Membela Islam
Membela Islam

Pahami Islam dengan Benar, Baru Membela Islam dengan Benar

Banyak sekali muncul slogan membela Islam dan umat Islam. Sepertinya Islam dan umat Islam sedang berada dalam kepungan dan penindasan. Mereka muncul seolah paling Islam dan berhak membela Islam. Namun, Islam dan muslim mana yang ingin dibela?

Ketika meneriakkan siap membela Islam apakah mereka memahami apa itu Islam? Apalagi pertanyaan membela Islam dari siapa? Jangan-jangan mereka juga banyak tidak mengetahui makna Islam secara benar. Sudahkah mereka memhami dan mempraktekkan Islam secara benar?

Berislam dibutuhkan pemahaman dan penghayatan. Berislam bukan hanya tentang rutinitas tanpa makna. Karena tanpa adanya pemahaman, berislam tidak akan mampu membuat manusia lebih baik kepada  manusia lain atau bahkan kepada Tuhannya.

Karena itulah, penting dan wajib bagi kita para pembela Islam mengetahui apa sebenarnya Islam. Islam secara doktrin teologis cukup jelas dengan adanya penegasan tauhid untuk senantiasa menyembah Allah sebagai Tuhan satu-satunya yang patut disembah. Karena itulah, Islam secara harfiah, Islam berarti tunduk dan pasrah. Ada totalitas kepasrahan dan penyerahan diri hanya kepada Allah.

Islam ialah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad sebagai penerus Nabi-Nabi sebelumnya. Dalam konteks inilah Islam sebagai penyampai wahyu yang diturunkan Allah adalah ketersambungan dalam persaudaraan dengan agama sebelum Islam. Islam secara semangat ajaran bukan hanya dianut oleh umat Nabi Muhammad saja ternyata, umat terdahulu yang menyembah Allah juga menganut agama Islam juga dalam arti tauhid dan kepasrahan.

Terlihat dalam surat Ali Imran ayat 83 yang berbunyi:

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

Artinya: “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.”

Baca Juga:  Bagaimana Menyikapi Sejarah dalam Film G30S/PKI, Begini Tinjauan Sejarah dalam al-Qur’an

Dalam menafsiri ayat ini Quraisy Shihab menjelaskan bahwa banyak orang yang ingkar menginginkan agama lain selain agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad dan Nabi sebelumnya. Adalah agama Allah yang seluruh isi langit dan bumi tunduk kepada-Nya baik secara sadar maupun secara terpaksa. Secara sadar melalui kehendak dan pilihannya sendiri, terpaksa karena diciptakan dan dijadikan demikian. Dan, hanya kepada-Nyalah seluruh makhluk akan dikembalikan.

Seluruh dunia ini beserta isinya tanpa disadari semua tunduk kepada Allah. Seluruh isi alam semesta merupakan umat Allah atau semua berserah diri hanya kepada Allah semata. Itulah prinsip dan ciri bagaimana seseorang memahami Islam dengan benar.

Pemahaman berikutnya Islam selain ketundukan adalah Islam yang membawa rahmat dan perdamaian. Islam berarti keselamatan dan perdamaian. Jika orang memeluk agama Islam, ia telah masuk dalam jalan keselamatan dan komitmen untuk memberikan perdamaian.

Allah berfirman tentang nikmat yang dibawa oleh ajaran Islam : Artinya: Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Ali ‘Imran [3]: 103).

Islam adalah agama yang datang untuk menyatukan. Islam datang untuk menghapus permusuhan dan masuk dalam ruang baru persatuan dan persaudaraan. Berislam adalah umat yang memiliki semangat persatuan, persaudaraan dan perdamaian.

Islam bukan sebatas rutinitas ibadah. Islam adalah ajaran yang mengandung semangat mempersatukan dan mendamaikan. Menjadikan Islam sebatas identitas yang bisa dikomoditaskan demi kepentingan duniawi adalah suatu kejahatan terhadap ajaran Islam itu sendiri.

Baca Juga:  Sa’ad Bin Mu’adz : Memeluk Islam Bertepatan 1 Hijrah dan Wafat Ditandu Para Malaikat

Akhirnya, pengertian tentang Islam seperti ini harus dipahami lebih dahulu sebelum kita berteriak tentang membela Islam. Apa yang ingin dibela? Islam adalah ketundukan, kepasrahan dan semangat untuk menyatukan dan mempersaudarakan. Jangan bilang bela Islam jika justru hanya menceraikan persatuan dan persaudaraan.

Bagikan Artikel

About Imam Santoso

Avatar