta Umat Islam Bijak Sikapi Hoax Vaksin Covid-19

Sebelum disetujui untuk Komunitas Muslim, ia bertanya kepada para pemimpin gereja terkait pendapat mereka, dan memasang pemberitahuan di brosur mingguan. “Luar biasa, orang-orang di sini sangat positif. Orang-orang benar-benar senang memiliki mereka di sini,” kata dia.

Briggs berharap nanti ada rangkaian acara yang mempertemukan kedua komunitas tersebut, meski belum memiliki rencana khusus. Ini merupakan bagian dari upaya St. Mary yang lebih besar untuk menjangkau masyarakat.

Di sisi lain, usai menjalankan shalat Jumat, pemuka agama Jamaah Muslim, Imam Hafiz Ibrahim, dan yang lainnya memimpin lantunan doa. Mereka memuji Nabi Muhammad. Orang-orang berdoa untuk perdamaian dunia, orang mati, dan satu sama lain.

Kemudian, Ibrahim, berbicara dalam bahasa Inggris, mengecam kekerasan atas nama Islam. Dia mengatakan, tujuan kelompok ini yakni untuk berkontribusi pada karakter Manchester. “Kami mengajarkan semua manusia untuk menjadi manusia yang baik dan damai di muka bumi ini,” kata Ibrahim.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Ali Kalora

Pentolan Teroris Mujahidin Indonesia Timur Ali Kalora Tewas Ditembak Satgas Madago Raya

Palu – Setelah melakukan perburuan intensif, Satgas Madago Raya akhirnya berhasil menembak mati tokoh teroris …

Dr Adnan Anwar

Silaturahmi Nasional Penting Sebagai Sarana Tabayyun Dalam Menjaga NKRI

Jakarta – Dalam konteks berbangsa dan bernegara, persaudaraan tidak hanya dibangun atas dasar persamaan keyakinan, …