seorang insinyur muslimah birmingham inggris aminah shafiq merancang
seorang insinyur muslimah birmingham inggris aminah shafiq merancang

Muslimah Inggris Ciptakan Jilbab Khusus untuk Para Pekerja Konstruksi Wanita

BRIMINGHAM – Eksistensi perempuan dibidang pekerjaan saat ini tidak hanya diruang-ruang tertutup, namun juga banyak dari para wanita yang bekerja dilapangan, sehingga harus menggunakan pakaian yang nyaman, terlebih sebagai seorang muslimah yang harus menggunakan jilbab.

Bekerja dilapangan bagi seorang muslimah mempunyai tantangan tersendiri, terutama bagi yang menggunakan jilbab, oleh karena itulah seorang insinyur asal Birmingham, Inggris Aminah Shafiq merancang jilbab khusus yang sesuai dengan kegiatan konstruksi. Ia merancang jilbab ini karena merasa tidak aman dan nyaman saat melakukan pekerjaannya.

Dilansir dari Brimingham Mail dan republika.co.id Rabu (20/10), Aminah adalah seorang penasihat senior kualitas air. Ia mengaku baru menyadari tidak ada pilihan jilbab bagi karyawan Muslimah, terutama saat terjun ke lapangan.

Aminah khawatir jilbabnya akan tersangkut atau dia akan merasa tidak aman karena helmnya tidak pas dengan jilbabnya. “Sebagai bagian dari peran saya, saya sering diminta pergi ke banyak lokasi operasional kami. Sebagai seorang wanita Muslim saya selalu menemukan ini menjadi rumit ketika datang sambil tetap menutupi kepalaku dan tantangan yang bisa ditimbulkannya,” ujarnya.

“Kadang-kadang ada kelebihan bahan dari jilbab saya yang saya khawatirkan bisa tersangkut atau bisa berarti helm saya tidak selalu pas. Saya tidak ingin pilihan saya untuk menutupi kepala berarti saya tidak bisa merasa aman atau nyaman. Jadi dengan dukungan penuh dari Severn Trent, saya ingin mengubahnya dan merancang jilbab khusus APD (Alat Pelindung Diri) pertama kami,” tambahnya.

Aminah mengatakan dia mengambil inspirasi dari jilbab yang dirancang untuk para atlet karena bahannya lebih sedikit dan pas untuk dipakai di bawah helm. Ketika prototipe dibuat, itu diuji dengan orang lain di seluruh perusahaan yang akan mendapat manfaat dari memakainya.

Baca Juga:  Muslim Prancis Was-Was Dengan Sepak Terjang Pemerintah Prancis Atas Nama Nilai-Nilai Republik

“Bahan yang ringan dan sejuk berarti nyaman sepanjang hari dan pas berarti tidak perlu disetel sesering mungkin sambil tetap menutupi rambut dengan tepat. Saya sangat berharap jilbab ini akan membantu membuka jalan bagi lebih banyak wanita Muslim untuk memulai karier di bidang teknik,” kata Aminah.

“Saya sangat bangga sekarang wanita Muslim lainnya seperti saya, yang mungkin merasa cemas berkarier di industri teknik di mana APD diperlukan, sekarang akan memiliki sesuatu yang nyaman, aman dan inklusif untuk dipakai saat bekerja di operasional apa pun,” katanya.

Severn Trent mengatakan telah mengidentifikasi ini sebagai masalah khusus yang dapat menjadi hambatan potensial bagi wanita Muslim yang berjilbab. Dengan dukungan perusahaannya, Aminah langsung merancang prototipe untuk memastikan kenyamanan dan fungsi.

“Kami sekarang memiliki jilbab APD pertama kami yang tersedia untuk rekan kerja setelah Aminah Shafiq, salah satu karyawan kami, merancang prototipe yang cocok untuk wanita Muslim. Jilbab menutupi rambut mereka yang praktis dan aman untuk dipakai di bawah helm,” kata seorang juru bicara Severn Trent.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

dr Fauzia Gustarina Cempaka Timur S IP M Si

Celah Intoleransi Dalam Beragama Diincar Kelompok Radikal Untuk Sebarkan Virus Radikalisme

Jakarta – Kelompok radikal selalu berupaya memanfaatkan berbagai cara untuk menyebarkan virus radikalisme. Salah satunya …

RDP Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan Komisi VIII DPR RI

Dai Harus Miliki Strategi Metode Dakwah yang Menitikberatkan Wawasan Keberagamaan dan Kebangsaan

Jakarta – Sertifikasi penceramah atau dai dilakukan demi meningkatkan pemahaman moderasi beragama kepada kalangan dai …