penolakan pemakaman jenazah corona
penolakan pemakaman jenazah corona

Pemakaman Jenazah COVID-19 Fardlu Kifayah dan Tak Boleh Ditunda

Jakarta – Akhir-akhir ini sering terjadi penolakan pemakaman jenazah korban virus Corona atau COVID-19 dengan alasan takut tertular. Namun hal itu seharusnya tidak perlu terjadi, apalagi bagi umat Muslim. Pasalnya, dalam Islam, pemakaman jenazah itu bersifat fardlu kifayah dan tidak boleh dilakukan penundaan.

“Tak ada alasan menolak ada alasan untuk menolak pemakaman jenazah COVID-19 ini dikarenakan dua hal. Pertama, dalam Islam pemakaman jenazah itu hukumnya adalah fardlu kifayah. Artinya, umat Islam yang ada daerah tersebut yang paling berkewajiban melaksanakan hak-hak jenazah. Alasan kedua, di dalam Islam, tidak boleh menunda pemakaman jenazah,” ujar Wakil Sekjen MUI Bidang Fatwa KH Sholahuddin Al-Aiyub dalam siaran pers, Rabu (8/4/2020).

Ia mengungkapkan, kalau melihat hadis, diterangkan bahwa jika ada di antara kalian yang meninggal, jangan kalian menahan-nahan, dan segerakanlah dia itu dikuburkan di tempat pemakamannya. Selain alasan keagamaan, dari sisi protokol medis pun penanganan jenazah COVID-19 sudah memperhatikan keselamatan dari tempat pemakaman.

Menurutnya, jenazah COVID-19 sudah dikafani dan dilapisi kantong jenazah berbahan plastik yang tidak tembus. Jenazah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam peti yang sudah sesuai prosedur medis ketat juga.

“Artinya, pada saat dikebumikan, tetesan itu bisa diantisipasi tidak terjadi, protokolnya bukan hanya menjaga orang yang menguburkan, tetapi juga keselamatan orang yang ada di daerah sekitar,” ujarnya dikutip dari laman Sindonews.com.

Ia menilai, adanya penolakan-penolakan seperti ini di masyarakat disebabkan salah paham dari masyarakat sendiri. Dia pun meminta kepada pemerintah untuk memberikan informasi lebih detail terkat aspek kesehatan dalam penguburan jenazah COVID-19.

Ia juga mendorong media untuk terus menyuarakan kepada khalayak bahwa prosedur penanganan jenazah ini sudah aman.

“MUI mengimbau kepada aparat untuk melakukan langkah persuasi terlebih dahulu, saya menebak itu belum pahamnya masyarakat. Saya mohon betul kepada teman-teman wartawan, terus disampaikan, sehingga bisa sampai kepada masyarakat kita dan masyarakat kita bisa memahami,” pungkasnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

Ratusan eks anggota NII Garut kembali baca dua kalimat syahadat dan ikrar setia kembali ke NKRI

Tobat, Ratusan Eks NII Garut Baca Syahadat Lagi dan Ikrar Setia Kepada NKRI

Garut – Ratusan eks pengikut Negara Islam Indonesia (NII) di Garut, Jawa Barat, melakukan pertobatan …

penceramah radikal

Jangan Heran Sudah Diprediksi Nabi, Sering Bikin Gaduh dengan Fatwa tanpa Ilmu

Terkadang kita susah membedakan antara ulama yang fasih ilmu fikih dengan hanya penceramah. Banyak pula …

escortescort