Screen Shot at AM
Screen Shot at AM

Operator Umrah Minta Ketegasan Pemerintah Soal Pemberangkatan

Jakarta – Sejak pandemi melanda dihampir seluruh negara, semua perjalanan baik didalam negeri maupun lintas negara tidak lagi seperti biasanya, berbagai prosedur harus dipenuhi untuk bisa melakukan perjalanan, termasuk dalam menjalankan ibadah umrah ke Baitullah.

Para operator umrah sempat memberangkatkan jamaah umrah dimasa pandemi, kemudian distop kembali mengingat Covid- 19 kembali mengalami kenaikan, hingga sekarang pemberintah belum memberikan lampu hijau untuk keberangkatan umrah meski negara tetangga sudha ada yang diberangkatkan, atas belum jelasnya keberangkatan para operator mengeluhkan soal konsitensi pemerintah.

Arab Saudi sendiri telah secara resmi menerima jemaah Indonesia untuk melakukan umrah. Namun, berbagai kebijakan dinilai kerap jadi penghalang jalannya jemaah ke baitullah.

“Dulu tahun lalu belum ada vaksinasi, tahun lalu varian-varian yang berbahaya, tapi umrah jalan juga,” ujar Rizky Sembada, pemilik operator tur PT At Tayibah Al Multazam Group kepada detikTravel, seperti dikutip dari laman detik.com Sabtu (18/12/2021).

Rizky bercerita bahwa kini ada banyak persyaratan untuk bisa melakukan perjalanan. Mulai dari vaksinasi, karantina, PCR, dan PeduliLindungi. Semua sudah dilakukan oleh para operator tur haji dan umrah.

“Kalau ada rasa takut untuk memalsukan surat, kan ini sudah by sistem, tidak bisa dijadikan alasan,” dia menjelaskan.

Rizky menyoroti kebijakan antara perjalanan luar negeri dan umrah. Menurutnya terjadi perbedaan dan pemihakan kebijakan.

“Perjalanan ke Turki masih on schedule, sementara umrah dibatalkan. Inikan tidak seperti liburan luar negeri. Ibaratnya jalan ke mal dan ke masjid, dampaknya berbeda. Ini perjalanan ibadah,” kata Rizky.

Sebagai operator tur yang terdaftar dan telah resmi menjadi provider visa di Indonesia, dirinya menyayangkan tidak adanya konsistensi pemerintah. Karena jika soal omicron, Malaysia dan Singapura menjadi bukti nyata.

“Kami sudah memberangkatkan jamaah dari Malaysia, Singapura dan Banglades. Malaysia dari bulan lalu. Padahal, mereka lebih dulu kena varian Omicron dari Covid-19,” ujarnya.

“Kami berharap pemerintah berpihak sama jemaah yang sudah rindu ke Baitulah,” kata dia.

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Wapres HUT ke 45 MUI

Fatwa MUI: Terorisme Bukan Jihad, Terorisme Haram!

Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa aksi terorisme bukan jihad, terorisme …

Cak Islah Bahrawi

Tolak UU Buatan Manusia, Islah Bahrawi: Teroris Hanya Mau Jalankan Hukum Syariah

Jakarta –  Kelompok teroris menganggap Undang-undang harus menggunakan hukum syariah yang dalam pemahamannya sebagai buatan …