Masjid
Masjid

Numpang Toilet Masjid Tanpa Berniat Ibadah

Kenyataan seseorang numpang toilet masjid bisa dipastikan bisa berlangsung di berbagai masjid. Sarana yang awalnya hanya diperuntukkan untuk para jamaah yang akan beribadah di masjid tersebut menjadi alternatif paling praktis. Siapa saja boleh memanfaatkannya dan tidak akan ada yang menegur karena ada dugaan yang bersangkutan hendak beribadah.

Tapi ternyata, numpang toilet masjid hanya untuk buang hajat, telah dibahas hukumnya oleh para ulama fikih. Hal ini karena pada biasanya semua sarana masjid hanya khusus untuk mereka yang akan melakukan ibadah di masjid tersebut. Bukan fasilitas umum yang siapa saja boleh memanfaatkannya.

Lalu, apa hukumnya? Menggunakan toilet masjid hanya sekedar buang hajat semata tanpa berniat melakukan ibadah di masjid tersebut hukumnya diperinci (tafsil).

Pertama, haram numpang toilet masjid apabila toilet tersebut hanya diperuntukkan untuk para jamaah yang akan melakukan ibadah di masjid tersebut.

Kedua, boleh tapi dengan catatan, toilet masjid tersebut memang diperuntukkan secara umum, atau tidak diketahui apakah toilet tersebut diperuntukkan untuk umum atau khusus jamaah, atau toilet tersebut memang hanya diperuntukkan bagi jamaah namun ada kebiasaan (‘adah) pada zaman waqif (orang yang mewakafkan) toilet tersebut dipergunakan secara umum.

Ketiga, boleh tapi setelah dari toilet harus beribadah di masjid tersebut, seperti i’tikaf, shalat sunnah dan lain-lain.

Kalau terlanjur menggunakan toilet masjid yang hanya diperuntukkan untuk para jamaah sementara dirinya tidak berniat untuk beribadah, maka yang bersangkutan harus mengganti ongkos atau biaya pemanfaatan toilet tersebut.

Dengan demikian, harus hati-hati numpang toilet masjid tanpa berniat untuk beribadah di masjid tersebut. Sebab kalau ternyata toilet tersebut hanya diperuntukkan bagi para jamaah maka haram menggunakan toilet tersebut untuk sekedar buang hajat dan harus membayar ongkos pemanfaatannya.

Baca Juga:  Wali Nikah Anak Zina, Siapa ?

Referensi:

Hawasyi al Syirwani, 1/231.

I’anatu al Thalibin, 1/69

Bughyatu al Mustarsyidin, 63.

Al Fiqh al Manhaji ‘ala Madhab al Imam al Syafi’i, 5/29

Al Mausu’ah al Fiqhiyyah al Kuwaitiyyah, 37/195

 

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

pesan nabi menjelang ramadan

Pesan Nabi Menyambut Ramadan

Bulan Ramadan, atau di Indonesia familiar dengan sebutan Bulan Puasa, merupakan anugerah yang diberikan Allah …

imam ahmad bin hanbal

Teladan Imam Ahmad bin Hanbal; Menasehati dengan Bijak, Bukan Menginjak

Sumpah, “demi masa”, manusia berada dalam kerugian. Begitulah Allah mengingatkan dalam al Qur’an. Kecuali mereka …