Mendapatkan nasib beruntung pasti menjadi harapan semua orang. Sementara nasib buntung dan apes akan selalu dihindari. Namun, semua orang di dunia ini pastilah pernah menerima kemalangan, ketidaknyamanan dan kondisi yang tidak diinginkan.
Betapapun kita menghindari nasib malang, tetapi karena sudah menjadi takdir peristiwa itu pun akan terjadi. Bisa saja ketika kita sudah berhati-hati dalam perjalanan, namun ada orang lain yang kurang berhati-hati yang menjadi penyebab kecelekaan yang kita alami.
Kadang pula kita sudah mengantisipasi hal terburuk dari suatu peristiwa, tetapi jika takdir berkehendak lain semua akan terjadi. Dalam perjalanan kita sudah mempersiapkan segalanya termasuk bahan bakar supaya tidak macet di jalan, namun ternyata masalahnya ada di karburator atau bagian lain dari kendaraan yang menyebabkan kendaraan menjadi mogok.
Kemalangan seperti ini pasti dialami oleh setiap orang. Ketika mengalami hal seperti itu, jangan pernah berkeluh kesah, mengumpat takdir, apalagi menyalahkan Tuhan. Kita pun tidak boleh mengumbar emosi kepada orang lain dengan kemalangan dan kesialan yang kita alami.
Carilah dimensi lain dari setiap peristiwa. Pertama, mengambil hikmah adalah cara terbaik untuk mengukuhkan batin yang kuat dalam menerima setiap kondisi yang tidak menyenangkan. Kedua, melakukan intropeksi. Bisa jadi nasib sial dan malang itu adalah buah dari dosa kesalahan yang pernah diperbuat sebelumnya.
Allah telah mengkonfirmasi akan hal itu dalam Surat An-Nisa ayat 79 :
وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ
Artinya: “Dan apapun yang mengenaimu berupa kejelekan maka itu dari dirimu sendiri.”
Ayat tersebut menegaskan bahwa kejelekan apapun yang menimpa diri seseorang adalah karena perbuatan dosa yang telah dilakukannya. Kejelekan itu mendatangimu karena dosa-dosa yang telah engkau lakukan mengakibatkan terjadinya kejelekan itu sendiri.
Dengan cara mengambil hikmah dan intropeksi dari setiap kejadian yang tidak mengenakkan dalam hidup ini kita akan selalu bersabar. Kejadian sial dan malang bukan membuat diri berkeluh kesah, tetapi tampil percaya diri untuk selalu memperbaiki di masa mendatang.
Apapun hal buruk atau tidak menyenangkan dalam hidup kita, entah berat ataupun ringan yakinlah itu adalah bagian dari buah pahit dari dosa dan kesalahan yang dilakukan. Karena itulah, setiap tertimpa musibah dan kejadian yang tidak menyenangkan berarti Tuhan sedang sayang pada diri kita melalui peringatannya. Tuhan sedang memberi peringatan untuk kita selalu memperbaiki diri.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah